Komponen Penyusun Ekosistem

Kehidupan semua jenis makhluk hidup yang saling mempengaruhi serta berinteraksi dengan alam membentuk kesatuan yang disebut ekosistem.Sedangkan kajian tentang baik interaksi antar makhluk hidup maupun interkasi antara makhluk hidup dengan lingkungannya diartikan sebagai ekologi. Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik (Campbell et al, 2002:271)

Komponen penyusun ekosistem dibedakan berdasarkan sifat serta fungsinya. Berdasarkan sifatnya, ekosistem tersusun atas faktor biotik dan abiotik:

a. Faktor biotik

Faktor biotik adalah faktor yang meliputi semua makhluk hidup di bumi.Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen; hewan berperan sebagai konsumen; dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer (pengurai). Faktor biotik juga meliputi tingkatan organisasi di dalam ekologi yang meliputi:
  1. Individu, yaitu merupakan organisme tunggal, misalnya seekor tikus, sebatang pohon jambu dan seorang manusia
  2. Populasi, yaitu individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu dan saling berinteraksi (Campbell et al, 2002:.272)
  3. Komunitas ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain (Campbell et al, 2002:.272).
b. Faktor Abiotik

Faktor abiotik adalah faktor yang meliputi faktor fisik dan kimia. Menurut Campbell et al (2002: 273-274), Faktor fisik utama yang mempengaruhi ekosistem diantaranya, yaitu:
  1.  Suhu, merupakan salah satu syarat yang diperlukan organisme untuk hidup.
  2. Sinar matahari, mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari menentukan suhu lingkungan. Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis.
  3. Air, dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme baik sebagai tempat hidup, sarana transportasi, juga sebagai pelarut dan pelapuk bagi unsur abiotik lain.
  4. Tanah, merupakan tempat hidup bagi organisme karena menyediakan unsur-unsur penting bagi pertumbuhan organisme, terutama tumbuhan. Angin, selain berperan dalam menentukan kelembapan, juga berperan dalam penyebaran biji tumbuhan tertentu.

Berdasarkan fungsinya, yaitu ditinjau dari jabatan fungsional organisme dalam habitatnya, ekosistem tersusun atas komponen-komponen sebagai berikut:
  1. Produsen, yaitu organisme yang bersifat autotrof (mampu menyediakan makanan sendiri melalui pengubahan bahan anorganik menjadi bahan organik dengan bantuan energi seperti energi matahari dan kimia). Contohnya tumbuhan hijau dan alga.
  2. Konsumen, yaitu organisme yang bersifat heterotrof, memanfaatkan bahan organik yang terdapat pada organisme lain sebagai bahan makanannya. Contohnya manusia dan hewan.
  3. Pengurai (dekomposer) adalah orgsanisme heterotrof yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Dekomposer menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana untuk dapat digunakan kembali oleh produsen. Organisme yang tergolong dekomposer yaitu bakteri dan jamur.
  4. Detritivor adalah organisme yang memanfaatkan serpihan organik padat (detritus) sebagai sumber makanan. Contoh organisme detritivor adalah cacing tanah, luing dan sebagian anggota Echinodermata.
Refrensi:

Campbell, Reece, et.al. (2002). Biologi.EdisiKelimaJilid 3. Jakarta :PenerbitErlangga