REFERENSI PENDIDIKAN

Pengertian Kesenian Tradisional

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/10/pengertian-kesenian-tradisional.html

Buku pertama yang digunakan adalah karya Harsojo yang berjudul Pengantar Antropologi (1984). Buku ini menjelaskan tentang pengertian kesenian yang dalam pengertian sehari-hari istilah kesenian dan kebudayaan sering diartikan sama. Padahal berdasarkan pemikiran ilmu sosial, kesenian terkandung nilai-nilai, norma, pengetahuan dan kepercayaan yang terintegrasi dalam kebudayaan sehari-hari masyarakat guna mencapai tujuan idealnya. Tujuan utamanya adalah menambah interpretasi dan melengkapi kehidupan. Ada kalanya pada suatu waktu dijadikan alat bantu untuk tujuan lainnya, seperti perjuangan, agama, propaganda simbolisme dan keharmonisan tatanan kemasyarakatan. Kesenian juga merupakan ciri-ciri universal manusia, artinya setiap manusia secara naluriah mempunyai rasa seni. Hal tersebut menyebabkan setiap individu mempunyai bakat untuk mencipta seni, karena berkesenian merupakan kebutuhan setiap manusia.
Sebagai salah satu kebutuhan hidup setiap manusia seni akan terus diciptakan, dipertahankan dan dikembangkan dalam lingkup kehidupannya. Perkembangan seni akan selalu sejalan dan selaras dengan perkembangan kebutuhan dan kehidupan manusia dari dulu sampai masa yang akan datang. Hal ini disebabkan oleh peranan penting manusia sebagai pendukung utama dalam mengembangkan seni dari masa ke masa dan mengakibatkan keberadaan seni dengan kebutuhan kehidupan manusia sangat sulit untuk dilepaskan atau dihilangkan. Hal tersebut ditegaskan Harsojo bahwa: Meskipun kesenian bukanlah hal “luks” dalam kehidupan manusia tetapi adalah pokok dan penting bagi kehidupan kebudayaan. Kesenian merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan dan integritas, kreativitas kultural, sosial maupun individual (Harsojo, 1984: 223)

Tumbuh dan berkembangnya kesenian dipengaruhi oleh kondisi setempat, sehingga kesenian berbeda-beda di setiap tempat. Kesenian pun menggambarkan budaya setempat dan memberi warna pada masyarakat di tempat itu, serta memberi gambaran umum tentang wujud suatu bangsa. Indonesia yang dikenal sebagai masyarakat majemuk, pada setiap kelompok muncul berbagai jenis kesenian yang bersifat khas identitas kebudayaan masing-masing.

Dari pendapat tersebut dapat dijelaskan bahwa, berkesenian merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari manusia. Seni juga sering muncul dalam kerja keseharian, misalnya dalam kegiatan keagamaan, sosial dan ekononomi. Seni sering menjadi pengiring dan menjadi hal yang sulit untuk dilepaskan atau dihilangkan. Karena buku ini mengkaji mengenai dasar-dasar antropologi maka pengertian kesenian tidak begitu dijelaskan secara spesifik hanya pengertian kesenian secara umum saja.

Berdasarkan pandangan ilmu-ilmu sosial kesenian hanyalah salah satu bagian dari kebudayaan. Namun, jika dilihat dari isi, misi dan visi masing-masing maka kesenian merupakan ekspresi hasrat kebutuhan manusia. Demikian pula dengan anggapan bahwa kesenian merupakan arti sempit dari kebudayaan. Mengandung arti bahwa kesenian merupakan cermin kepribadian dan interpretasi dari nilai-nilai luhur suatu masyarakat.
Buku ketiga dan keempat yang dijadikan rujukan penulis adalah buku karya Sakri (1990) dan Kamaril (1998) yang memiliki judul yang sama yaitu Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan Tangan. Dalam buku ini dibahas mengenai pengertian seni berdasarkan pernyataan ahli seni dan filosofi yang memuat rumusan tentang batasan seni. Menurut keduanya meskipun pengertian seni yang meliputi seni rupa, seni musik, seni tari dan seni drama tidak mudah untuk dijabarkan secara sederhana, karena sifat seni yang terbuka dan memiliki kemungkinan-kemungkinan yang berubah-ubah. Berikut ini adalah batasan seni menurut Dewey dalam buku Sakri dan Kamaril:
  1. Dewey dalam Sakri (1990:11), mengatakan bahwa kesenian adalah mutu suatu perbuatan serta hasilnya dibuat melibatkan kegiatan lahir batin.
  2. Kamaril (1998: 15), menyatakan bahwa seni adalah hasil proses kerja atau gagasan manusia yang melibatkan kemampuan kreatif, intuitif, kepekaan indera, kepekaan hati dan berpikir dalam menciptakan sesuatu yang indah dan selaras. Dalam hal ini, pada pembuatan topeng diperlukan ketrampilan-ketrampilan khusus dan teknik tertentu dalam menyusun unsur-unsur seni rupa baik secara fisik, warna, bidang, dan jenis maupun seperti dalam mengatur komposisi warna, wanda atau karakter topeng.
Berdasarkan pendapat pertama diketahui bahwa kesenian itu tidak hanya berupa wujudnya saja, akan tetapi juga sifat perbuatan pencipta atau penikmat seni terhadap karya seni. Inti dari batasan pertama ini adalah dalam seni terkandung moral dan etika. Pendapat yang kedua menjelaskan bahwa seni tidak hanya sebatas keindahan tetapi seni bersentuhan langsung dengan perasaan dan sifat unik sehingga seni bearti bersifat momumental dan unik. Kelemahan dari kedua buku tersebut adalah lebih banyak mengkaji kesenian secara pedagogik sehingga tidak membahas kesenian secara umum dan detail.

Refrensi :

  1. Harsojo. (1984). Pengantar Antropologi. Bandung: Bina Cipta
  2. Kamaril, C dkk. (1988). Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan Tangan. Jakarta: Depdikbud
  3. Sakri, A. (1990). Pendidikan Seni Rupa. Jakarta: Depdikbud
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved