REFERENSI PENDIDIKAN

Airtanah (Groundwater)

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/airtanah-groundwater.html

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumberdaya Air mendefinisikan air tanah sebagai air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah. Sementara menurut (Bouwer, Freeze dan Zherry dalam Kodoatie, 1996:7) : “airtanah adalah sejumlah air di bawah permukaan bumi yang dikumpulkan dengan sumur-sumur, terowongan atau sistem drainase atau pemompaan. Dapat juga disebut aliran yang secara alami mengalir ke permukaan tanah melalui pancaran atau rembesan”. Menurut Soemarto (1989:248) “airtanah adalah air yang menempati rongga-rongga dalam lapisan geologi. lapisan tanah yang terletak di bawah permukaan tanah dinamakan lajur jenuh (saturated zone) dan lajur tidak jenuh terletak di atas lajur jenuh sampai permukaan tanah, yang rongga-rongganya berisi air dan udara”.

Airtanah terjadi dari sebuah daur hidrologi, dimana air mengalami masuknya air ke dalam tanah (infiltrasi) dan tersimpan dalam rongga-rongga balam lapisan geologi dan di lapisan tanah yang tersimpan di butiran-butiran tanah, yang keberadaannya dipengaruhi oleh satuan morfologi lahan dan struktur geologi dari tanah tersebut. Sedangkan muka air tanah yaitu permukaan yang dipengaruhi oleh gravitasi bumi dalam pori-pori dari sebuah media. Tinggi muka air ini sama dengan tinggi muka air pada suatu sumur dan ketinggian hidroliknya merupakan muka airtanah.

Airtanah ditemukan pada formasi geologi lapisan peremeabel (yang tembus air) dan lapisan impermeabel. Lapisan peremeabel (yang tembus air) adalah lapisan dimana air tanah dengan mudah melewati lapisan seperti lapisan pasir atau lapisan kerikil. Lapisan impermeabel terbagi menjadi dua bagian, yang pertama adalah lapisan kedap air, yaitu lapisan yang sulit dilalui airtanah seperti lapisan lempung atau lapisan silt, yang kedua yaitu lapisan kebal air, yaitu lapisan yang menahan air seperti lapisan batuan.

Airtanah dalam akuifer yang tertutup dengan lapisan impermeabel mendapatkan tekanan sehingga air ini disebut juga air terkekang. Air tanah dalam akuifer yang tidak tertutup dengan lapisan impermeabel disebut airtanah bebas atau airtanah tidak terkekang. Jadi permukaan airtanah di sumur adalah permukaan bebas dan permukaan air dari akuifer yang terletak di antara lapisan impermeabel dan permukaan air terkekang.

Keberadaan airtanah dari lapisan permeabel dan impermeabel tersebut, menjadikan airtanah sebagai sumber dan cadangan air bagi penduduk. Dengan adanya airtanah yang dapat dikonsumsi oleh penduduk maka keberadaan airtanah perlu diketahui pula ketersediaannya. Bedasarkan jumlah ketersediaan air tawar yang terbesar, menurut catatan yang ada, tersimpan di dalam perut bumi, yang dikenal sebagai airtanah (Chow dalam Kodoatie, 2010:3). Bedasarkan perkiraan jumlah air di bumi (UNESCO dalam Chow dalam Kodoatie, 2010:12) dijelaskan bahwa jumlah air tanah yang ada di bumi ini jauh lebih besar dibandingkan jumlah air permukaan (98% dari semua air di daratan tersembunyi di bawah permukaan tanah dalam pori-pori batuan dan bahan-bahan butiran).

Airtanah mempunyai 3 (tiga) fungsi bagi manusia (toth dalam Kodoatie, 2010:3) yaitu :
  1. Sebagai sumber alam yang dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia.
  2. Bagian dari hidrologi dalam tanah yang mempengaruhi keseimbangan siklus hidrologi global.
  3. Sebagai anggota/agen dari geologi.
Ada dua sumber air tanah yaitu :
  1. Air hujan yang meresap ke dalam tanah melalui pori-pori atau retakan dalam formasi batuan dan akhirnya mencapai muka air tanah.
  2. Air dari aliran permukaan seperti sungai, danau, dan reservoir yang meresap melalui tanah ke dalam lajur jenuh.
Air tanah dan air permukaan merupakan sumber air yang mempunyai ketergantungan satu sama lain, air tanah adalah sumber persediaan air yang sangat penting, terutama di daerah-daerah dimana musim kemarau atau kekereingan yang panjang menyebabkan berhentinya aliran sungai.

Banyak sungai di permukaan tanah yang sebagian besar alirannya berasal dari tanah, sebaliknya juga aliran air sungai merupakan sumber utama untuk imbuhan air tanah. Pembentukan air tanah mengikuti siklus peredaran air di bumi yang disebut daur hidrologi. Yakni proses alamiah yang berlangsung pada air di alam, yang mengalami perpindahan tempat secara berurutan dan terus menerus.

Refrensi:
  1. Kodoatie, R. J.dan Rustam, S. (2010). Tata Ruang Air. Yogyakarta: ANDI
  2. Soemarto, C.D. (1986). Hidrologi Teknik. Surabaya: Usaha Nasional.
Airtanah (Groundwater), Pada: 7:22 PM
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved