REFERENSI PENDIDIKAN

Bullying Pada Remaja

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/bullying-pada-remaja.html

a. Makna Bullying

Sejumlah peneliti telah berusaha mendefinisikan perilaku bullying. Di antara definisi yang dikemukakan oleh para ahli tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Olweus(1994: 9) mendefinisikan bullying merupakan tindakan negatif yang dilakukan seseorang atau lebih, yang dilakukan berulang-ulang dan terjadi dari waktu ke waktu.
  2. Tattum dan Tattum (1993: 8) menjelaskan bahwa ”bullying adalah hasrat yang sadar dan disengaja untuk menyakiti dan membuat orang lain tertekan.”
  3. Rigby (2002: 15) mendefinisikan bullying sebagai ”penekanan atau penindasan berulang-ulang, secara psikologis atau fisik terhadap seseorang yang memiliki kekuatan atau kekuasaan yang kurang oleh orang atau kelompok orang yang lebih kuat.”
  4. Menurut Coloroso (2003: 44), bullying adalah tindakan bermusuhan yang dilakukan secara sadar dan disengaja yang bertujuan untuk menyakiti, Seperti menakuti melalui ancaman agresi dan menimbulkan teror Termasuk juga tindakan yang direncakan maupun yang spontan, bersifat nyata atau hampir tidak terlihat, di hadapan seseorang atau di belakang seseorang, mudah untuk diidentifikasi atau terselubung dibalik persahabatan, dilakukan oleh seorang anak atau kelompok anak.
Dari beberapa pengertian di atas, dapat dilihat bahwa pada dasarnya bullying adalah suatu perilaku agresif yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Suatu perilaku agresif dikategorikan sebagai bullying ketika perilaku tersebut telah menyentuh aspek psikologis korban. Jadi, bullying ialah suatu perilaku sadar yang dimaksudkan untuk menyakiti dan menciptakan teror bagi orang lain yang lebih lemah. Bullying disebut perilaku sadar karena perilaku ini dilakukan secara terorganisir dan memiliki tujuan yaitu untuk menciptakan teror bagi korban.

Akhirnya, Berdasarkan pemaparan para ahli, maka dapat disimpulkan bullying merupakan salah satu bentuk tindak kekerasan secara sadar, sengaja, dengan cara berulang-ulang kepada orang lain dengan tujuan untuk menyakiti baik secari fisik psikologis, termasuk tindakan yang direncanakan, maupun secara spontan, bersifat nyata atau hampir tidak terlihat, dihadapan seseorang atau dibelakang seseorang, mudah untuk diidentifikasi atau terselubung dibalik persahabatan dilakukan oleh seorang anak atau kelompok anak.

b. Tanda-Tanda Bullying

Olweus (1993: 9) merumuskan adanya tiga unsur dasar bullying, yaitu bersifat menyerang dan negatif, dilakukan secara berulang kali, dan adanya ketidakseimbangan kekuatan antara pihak yang terlibat. Hal tersebut sejalan dengan yang diungkapkan oleh Coloroso (2007: 44-45) bahwa bullying akan selalu mengandung tiga elemen, yaitu: kekuatan yang tidak seimbang, bertujuan untuk menyakiti, ancaman akan dilakukannya agresi. Sehingga seseorang dianggap menjadi korban bullying bila dihadapkan pada tindakan negatif seseorang atau lebih yang dilakukan berulang-ulang dan terjadi dari waktu ke waktu. Selain itu, bullying juga melibatkan kekuatan dan kekuasaan yang tidak Seimbang, sehingga korbannya berada dalam keadaan tidak mampu mempertahankan diri secara efektif untuk melawan tindakan negatif yang diterimanya Olweus(1993:10).

Refrensi:
  1. Olweus, D. (1993) Bullying at school: What we know and what we can do.Oxford: Blackwell.
  2. Rigby, Ken. (2002). New Perspectives on Bullying. Jesica Kingsley Publishers:London.
  3. Tattum   Delwyn,(1993). Understanding and managing bullying. Oxford:Heinemann School Management.
  4. Coloroso, Barbara. (2007). Stop Bullying (Memutus Rantai Kekerasan Anak dari Prasekolah Hingga SMU). Jakarta: PT. Ikrar Mandiri abadi.
Bullying Pada Remaja, Pada: 6:31 PM
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved