REFERENSI PENDIDIKAN

Teori Kepribadian Menurut Henry Murray

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/10/teori-kepribadian-menurut-henry-murray.html

Menurut Murray, kepribadian adalah sebuah abstraksi yang dirumuskan oleh ahli teori dan bukan hanya satu deskripsi tentang perilaku seseorang. Yakni, kepribadian adalah sebuah formulasi yang didasarkan baik pada perilaku yang teramati dan pada faktor-faktor yang sekarang hanya dapat kita simpulkan dari apa yang dapat diamati. Kendatipun sifat abstraknya yang penting, Konsepsi Murray akan kepribadian mengasumsikan bahwa ada proses sentral yang menyusun dan mengendalikan dalam individu, proses-proses yang fungsinya adalah untuk menyatukan dorongan-dorongan yang bertentangan dimana orang itu dihadapkan, memenuhi kebutuhan orang dan rencana untuk pencapaian tujuan personal. Kepribadian harus merefleksikan tidak hanya elemen perilaku bertahan dan berulang namun juga harus merefleksikan apa yang unik dan asing. Kepribadian juga harus merefleksikan keaktifan orang selama rentang hidupnya: Peristiwa individu dalam kehidupan orang dapat dipahami hanya jika dihubungkan dengan masa lalu, sekarang dan masa depannya.

Murray sangat menekankan pentingnya menghubungkan proses psikologi dan peristiwa dengan struktur dan keaktifan otak, walaupun kita belum tahu secara persis bagaimana hal-hal ini berhubungan. Bagi Murray, fenomena yang menyusun kepribadian benar-benar bergantung pada keaktifan sistem syaraf utama: sebagaimana yang dia katakan secara ringkas, “ Tak ada otak, tak ada kepribadian” (Murray, 1951: 267).

Menurut Bischof (Febianti Herni Siti, 2010: 31), ada tujuh prinsip yang dikemukakan Murray dalam teori kepribadiannya, yaitu diantaranya : (a) prinsip regnansi, (b) prinsip motivasi, (c) prinsip longitudinal, (d) prinsip proses physiologis, (e) prinsip keabstrakan, (f) prinsip keunikan, dan (g) prinsip konsep peran.

a. Prinsip Regnansi

Murray menekankan pentingnya menjaga hubungan pikiran antara kepribadian dan variabel hipotetis yang merupakan dasar fisiologis dari semua fenomena psikologis. Murray (1938) juga mengakui pentingnya proses ketidaksadaran. Mengutip sejumlah peristiwa dan perilaku yang mendukung gagasan proses tersebut bahwa “semua proses kesadaran adalah regnan tetapi tidak semua proses regnant adalah kesadaran”. Artinya, setiap peristiwa atau proses psikologis kesadaran memiliki proses fisiologis, tetapi tidak semua proses fisiologis diwakili dalam kesadaran.
(http://file.upi.edu/Direktori/Personologi.pdf.).

b. Prinsip motivasi

Prinsip ini menjelaskan mengenai pentingnya perkembangan motivasi dan pengaruhnya terhadap tingkah laku individu. Sehubungan dengan prinsip motivasi ini, Murray mengemukakan lima komponen sistemnya, yaitu : tension reduction, needs, press, vactor and value, dan thema. 

c. Prinsip Longitudinal

Prinsip ini menekankan pada kepribadian selalu berkembang dari waktu ke waktu. ”Riwayat dari organisme adalah organisme”. Kepribadian, dalam pengertiannya, dibangun dari semua kejadian hidup yang terjadi melalui pelajaran-pelajaran dalam kehidupan individual. Oleh karena itu, mempelajari peristiwa masa lalu adalah suatu kepentingan utama dalam kepribadian, dan dalam rangka mempelajari peristiwa itu. Murray mengemukakan lima komples yang beroperasi dalam proses perkembangan manusia, yaitu claustral (perasaan hangat dan dilindungi dalam kandungan), oral (perasaan puas yang berhubungan dengan makanan), anal (perasaan puas yang berhubungan dengan buang air besar), urethral (perasaan puas yang berhubungan dengan pembuangan melalui vagina atau penis), dan castraction (perasaan puas yang berhubungan dengan alat genital).

Selain itu, dalam prinsip longitudinal dapat dikenal istilah procedings yang menunjukkan bahwa manusia selalu berubah dalam kehidupan secara dinamis. Proceding ini dapat bersifat internalized artinya terjadinya dalam diri sendiri, dan dapat bersifat externalized artinya terjadinya dengan lingkungan. Lama terjadinya proceding ada dalam jangka pendek dan ada dalam jangka panjang. Di dalam proceding jangka panjang terdapat 3 aspek serial, yaitu: (a) ordinasi, merupakan ketetapan dari program dan jadwal dalam satu bentuk hierarkis dari yang sangat penting hingga tidak begitu penting, (b) program, adalah usaha manusia untuk membentuk sub tujuan yang membantu untuk dapatmencapai tujuan akhir, dan (c) jadwal, berfungsi membantu individu untuk menghindar atau mengurangi konflik dalam program. Ciri utama ketiga aspek serial tersebut adalah saling berhubungan satu sama lain di dalam diri manusia untuk mencapai suatu tujuan dari tingkah laku.

d. Prinsip Physiologis

Prinsip ini menekankan bahwa tingkah laku terbentuk karena fungsi otak. Jadi tingkah laku manusia dipengaruhi fungsi organisme biologis. Ada beberapa struktur pokok yang terjadi dalam prinsip fisiologi, yaitu: (1) kebutuhan physiologis yang merupakan inti penentu dalam membentuk motivasi manusia, (2) self-organis manusia yang berlokasi di otak akan membentuk kepribadian manusia, (3) konsep tentang reduksi ketegangan diterangkan melalui lapangan biologis dan organic, (4) prioritas kebutuhan dan hierarki motivator dikemukakan pada prepotency, (5) prinsip dasar tingkah laku adalah proses physiological dan neurologi.

e. Prinsip Keabstrakan

Dalam prinsip keabstrakan ini Murray dipengaruhi oleh ahli-ahli yang berorientasi pada psikoanalisa. Dia mengemukakan ada dua wilayah penerimaan dalam kepribadian, yaitu: uncounsious dan precounsious. Tingkah laku manusia tidak berada dipermukaan, faktor ketidaksadaran dari kepribadian menjadi dasar dalam tingkah laku tersebut, sebab manusia tidak dapat menemukan alasan-alasan yang logis untuk semua tingkah lakunya. Manusia adalah kesatuan yang abstrak, dia tidak hanya dikontrol fenomena permukaan, tetapi banyak dimotivasi oleh dinamika dari dalam diri, dinamika itu tidak selalu dipahami oleh dirinya atau masyarakat dimana dia berada.

f. Prinsip Keunikan

Menurut prinsip ini, tingkah laku manusia yang diekspresikan oleh setiap manusia tidak akan sama antara satu dengan lainnya. Ketidaksamaan ini disebabkan karena memiliki faktor intelektual, fisik, dan kemampuan sosial yang berbeda.

g. Prinsip Konsep Peran

Setiap manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan. Kebutuhan tersebut akan menuntut manusia untuk mengambil peran didalam masyarakat guna mencapai status atau pengakuan dari masyarakat atau dalam rangka mencapai eksistensi sebagai individu.

Refrensi:

Febianti, Herni Siti. (2010). Profil Kepribadian Siswa Berdasarkan Kluster Sekolah (Studi Deskriptif terhadap hasil Tes EPPS SMA Negeri di Kota Bandung Tahun Ajaran 2008/2009 dan 2009/2010). Skripsi Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan FIP UPI Bandung : Tidak Diterbitkan.

Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved