REFERENSI PENDIDIKAN

Konsep Cooperatif Learning Model Think Pair Share

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/Cooperatif-Learning-Model-Think-Pair-Share.html

Kooperatif Learning Model Think-Pair-Share adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang merupakan struktur kegiatan belajar mengajar berkelompok. Model ini dikembangkan oleh Frank Lyman dan Spencer Kagan. Pada model ini siswa dikelompokan secara berpasangan, dapat berpasangan antara satu siswa dengan satu siswa, satu siswa dengan dua siswa, atau dua siswa dengan dua siswa, yang mengakibatkan terjadinya stimulus dan repon diantara siswa tersebut. Dalam pengelompokannya, siswa dipasangkan secara heterogen berdasarkan nilai awal mereka bertujuan untuk mengefektifkan proses belajar kelompok.

Model ini memberi kesempatan kepada siswa untuk berfikir yaitu bekerja sendiri sebelum bekerjasama dengan kelompoknya dan berbagi ide. Manksud dari berbagi ide yaitu setiap siswa saling memberikan idea tau informasi yang mereka ketahui tentang masalah yang diberikan untuk memperoleh kesepakatan dari pemecahana masalah tersebut.

Keunggulan dari model ini addalah optimalisasi partisipasi siswa dan memberi kesempatan pada siswa untuk menunjukan partisipasi mereka kepada orang lain. Model ini terdapat tahap-tahap pekaksanaan kegiatan pembelajaran sebagai berikut: 
a. Tahap Pertama, yaitu: 
  1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran di kelas; 
  2. Guru menginformasikan materi pelajaran; 
  3. Guru membagi siswa dalam kelompok secara berpasangan dan heterogen berdasarkan nilai awal mereka; dan 
  4. Guru membagikan tugas Lembar Kerja Siswa (LKS) pada setiap kelompok.
b. Tahap Kedua, yaitu: 
  1. Setiap siswa diminta berfikir untuk dicari solusi pemecahan masalah; 
  2. Setiap siswa diminta berpasangan dengan kelompoknya untuk saling berbagi ide dan mendiskusikan penyelesaian pemecahan masalah.
c. Tahap Ketiga, yaitu: 
  1. Pembahasan penyelesaian masalah dilakukan secara berkelompok; 
  2. Beberapa kelompok dipilih oleh guru untuk menjelaskan penyelesaian masalah hasil kerja kelompoknya dan kelompok lain diberi kesempatan untuk menanggapi dan mengeluarkan idenya.
d. Tahap Keempat, yaitu; 

setelah kegiatan kelompok, pelaksanaan tes formatif untuk mengetahui sejauhmana peningkatan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika serta untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa.

e. Tahap Kelima, yaitu: 
  1. Penghitungan skor hasil tes formatif dan tes sumatif dengan menggunakan pedoman penskoran pemecahan masalah; 
  2. penghitungan skor kelompok yaitu dengan cara perhitungan skor perkembangan individu. Setiap anggota kelompok menyumbangkan poin kepada kelompoknya berdasarkan rentang skor yang diperoleh pada tes sebelumnya dan skor terakhir. Hal ini dilakukan agar para siswa merasa terpacu untuk meningkatkan kontribusinya, dengan demikian diharapkan akan meningkatkan nilai pribadinya.
Refrensi:

Nurdin. 2012. REVITALISASI COOPERATIVE LEARNING MODEL THINK PAIR
SHARE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA. Tidak Diterbitkan
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved