Hubungan Belajar dengan Pembelajaran

Belajar dan pembelajaran merupakan dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain (Kokom Komalasari, 2010: 4). Keterkaitan belajar dan pembelajaran dapat digambarkan dalam sebuah sistem, proses belajar dan pembelajaran memerlukan masukan dasar (raw input) yang merupakan bahan pengalaman belajar dalam proses belajar mengajar (learning teaching process) dengan harapan berubah menjadi keluaran (output) dengan kompetisi tertentu. 

Selain itu, proses belajar dan pembelajaran juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang menjadi masukan    lingkungan (environment input) dan faktor instrumental (instrumental input) yang merupakan faktor yang secara sengaja dirancang untuk menunjang proses belajar mengajar dan keluaran yang ingin dihasilkan. 

Pembelajaran berupaya mengubah masukan berupa siswayang belum terdidik menjadi siswa yang terdidik, siswa yang belum memiliki pengetahuan tentang sesuatu menjadi siswa yang memiliki pengetahuan. Pembelajaran yang efektif ditandai dengan terjadinya proses belajar dalam diri siswa. Dunne dan Wragg (Lena Nuryanti, 2008:30) menyatakan bahwa pembelajaran efektif memudahkan siswa belajar sesuatu yang bermanfaat seperti fakta, keterampilan, nilai, konsep, cara hidup serasi dengan sesama atau sesuatu hasil belajar yang diinginkan.

Belajar mungkin saja terjadi tanpa pembelajaran, namun pengaruh aktivitas pembelajaran dalam belajar hasilnya lebih sering menguntungkan dan biasanya lebih mudah diamati. Pembelajaran sebagai suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mendukung dan mempengaruhi terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal.

Namun, untuk mancapai tujuan belajar yang baik dapat ditempuh melalui proses pembelajaran yang efektif. Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran dengan pengunaan pendekatan system dalam perancangan pembelajaran menurut Dick dan Carey (Lena Nuryanti, 2008:31) yaitu antara lain :
  1. Mengidentifikasi tujuan pembelajaran dengan anlisis kebutuhan
  2. Analisis pembelajaran
  3. Identifikasi kemampuan awal dan karakteristik siswa
  4. Perumusan tujuan pembelajaran khusus
  5. Pengembangan tes acuan patokan
  6. Pengembangan strategi pembelajaran
  7. Perancangan dan penyelenggaraan evaluasi sumatif
Refrensi:
  1. Komalasari, Kokom. (2010). Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi.
  2. Nuryanti, B Lena. (2009). 99 Model Pembelajaran. Bandung : Bina Tugas Mandiri