REFERENSI PENDIDIKAN

Identifikasi A. hydrophila secara biokimia

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/identifikasi-hydrophila-secara-biokimia.html

Identifikasi bakteri A. hydrophila secara biokimia dilakukan dengan beberapa uji biokimia (SNI, 2009). Uji biokimia yang dilakukan menurut SNI (2009) adalah uji Rimler-Shotts, pewarnaan Gram, motilitas, uji oksidasi, dan uji oksidatif-fermentatif.

a. Uji Rimler-Shotts

Uji Rimler-Shotts adalah uji yang menggunakan medium selektif Rimler-Shotts untuk identifikasi bakteri A. hydropila. Dari hasil penelitian Rimler-Shotts(1973) dapat diketahui bahwa keakuratan medium Rimler-Shotts untuk identifikasi bakteri A. hydrophila adalah 94%. Penelitiannya melaporkan bahwa dari 109 isolat 13 genera dapat tumbuh dalam medium ini  (Rimler-Shotts, 1973). Bakteri A. hydrophila yang di tumbuhkan dalam media Rimler-Shotts, koloni yang terbentuk berwarna kuning tanpa titik hitam ditengahnya.

Medium Rimler-Shotts merupakan medium yang formulanya dibuat oleh Rimler dan Shotts (1973). Pada dasarnya, medium ini menggunakan prinsip Xylose-Lysine (XL) (Taylor. & Harris, 1965) agar yang digunakan untuk identifikasi bakteri A. hydrophila dan beberapa bekteri gram negatif lainnya yang mempunyai kemampuan decarboxylate lysine dan ornithine, fermentasi maltose, dan produksi H2S. Kandungan yeast extract dalam medium ini, berfungsi sebagai sumber nutrisi bagi bakteri. Sedangkan, sodium thiosulphate, l-cysteine hydrochloride dan ferric ammonium citrate merupakan indikator dalam produksi H2S (MacFaddin, 1985). Kandungan Sodium deoxycholate dan novobiosin merupakan inhibitor bakteri gram positif dan jenis Vibrio. Warna hijau dari basal medium Rimler-Shotts dikarenakan kandungan bromotymol blue. Penampakan satu koloni bakteri yang berwarna kuning pada medium Rimler-Shotts dikarenakan adanya fermentasi maltosa. Pengamatan bakteri A. hydrophila dalam medium Rimler-Shotts dilakukan pada saat berumur 24-26 jam. Lebih dari itu, biasanya warna koloni bakteri A. hidrophila perlahan dapat berubah dari koloni kuning menjadi kehijaun. Hal ini terjadi karena, produksi alkaline selama proses decarboxylasi asam amino (Hi Media Laboratories, Tanpa Tahun).

b. Pewarnaan Gram

Menurut SNI (2009) bakteri yang positif A.hydrophila merupakan bakteri gram negatif dengan bentuk sel batang pendek. Umumnya bakteri gram negatif memiliki dinding sel dengan kandungan lipid yang tinggi. Lipid dapat larut oleh alkohol, sehingga kompleks zat warna kristal violet pada dinding sel bakteri tidak dapat dipertahankan dan mengikat zat warna merah safranin pada waktu pewarnaan. Warna merah safranin yang tetap dipertahankan menunjukkan bahwa bakteri tersebut merupakan bakteri gram negatif (Cappuccino & Sherman, 2005; Pelczar & Chan, 2006).

c. Motilitas

Beberapa bakteri bersifat “motil” artinya dapat melakukan pergerakan. Bakteri motil biasanya setelah diinokulasikan ke dalam medium semi solid agar, pertumbuhannya akan menyebar. Sedangkan yang bakteri nonmotil pertumbuhannya hanya ada di daerah tusukan (Cappuccino dan Sherman, 2005). Pergerakan pada bakteri didukung dengan adanya struktur yang menyerupai benang panjang yang disebut flagellum yang tumbuh dalam membran sel. Flagela merupakan salah satu struktur utama di luar sel bakteri yang menyebabkan terjadinya pergerakan (motilitas) pada sel bakteri. Flagela dibuat dari sub unit protein yang disebut flagelin. Sebagian besar spesies bakteri yang termasuk kelompok Bacillus dan Spririlium mempunyai flagella sebagai alat geraknya, tetapi jarang ditemukan pada kelompok bakteri yang berbentuk coccus (Pelzar & Chan, 2006)

d. Uji Oksidasi

Enzim oksidase merupakan enzim yang vital dalam transfer elektron pada sisitem respirasi aerobik. Cytochrome oksidase mengkatalis cytochrome dengan bantuan O2 menjadi H2O atau H2O2. Bakteri aerobik, fakultatif anaerob, dan microaerophilic biasanya positif dalam uji ini (Cappucino & Sherman, 2005). Kemampuan memproduksi enzim okisidase dapat diketahui dengan meneteskan reagen tetramethyl-phenylenediamine dihydrochloride pada koloni bakteri, jika berwarna ungu maka hasilnya positif (SNI, 2009 & Brown, 2012).

e. Uji Oksidatif-Fermentatif

Pengujian oksisatif-fermentatif dilakukan untuk mengetahui bahwa bakteri yang diuji dapat melakukan okdisasi, fermentasi ataupun keduanya. Sumber nutrisi dalam medium oksisatif-fermentatif adalah glukosa. Warna hijau pada medium dikarenakan kandungan bromo-phenol blue. Warna kuning setelah proses inkubasi menunjukan hasil positif. Proses uji fermentasi dengan menambahkan cairan paraffin liquid sebagai cairan penutup sehingga keadaan yang anaerob.

Sedangkan uji oksidasi tidak ditambahan parafin liquid, agar tabung tetap dalam keadaan aerobik. Oleh karena itu dalam uji oksidatif-fermentatif menggunakan keduanya dalam proses pengujiannya (Brown, 2012).

Refrensi:
  1. SNI. 2009. Metode Identifikasi Bakteri Aeromonas hydrophila secara biokimia. SNI 7303:2009
  2. Rimler, R. & Shotts, B. 1973. Medium for the Isolation of Aeromonas Hydrophila. APPumD Microbiology, Oct. 1973, p. 550-553 Copyright 0 1973 American Society for Microbiology Vol. 26, No. 4
  3. Taylor W. I. and Harris B., 1965, Am. J. Clin. Pathol., 44:476.
  4. MacFaddin J. F., 1985, Media for Isolation-Cultivation-Identification-Maintenance of Medical Bacteria, Vl. I, Williams and Wilkins, Baltimore.
  5. Cappuccino, J.G. & Sherman, N. (2005). Microbiology: A Laboratory Manual. California: The Benjamin Comings Publishing Company.Inc.
  6. Pelczar, M. J. & Chan, E. C. S. (2006). Dasar-dasar Mikrobiologi 1. Jakarta : UI-Press.
  7. Brown, 2012. Benson’s Microbiological Applications Laboratory Manula in General Microbiology. McGraw-Hill Companies, Inc., 1221 Avene of the Americas, New York
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved