Faktor Penyebab Terjadinya Bullying

Quiroz et al,. (Sugiharto, 2009: 20) mengemukakan sedikitnya ada tiga faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku bullying, yaitu:

a. Hubungan keluarga

Oliver et al.,(Sanders, 2004: 123) mengemukakan enam karakteristik faktor latar belakang dari keluarga yang memengaruhi perilaku bullying pada individu, yaitu sebagai berikut.
  1. lingkungan emosional yang beku dan kaku dengan tidak adanya saling memperhatikan dan memberikan kasih sayang yang hangat;
  2. poa asuh yang permissive dengan pola asuh serba membolehkan, sedikit sekali memberikan aturan, membatasi untuk berperilaku, struktur keluarga yang kecil;
  3. Pengasingan keluarga dari masyarakat, kurangnya kepedulian terhadap hidup bermasyarakat, serta kurangnya keterlibatan keluarga dalam aktivitas bermasyarakat;
  4. konflik yang terjadi antara orangtua, dan ketidakharmonisan dalam keluarga;
  5. penggunaan disiplin, orangtua gagal untuk menghukum atau malah memperkuat perilaku agresi dan gagal untuk memberikan penghargaan;
  6. pola asuh orang tua yang otoriter dengan menggunakan kontrol dan hukuman sebagai bentuk disiplin yang tinggi, orang tua mencoba untuk membuat rumah tangga dengan aturan yang standar dan kaku.
Hal ini sejalan dengan beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh McCord and McCord (Berkowitz, 1993) menunjukkan bahwa penolakan, pelecehan (abusive), kesalahan mendidik (mistreatment), dan sikap keras orangtua terhadap anak cenderung menyebabkan anak bertindak agresif termasuk bullying (Retno Astuti, 2008:38).

b. Teman Sebaya

Pada usia remaja, anak lebih banyak menghabiskan waktunya diluar rumah. Pada masanya remaja memiliki keinginan untuk tidak lagi terlalu bergantung pada keluarganya dan mulai mencari dukungan dan rasa aman dari kelompok sebayanya, oleh karena itu salah satu faktor yang sangat besar dari perilaku bullying pada remaja disebabkan oleh teman sebaya yang memberikan pengaruh negatif dengan cara memberikan ide baik secara aktif maupun pasif bahwa bullying tidak akan berdampak apa-apa dan merupakan suatu hal yang wajar dilakukan.

Pencarian identitas diri remaja dapat melalui penggabungan diri dalam kelompok teman sebaya atau kelompok yang diidolakannya. Bagi remaja, penerimaan kelompok penting karena mereka bisa berbagi rasa dan pengalaman dengan teman sebaya dan kelompoknya. Untuk dapat diterima dan merasa aman sepanjang saat-saat menjelang remaja dan sepanjang masa remaja mereka, anak- anak tidak hanya bergabung dengan kelompok-kelompok, mereka juga membentuk kelompok yang disebut klik. Klik memiliki kesamaan minat, nilai, kecakapan, dan selera. Hal ini memang baik namun ada pengecualian budaya sekolah yang menyuburkan dan menaikan sejumlah kelompok diatas kelompok lainnya, hal itu menyuburkan diskriminasi dan penindasan atau perilaku bullying (Coloroso, 2007: 65).

c. Pengaruh Media

Program televisi yang tidak mendidik akan meninggalkan jejak pada benak pemirsanya. Akan lebih berbahaya lagi jika tayangan yang mengandung unsur kekerasan ditonton anak-anak pra sekolah perilaku agresi yang dilakukan anak usia remaja sangat berhubungan dengan kebiasaannya dalam menonton tayangan di televisi (Khairunnisa, 2008).

Hasil penelitian Saripah(2006: 3) mengatakan bahwa pengaru media dalam perilaku bullying sangat menentukan, survey yang dilakukan kompas memperlihatkan bahwa 56, 9% anak meniru adegan-adegan film yang ditontonnya mereka meniru gerakan (64%) dan kata-kata sebanyak(43%). Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa televisi memiliki peranan penting dalam pembentukan cara berfikir dan berperilaku. Hal ini tidak hanya terbatas pada media televisi saja, namun juga dalam semua bentuk media yang lain. Remaja yang terbiasa menonton kekerasan di media cenderung akan berperilaku agresif dan menggunakan agresi untuk menyelesaikan masalah.

Alasan bullying disekolah saat ini semakin meluas salah satunya adalah karena sebagian besar korban enggan menceritakan pengalaman mereka kepada pihak yang mempunyai kekuatan untuk mengubah cara berfikir mereka dan menghentikan siklus bullying, yaitu pihak sekolah dan orangtua. Korban merahasiakan bullying yang mereka derita karena takut pelaku akan semakin mengintensifkan bullying mereka. Akibatnya korban bisa semakin menyerap ”falsafah” bullying yang didapat dari seniornya dalam penelitian yang dilakukan oleh Riauskina dkk(Sugiharto, 2009: 24) korban mempunyai persepsi bahwa pelaku melakukan bullying karena.
  1. Tradisi;
  2. balas dendam karena dia dulu pernah diperlakukan sama;
  3. ingin menunjukkan kekuasaan;
  4. marah karena korban tidak berperilaku sesuai yang diharapkan;
  5. mendapat kepuasan;
  6. irihati.
Adapun korban mempersepsikan dirinya sendiri menjadi korban bullying karena.
  1. penampilan mencolok;
  2. berperilaku dengan tidak sesuai;
  3. perilaku dianggap tidak sopan;
  4. tradisi.
Bullying dilembaga pendidikan dapat terjadi karena adanya superioritas dalam diri siswa hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Coloroso (2007: 57) bullying adalah arogansi yang terwujud dalam tindakan. Remaja yang melakukan bullying memiliki hawa superioritas yang sering dijadikan topeng untuk menutupi ketidakmampuan dirinya. Pelaku bullying berdalih bahwa superioritas dianggap memperbolehkan remaja melukai seseorang yang mereka anggap lebih lemah padahal semuanya adalah dalih untuk merendahkan seseorang sehinngga mereka merasa lebih unggul.

Refrensi:
  1. Coloroso, Barbara. (2007). Stop Bullying (Memutus Rantai Kekerasan Anak dari Prasekolah Hingga SMU). Jakarta: PT. Ikrar Mandiri abadi.
  2. Sugiharto, Indriani. (2009). Layanan Responsif Bimbingan Dan Konseling Berbasis Model Transteori Untuk Menanggulangi Perilaku Bullying Siswa. Skripsi di jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan UPI Bandug : tidak diterbitkan.
  3. Sanders Cheryl E, and Phye Gary D. (2004). Bullying : implications for the classroom. California USA. Elsevier Academic Press.
  4. Astuti, R.P. (2008). Meredam Bullying (3 Cara Efektif Mengatasi Kekerasan Pada Anak). Jakarta: PT. Grasindo.
  5. Khairunnisa, (2008). Geng   nero: kekerasan   remaja   yang ditumbuhkembangkan.[Online]. Tersedia http://www.bullyingpks.php