REFERENSI PENDIDIKAN

Jenis-Jenis Pola Asuh Orangtua

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/10/jenis-jenis-pola-asuh-orangtua.html

Pola asuh adalah pola perilaku yang diterapkan orang tua pada anak dan bersifat relatif konsisten dari waktu ke waktu. Pola perilaku ini dapat dirasakan oleh anak baik dari segi negatif maupun positifnya. Berhasil tidaknya orang tua membentuk tingkah laku anak sangat bergantung kepada bagaimana pola asuh orang tua yang dirasakan anak itu sendiri. Pola asuh orang tua ada bermacam-macam. Hurlock (Badingah, 1993: 37-41 ) membedakan pola asuh menjadi tiga, yaitu sebagai berikut

a. Authoritative Parenting

Authoritative Parenting atau pola asuh demokratis adalah salah satu bentuk perlakuan yang dapat diterapkan orang tua pada adalam rangka membentuk kepribadian anak dengan cara memprioritaskan kepentingan anak yang bersikap rasional atau pemikiran-pemikiran. Pola asuh Authoritative mempunyai ciri-ciri, yaitu: anak diberi kesempatan untuk mandiri dan mengembangkan kontrol internal, anak diakui sebagai pribadi oleh orang tua dan turut dilibatkan dalam pengambilan keputusan, menetapkan peraturan serta mengatur kehidupan anak. Orang tua menggunakan hukuman fisik, dan diberikan jika terbukti anak secara sadar menolak melakukan apa yang telah disetujui bersama, sehingga lebih bersikap edukatif. Pola asuh authoritative memprioritaskan kepentingan anak, akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka. Orang tua dengan pola asuh ini bersikap rasional, selalu mendasari tindakannya pada rasio atau pemikiran-pemikiran. Orang tua tipe ini juga bersikap realistis terhadap kemampuan anak, tidak berharap yang berlebihan yang melampaui kemampuan anak, memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan, dan pendekatannya kepada anak bersifat hangat.

Pola asuh authoritative mempunyai karakteristik sebagai berikut:
  1. Orang tua bersikap acceptance dan mengontrol tinggi,
  2. Orang tua bersikap responsif terhadap kebutuhan anak,
  3. Orang tua mendorong anak untuk menyatakan pendapat atau pertanyaan,
  4. Orang tua memberikan penjelasan tentang dampak perbuatan yang baik dan yang buruk,
  5. Orang tua bersikap realistis terhadap kemampuan anak,
  6. Orang tua memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan,
  7. Orang tua menjadikan dirinya sebagai model panutan bagi anak,
  8. Orang tua hangat dan berupaya membimbing anak,
  9. Orang tua melibatkan anak dalam membuat keputusan,
  10. Orang tua berwenang untuk mengambil keputusan akhir dalam keluarga, dan
  11. Orang tua menghargai disiplin anak.
Sehingga dengan karakteristik pola asuh ini akan membentuk profil perilaku anak seperti: (1) memiliki rasa percaya diri, (2) bersikap bersahabat, (3) mampu mengendalikan diri (self control), (4) bersikap sopan, (5) mau bekerja sama, (6) memiliki rasa ingin tahunya yang tinggi, (7) mempunyai tujuan atau arah hidup yang jelas, (8) berorientasi terhadap prestasi.

b. Authoritarian Parenting

Authoritarian parenting atau pola asuh otoriter adalah salah satu bentuk perlakuan yang diterapkan orang tua pada anak dalam rangka membentuk kepribadian anak dengan cara menetapkan standar mutlak harus dituruti, biasanya dibarengi dengan ancaman-ancaman.

Pola asuh authoritarian mempunyai ciri-ciri, yaitu: anak harus tunduk dan patuh pada kehendak orang tua, pengontrolan orang tua pada tingkah laku anak sangat ketat, hampir tidak pernah memberi pujian, sering memberikan hukuman fisik jika terjadi kegagalan memenui standar yang telah ditetapkan orang tua. Pengendalian tingkah laku melalui kontrol eksternal. Pola asuh ini cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti, biasanya dibarengi dengan ancaman-ancaman. Orang tua tipe ini cenderung memaksa, memerintah, menghukum. Apabila anak tidak mau melakukan apa yang dikatakan oleh orang tua, maka orang tua tipe ini tidak segan menghukum anak. Orang tua tipe ini juga tidak mengenal kompromi dan dalam komunikasi biasanya bersifat satu arah. Orang tua tipe ini tidak memerlukan umpan balik dari anaknya untuk mengerti mengenai anaknya.

Pola asuh authoritarian menerapkan pola asuhnya dengan indikator sebagai berikut.
  1. Orang tua mengekang anak untuk bergaul dan memilih-milih orang yang menjadi teman anaknya.
  2. Orang tua memberikan kesempatan pada anaknya untuk berdialog, mengeluh dan mengemukakan pendapat. Anak harus menuruti kehendak orang tua tanpa peduli keinginan dan kemampuan anak.
  3. Orang tua menentukan aturan bagi anak dalam berinteraksi baik dirumah maupun di luar rumah. Aturan tersebut harus ditaati oleh anak walaupun tidak sesuai dengan keinginan anak.
  4. Orang tua memberikan kesempatan pada anak untuk berinisiatif dalam bertindak dan menyelesaikan masalah. 
  5. Orang tua melarang anaknya untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelompok.
  6. Orang tua menuntut anaknya untuk bertanggung jawab terhadap tindakan yang dilakukannya tetapi tidak menjelaskan kepada anak mengapa anak harus bertanggung jawab.
Sehingga dengan karakteristik pola asuh ini akan membentuk profil perilaku anak seperti: (a) mudah tersinggung, (b) penakut, (c) pemurung dan merasa tidak bahagia, (d) mudah terpengaruh, (e) mudah stress, (f) tidak mempunyai arah masa depan yang jelas, dan (g) tidak bersahabat.

c. Permissive Parenting

Permissive Parenting atau pola asuh permisif adalah salah satu bentuk perlakuan yang dapat diterapkan orang tua pada anak dalam rangka membentuk kepribadian anak dengan cara memberikan pengawasan yang sangat longgar serta memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup darinya. Orang tua cenderung tidak menegur atau memperingatkan anak apabila anak sedang dalam bahaya, dan sangat sedikit bimbingan yang diberikan oleh mereka. Namun orang tua tipe ini biasanya bersifat hangat, sehingga seringkali disukai oleh anak.

Pola asuh permisif memiliki karakteistik sebagai berikut : (1) orang tua bersikap acceptance tinggi namun kontrolnya rendah, anak diijinkan membuat keputusan sendiri dan dapat berbuat sekehendaknya sendiri, (2) orang tua memberi kebebasan kepada anak untuk menyatakan dorongan atau keinginannya, (3) orang tua kurang menerapkan hukuman pada anak, hampir tidak menggunakan hukuman.

Pola asuh permisif menerapkan pola asuhannya dengan indikator sebagai berikut.
  1. Orang tua tidak peduli terhadap pertemanan atau persahabatan anaknya.
  2. Orang tua kurang memberikan perhatian terhadap kebutuhan anaknya. Jarang sekali melakukan dialog terlebih untuk mengeluh dan meminta pertimbangan.
  3. Orang tua tidak peduli terhadap pergaulan anaknya dan tidak pernah menentukan norma-norma yang harus diperhatikan dalam bertindak.
  4. Orang tua tidak perduli dengan masalah yang dihadapi oleh anaknya.
  5. Orang tua tidak peduli terhadap kegiatan kelompok yang diikuti anaknya.
  6. Orang tua tidak peduli anaknya bertanggung jawab atau tidak atas tindakan yang dilakukannya.
Sehingga dengan karakteristik pola asuh ini akan membentuk profil perilaku anak seperti: (1) bersikap impulsif dan agresif, (2) suka memberontak, (3) kurang memiliki rasa percaya diri dan pengendalian diri, (4) suka mendominasi, (5) tidak jelas arah hidupnya, (6) prestasinya rendah.

Refrensi:

Badingah, S. (1993). Agresifitas Remaja Kaitannya Dengan Pola Asuh, Tingkah Laku Agresif Orang Tua Dan Kegemaran Menonton Film Keras. Tesis. Tidak diterbitkan. Depok : PPS UI.
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved