Hasil Belajar Siswa

a. Pengertian Hasil Belajar

Istilah hasil belajar berasal dari bahasa Belanda “prestatie” dalam bahasa Indonesia menjadi prestasi yang berarti hasil usaha. Hasil belajar sering dipergunakan dalam arti yang sangat luas yakni untuk bermacam-macam aturan terhadap apa yang telah dicapai oleh siswa. Misalnya, ulangan sehari-hari, tugas-tugas pekerjaan rumah, tes lisan yang dilakukan selama pelajaran berlangsung, ujian akhir semester, dan sebagainya.

Pada umumnya, untuk menilai hasil belajar siswa, guru dapat menggunakan bermacam-macam “achievement test,” seperti oral test,”essay test” dan objektif test”. Untuk menilai proses belajar murid yang bersifat keterampilan (skill) tidak hanya dengan tes tulis atau tes lisan, tapi harus dengan “performance test” yang bersifat praktek.

Hasil belajar pada dasarnya adalah suatu kemampuan yang berupa keterampilan dan perilaku baru sebagai akibat latihan atau pengalaman. Menurut Bloom dalam Susilana (2006: 34) mengemukakan tiga ranah hasil belajar yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Proses belajar pada dasarnya ditandai dengan perubahan tingkah laku.

b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, diantaranya faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang ada di luar individu. 

1. Faktor Internal

Faktor internal dipengaruhi oleh faktor biologis dan faktor psikologis. Fakto biologis yaitu keadaan jasmani yang perlu diperhatikan yaitu kondisi fisik yang normal atau tidak memiliki cacat sejak dalam kandungan sampai sesudah lahir. Faktor psikologis yang mempengaruhi keberhasilan belajar meliputi segala hal yang berkaitan dengan kondisi mental seseorang. Kondisi mental yang dapat menunjang keberhasilan belajar adalah kondisi mental yang mantap dan stabil. Faktor psikologis ini meliputi intelegensi, kemauan, dan bakat.

2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar diantarnya faktor lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Faktor lingkungan rumah atau keluarga ini merupakan lingkungan pertama dan utama pula dalam menentukan keberhasilan belajar seseorang. Suasana lingkungan rumah yang cukup tenang, adanya perhatian orang tua terhadap perkembangan proses belajar dan pendidikan anak-anaknya maka akan mempengaruhi keberhasilan belajarnya. Lingkungan sekolah sangat diperlukan untuk menentukan keberhasilan belajar siswa. Hal yang paling mempengaruhi keberhasilan belajar para siswa di sekolah mencakup metode belajar, media belajar, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, tata tertib yang ditegakkan secara konsisten. Seorang siswa hendaknya dapat memilih lingkungan masyarakat yang dapat menunjang keberhasilan belajar. Masyarakat merupakan faktor eksternal yang juga berpengaruh terhadap belajar siswa karena keberadaanya dalam masyarakat. Lingkungan yang dapat menunjang keberhasilan belajar diantaranya lembaga pendidikan nonformal, seperti kursus bahasa asing, bimbingan tes, pengajian remaja. 

Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar seseorang dan dapat mencegah siswa dari penyebab-penyebab terlambatnya pembelajaran.

Refrensi:

Susilana, Rudi dkk. (2006). Kurikulum & Pembelajaran. Bandung; Jurusan Kurtekpend UPI