REFERENSI PENDIDIKAN

Computer Based Instruction (CBI) model simulasi

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/computer-based-instruction-CBI-model-simulasi.html

a. Pengertian CBI model simulasi

Model simulasi diartikan sebagai cara penyajian pengajaran dengan menggunakan situasi tiruan untuk menggambarkan situasi sebenarnya agar diperoleh pemahaman tentang hakikat suatu konsep, prinsip atau keterampilan tertentu. (Sumantri dan Permana dalam Ferro, 2005 : 21). Lebih lanjut, model simulasi pada dasarnya merupakan salah satu strategi pembelajaran yang memberikan pengalaman belajar yang lebih konkrit melalui penciptaan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati suasana sebenarnya (Putri, 2007 : 27). Dalam simulasi, peserta didik dapat terlibat sebagai pemain atau simulator dan juga sebagai penonton yang menilai serta memperhatikan jalannya simulasi serta mengambil pelajaran dari simulasi tersebut.

Dari pendefinisian para ahli di atas, bisa disimpulkan bahwa simulasi adalah suatu bentuk penyajian dengan merekayasa suatu objek yang dan membuat tiruannya dengan maksud untuk mengurangi kesalahan persepsi dari materi-materi yang bersifat kompleks atau abstrak. media yang bervariasi akan mampu menghidupkan suasana pembelajaran pembelajaran, mendorong motivasi belajar dan memudahkan memahami konsep-konsep yang abstrak atau rumit (Munir, 2008 : 115)

b. Kelebihan dan Kelemahan CBI Model Simulasi

Penerapan suatu model sangat bergantung kepada kondisi media dan lingkungan pembelajaran. Tidak ada model yang sempurna atau bagus dalam setiap model pembelajaran yang diterapkan di kelas. Setiap model pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Kelebihan dari model simulasi bisa dijabarkan sebagai berikut (Ferro, 2005 : 25) :
  1. Menciptakan kegairahan peserta didik untuk belajar
  2. Memupuk daya cipta peserta didik
  3. Memupuk keberanian dan kemantapan penampilan pserta didik
  4. Menyalurkan perasaan yang terpendam sehingga mendapat kepuasan, kesegaran serta kesehatan jiwa
  5. Sebagai bekal kehidupan di masyarakat
  6. Mengurangi hal-hal yang bersifat abstrak dan menampilkan kegiatan yang nyata
  7. Dapat ditemukan bakat-bakat baru dalam berperan atau berakting
Adapun kelemahan model simulasi bisa kita rincikan sebagai berikut (Ferro, 2005 : 26).
  1. Memerlukan pengelompokan peserta didik yang fleksibel
  2. Pengalaman simulasi tidak selalu tepat dengan kenyataan di lapangan
  3. Simulasi sebagai alat pelajaran kadang terabaikan menjadi alat hiburan
  4. Rasa malu, ragu, dan tidak percaya diri akan mengakibatkan simulasi terhambat
  5. Memerlukan imajinasi yang tinggi
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved