Kinerja Mengajar Guru

Kinerja guru di sekolah sangat menentukan dalam usaha pencapaian tujuan sekolah. Baik buruknya kinerja guru bisa dilihat dari perilaku nyata yang ditampilkan sesuai dengan peran dan tugas guru di sekolah, dimana perilaku tersebut terkait dengan proses pencapaian hasil kerja yang dicapai. 

Sebagaimana yang diungkapkan menurut Ondi Saondi dan Suherman (2009:21), bahwa : 
kinerja guru adalah kemampuan yang ditunjukkan oleh guru dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya.
Salah satu tugas utama seorang guru di sekolah adalah mengajar. Mengajar pada dasarnya tidak dapat dipandang sebagai usaha yang sederhana dan mudah. Pengajaran yang berkualitas bila dipandang dari sudut sistem disusun oleh beberapa unsur yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi demi kualitas yang telah direncanakan sebelumnya. Oleh karena itu mengajar bagi seorang guru memerlukan tanggung jawab moral yang berat dan menjadi suatu kewajiban guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Dalam UU No.14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen , Bab IV Bagian kedua tentang Hak dan Kewajiban Guru Pasal 20 menjelaskan bahwa : “Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.”

Seperti yang telah dijelaskan bahwa kinerja guru adalah hasil kerja guru yang ditunjukkan dalam melaksanakan tugas, peran dan tanggung jawabnya berdasarkan kepada kecakapan, pengalaman dan kesungguhan. Dalam hal ini kinerja guru yang berhubungan dengan tugasnya mengajar. Secara ideal guru yang diharapkan adalah guru yang memiliki kemampuan mewujudkan kinerja yang dapat melaksanakan fungsi dan peranannya secara optimal. Perwujudan fungsi dan perannya secara optimal tersebut terutama tercermin melalui keunggulannya dalam mengajar, berhubungan dengan siswa, hubungan sesama rekan profesi, dan keterampilan profesionalnya.

Kinerja mengajar merupakan penampilan kerja yang dilakukan oleh seorang guru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan bimbingan belajar yang berisi pengetahuan dan keterampilan yang akan mengarah pada peningkatan prestasi peserta didik. Kinerja mengajar yang baik merupakan salah satu prasyarat bagi keberhasilan dan kesuksesan proses belajar mengajar. Dengan demikian untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan, guru dituntut untuk senantiasa mampu tampil dengan baik.

Kinerja mengajar guru sebagaimana yang telah dikemukakan yaitu berhubungan dengan tugas guru sebagai pengajar di kelas. Kinerja mengajar guru yang baik tentunya tergambar pada penampilan kemampuan akademik maupun kemampuan profesi, artinya mampu mengelola proses belajar mengajar di dalam kelas dan mendidik siswa di luar kelas dengan sebaik-baiknya demi mencapai hasil belajar yang maksimal. Menurut Nana Sudjana (1987:19), kemampuan guru yang banyak hubungannya dengan usaha meningkatkan proses dan hasil belajar yaitu : “(a) merencanakan program belajar mengajar, (b) melaksanakan dan memimpin/mengelola proses belajar mengajar, (c) menilai kemajuan proses belajar mengajar, (d) menguasai bahan pelajaran.”

 Sedangkan menurut Majid (2011:91) mengemukakan bahwa :
Jika proses belajar mengajar itu ditinjau dari segi kegiatan guru, maka terlihat guru memegang peranan prima. Ia berfungsi sebagai pembuat keputusan yang berhubungan dengan perencanaan, implementasi dan penilaian/evaluasi.
Berdasarkan uraian diatas, dengan demikian tugas guru dalam mengajar perlu memiliki kemampuan merencanakan, melaksanakan dan menilai hasil proses belajar mengajar. Hal tersebut merupakan sebagai perwujudan, penampilan atau kinerja guru dalam melaksanakan tugas profesinya sebagai pengajar.

Refrensi:
  1. Saondi, O dan Suherman, A. (2009). Etika Profesi Keguruan. Kuningan: PT Refika Aditama.
  2. Sudjana, N. (1987). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
  3. Majid, A. (2011). Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.