REFERENSI PENDIDIKAN

Kelompok-kelompok Sosial Masyarakat Perkotaan

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/kelompok-kelompok-sosial-masyarakat.html

Penyebaran populasi manusia di suatu wilayah perkotaan tidak secara random, tetapi berkonsentrasi dalam bentuk kelompok-kelompok ketetanggaan yang mengekspresikan perbedaan karakteristik manusianya itu sendiri. Ada tiga model yang membantu menjelaskan bagaimana kecenderungan berbagai tipe manusia memilih bagian-bagian wilayah kota untuk dijadikan tempat tinggal sesuai dengan model-model struktur perkotaan yang bersangkutaa Model-model struktur perkotaan (urban) yang dimaksudkan itu adalah:

1. The concentric zone model. 

The concentric zone model, model wilayah konsentrik ini menjelaskan distribusi kelompok-kelompok sosial di segenap bagian-bagian wilayah perkotaan yang bersangkutan, yang dikembangkan sejak tahun 1923 oleh seorang ahli sosiologi yang bernarr.a E.\V. Burgess. Teori dari Burgess ini mengatakan bahwa sebuah kota akan cenderung tumbuh ke arah luar dari wilayah sentralnya (pusat, inti) dengan membuat pola yang menggambarkan satu sen lingkaran yang konsentrik, seumpama lingkaran-lingkaran lapisan kayu yang sering tampak pada penampang batang pohon. Akurasi (ketepatan) ukuran dan luasnya lingkaran-lingkaran tersebut bervariasi untuk setiap kota, tetapi untuk ciri dasamya sama bagi semua kota yang sederajat.

Struktur wilayah perkotaan model Burgess dapat dipilah menjadi lima zone, yaitu (1) The Central Business District (CBD), merupakan pusat kegiatan bisnis yang terbebas dari tempat tinggal penduduk. Wilayah CBD dikitari oleh lingkaran atau ring berikutnya yaitu (2) The Zone tn Transition, wilayah ini ditempati oleh kegiatan industri dan pemukiman kumuh atau slum-areas. Kaum imigran yang memasuki kota untuk pertama kalinya mereka tinggal di zone ini dengan unit-unit tempat tinggal yang relatif kecil-kecil; kemudian, tumbuhlah tempat-tempat hunian yang lebih luas yang diekspresikan oleh menjamurnya bangunan apartement atau kamar-kamar untuk individual. Ring ketiga (berikutnya) adalah (3) The Zone of Working-Class Homes, suatu kompleks perumahan relatif tua yang dihuni oleh keluarga-keluarga kelas pekerja atau buruh. Ring berikutnya adalah (4) The Zone of Better Residences, zone dengan perumahan yang relatif lebih baru, besar-besar, dan dihuni oleh keluarga-keluarga dari kelas menengah. Ring kelima atau terakhir adalah (5) The Commuter's Zone, merupakan daerah ke arah mana kota diperluas. Sementara orang, yang memiliki pekerjaan didaerah-daerah pusat kota banyak memilih untuk tinggal di unit-unit perkampungan yang relatif kecil yang telah berangsur berubah menjadi kota-kota kecil diseputar kota. Di sana banyak tumbuh semacam asrama-asrama atau mess, yang disediakan bagi para penglaju atau commuters.

2.  The sector model dan 

The Sector Model, teori yang kedua ini dikembangkan oleh seorang ahli lahan, yaitu Homer Hoyt, pada tahun 1939. Teori ini mengatakan bahwa perkembangan kota pada hakekatnya adalah perkembangan serangkaian sektor atau unit-unit wilayah, dan bukan serangkaian lingkaran konsentrik dari Burgess. Wilayah-wilayah tertentu dari model kota Hoyt ini iebih .atraktif atau menarik untuk berbagai aktivitas, karena hampir semua faktor iingkungan menguntungkan bagi aktivitas-aktivitas tcrsebui. Pcrtumbuhan kola menurut Hoyt meluas ke arah luar seiring dengan aktivitas-aktivitasnya sehingga membentuk unit-unit wilayah atau sektor-sektor yang menjauh dari pusat. Sementara itu pula sektor atau distrik dengan tipe perumahan dari kelas atas dibangun dengan mantapnya. Pembangunan perumahan berikutnya umumnya dibangun dipinggiran luar dari distrik kelas elit tadi, yang berarti Iebih jauh lagi dari pusat kota.

Kompleks perumahan yang terbaik bisa dijumpai pada perpanjangan koridor (carridor) dari pusat kota atau downtown ke arah daerah pinggiran luar kota tersebut Kawasan industri dan aktivitas perbelanjaan dikembangkan di sektor-sektor lain, umumnya berlokasi di sepanjang jalur transportasi yang baik. Hoyt, sama halnya dengan Burgess, sama-sama mengklaim bahwa pola-pola yang berlaku di kota-kota besar seperti Chicago, tel berkontribusi memperkuat model atau teori mereka.

3. The multiple nuclei model. 

The Multiple Nuclei Model, teori ini berasal dari C.D. Harris dan E.L. Ullman. Mereka adalah ahli Geografi. Pada tahun 1945 mereka mengembangkan teori ini yang menyatakan bahwa sebuah kota adalah struktur yang kompleks, yang melibatkan lebih dari sekedar sejumlah sektor wilayah yang merupakan pusat-pusat di mana sejumlah kegiatan berotasi. Sebagai contoh dari titik-titik aktivitas atau keramaian antara lain sebuah pelabuhan (udara, laut), kegiatan bisnis, universitas, kompleks pertamanan, industri manifaktur, industri hiburan dan seterusnya.

Berdasarkan teori Harris ini, maka sebagian dari aktivitas tertarik ke titik-titik atau pusat-pusat wilayah bagian kota tertentu; dan yang lainnya memanfaatkan kehadiran aktivitas-aktivitas tadi. Sebagai contoh, pusat kegiatan universitas akan bisa menarik kelompok masyarakat terdidik, kafetaria, book stores, jasa foto copy, komputer dan sejenisnya. Bandar udara bisa menarik kegiatan-kegiatan perhotelan, kompleks pergudangan, dan sejenisnya. Kegiatan-kegiatan penggunaan lahan lainnya akan cenderung berkonsentrasi di lokasi-lokasi yang beragam. Kawasan industri-berat dan perumahan mewah atau high-class, amat jarang bertetangga dekat dengan kelompok-kelompok lainnya.

Refrensi:

Kamsori, M. Hery. 2012. Masyarakat Urban. Tidak Diterbitkan.
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved