REFERENSI PENDIDIKAN

Konsep Kepribadian Manusia

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/10/konsep-kepribadian-manusia.html

Istilah keperibadian merupakan terjemahan dari bahasa inggris “personality”. Secara etimologis, kata personality berasal dari bahasa latin “persona” yang berarti topeng. Pada mulanya kata persona ini menunjuk pada topeng yang biasa digunakan oleh pemain sandiwara di zaman Romawi dalam memainkan perannya. Lambat laun, kata persona (personality) berubah menjadi satu istilah yang mengacu pada gambaran sosial tertentu yang diterima oleh individu dari kelompok masyarakat, kemudian individu tersebut diharapkan bertingkah laku berdasarkan atau sesuai dengan gambaran sosial yang diterimanya (http://www.slideshare.net/bocahbancar/psikologi-kepribadian)                                     

Menurut bangsa Roma, persona berarti “bagaimana seseorang tampak pada orang lain”, bukan dari sebenarnya. Aktor menciptakan dalam pikiran penonton, suatu impresi dari tokoh yang diperankan di atas pentas, bukan impresi dari tokoh itu sendiri. Dari konotasi kata persona inilah, gagasan umum mengenai kepribadian sebagai kesan yang diberikan seseorang pada orang lain diperoleh. Apa yang dipikir, dirasakan dan siapa dia sesungguhnya termasuk dalam keseluruhan “make up” psikologis seseorang dan sebagian besar terungkapkan melalui perilaku. Karena itu, kepribadian bukanlah suatu atribut yang pasti dan spesifik, melainkan merupakan kualitas perilaku total seseorang.

Berdasarkan definisi Allport (Nuraeni, 2006: 12), kepribadian ialah susunan sistem-sistem psikofisik yang dinamai dalam diri suatu individu yang unik terhadap lingkungan.

Hall and Lindzey (Febianti Herni Siti, 2010: 17) mengemukakan bahwa kepribadian itu dipandang sebagai kecakapan sosial yang dimiliki individu, karena kepribadian itulah yang memberi perintah dan penyesuaian terhadap segala aspek tingkah laku yang digunakan individu. Selain itu, kepribadian lebih menekankan kepada kekhasan dari karakter yang ada dalam diri seseorang. Sedangkan menurut Woodwort (Yusuf, Syamsu, 2002: 3) mengemukakan bahwa “kepribadian merupakan kualitas tingkah laku total individu”.

Murray (Hall and Lindzey, 1993: 25), banyak mengusulkan definisi- definisi tentang kepribadian, definisi-definisi tersebut mengandung makna sebagai berikut :
  1. Kepribadian adalah sebuah abstraksi yang dirumuskan oleh teori dan bukan hanya satu deskripsi tentang perilaku seseorang.
  2. Kepribadian individu adalah rangkaian peristiwa yang secara ideal mencakup seluruh rentang hidup sang pribadi. “Sejarah kepribadian adalah kepribadian itu sendiri”.
  3. Definisi kepribadian harus mencerminkan baik unsur-unsur tingkah aku yang bersifat menetap dan berulang maupun unsur-unsur yang baru dan unik.
  4. Kepribadian adalah fungsi yang menata atau mengarahkan dalam diri individu. Tugas-tugasnya meliputi mengintegrasikan konflik-konflik dan rintangan-rintangan yang dihadapi individu, memuaskan kebutuhan- kebutuhan individu dan menyusun rencana-rencana untuk mencapai tujuan-tujuan di masa mendatang.
  5. Kepribadian terletak di otak. “tanpa otak, tidak ada kepribadian”.
Berdasarkan pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa Kepribadian merupakan suatu susunan sistem psikofisik (psikis dan fisik yang berpadu dan saling berinteraksi dalam mengarahkan tingkah laku) yang kompleks dan dinamis dalam diri seorang individu, yang menata atau mengarahkan dalam diri individu agar dapat menyesuaikan diri individu tersebut terhadap lingkungannya, sehingga akan tampak dalam tingkah lakunya yang unik dan berbeda dengan orang lain.

Refrensi:
  1. Calvin S. Hall, Gardner Lindzey. (1993). Teori-Teori Holistik (Organismik-Fenomenologis). Yogyakarta : Kanisius.
  2. Febianti, Herni Siti. (2010). Profil Kepribadian Siswa Berdasarkan Kluster Sekolah (Studi Deskriptif terhadap hasil Tes EPPS SMA Negeri di Kota Bandung Tahun Ajaran 2008/2009 dan 2009/2010). Skripsi Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan FIP UPI Bandung : Tidak Diterbitkan.
  3. Nuraeni. (2006). Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap Kepribadian Anak Taman Kanak-kanak. Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Taman Kanak- kanak FIP Universitas Negeri Semarang: Tidak diterbitkan.
  4. Yusuf, Syamsu. (2006). Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah (SLTP dan SLTA). Bandung: Pustaka Bani Quraisy.
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved