REFERENSI PENDIDIKAN

Identifikasi A.hydrophila secara Molekuler

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/identifikasi-ahydrophila-secara.html

Identifikasi bakteri A. hydrophila dapat dilakukan dengan teknik PCR. Primer yang digunakan adalah primer spesifik A. hydrophila. Primer ini didisain oleh Dorsh (1994). Dorsh (1994) merancang primer tersebut, dari hasil turunan gen 16S rRNA A. hydrophila. Primer spesifik A. hydrophila dapat mendeteksi pita dengan ukuran panjang 685 pb (Gardenia, et al., 2010). Beberapa penelitian juga menggunakan primer ini untuk identifikasi A.hydrophila. Nielsen et al., (2001) dalam penelitiannya melaporkan, dari 10 genera Aeromonas di antaranya A. hydrophila ATCC 7966; A. bestiarum ATCC 51108; A. salmonicida NCIMB 1102; A. sobria ATCC 43979; A. veronii biogroup veronii ATCC 35624; A. caviae ATCC 15468; A. trota ATCC 49657; A. jandaei ATCC 49568; A. schubertii ATCC 43700; dan A. allosaccharophila ATCC 51208, hanya bakteri

A. hydrophila ATCC 7966 yang terdeteksi positif menghasilkan pita 685 pb. Di Indonesia primer ini sudah digunakan oleh Gardenia et al., (2010) ntuk mengidentifikasi bakteri A. hydrophila. Hasil penelitiannya menyebutkan bahwa dari empat isolat bakteri Aeromonas yang diambil dari berbagai jenis ikan, tiga diantaranya terdeteksi positif menghasilkan pita berukuran 685 pb. Selain itu, primer ini juga digunakan oleh Lee, Y. et al., (2000) untuk identifikasi A. hydrophila. Dalam hasil penelitiannya menyebutkan bahwa dari beberapa ratus isolat hanya 8 yang terdeteksi positif menghasilakn pita 685 pb.

Refrensi:

Gardenia, L., Koesharyani, I., Supriyadi, H., & Mufidah, T., 2010. Aplikasi Aeromonas hydrophila Penghasil Aerolysin dengan menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR). Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur. Pusat Riset Perikana Budidaya.
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved