Kompetensi Guru Sebagai Pendidik

Tugas dan peran sebagai seorang guru dalam melaksanakan tanggung jawab yang diembannya tentu harus memiliki kemampuan atau kompetensi yang dipersyaratkan. Kompetensi merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dikuasai dan diaktualisasikan oleh guru dalam melaksanakan tugasnya. Kompetensi sangat diperlukan untuk mengembangkan kualitas dan aktivitas seorang guru supaya mencapai hasil yang memuaskan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 74 Tahun 2008 Tentang Guru Pasal 3 ayat 2 menyatakan bahwa: 
Kompetensi guru meliputi : kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi profesional.
Adapun penjelasan kompetensi yang harus dimiliki seorang guru tersebut sebagaimana dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.74 Tahun 2008 Tentang Guru Pasal 3 Ayat 4-7 menjelaskan bahwa kompetensi yang harus dimiliki guru dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Kompetensi pedagogik 

Merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi :
  1. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan;
  2. Pemahaman terhadap peserta didik;
  3. Pengembangan kurikulum atau silabus;
  4. Perancangan pembelajaran;
  5. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis;
  6. Pemanfaatan teknologi pembelajaran;
  7. Evaluasi hasil belajar; dan
  8. Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
b. Kompetensi kepribadian 

Sekurang-kurangnya mencakup kepribadian yang:
  1. Beriman dan bertakwa;
  2. Berakhlak mulia;
  3. Arif dan bijaksana;
  4. Demokratis;
  5. Mantap;
  6. Berwibawa;
  7. Stabil;
  8. Dewasa;
  9. Jujur;
  10. Sportif;
  11. Menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat;
  12. Secara obyektif mengevaluasi kinerja sendiri; dan
  13. Mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.
c. Kompetensi sosial 

Merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat yang sekurang-kurangnya meliputi kompetensi untuk :
  1. Berkomunikasi lisan, tulis, dan/ atau isyarat secara santun;
  2. Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional;
  3. Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan satuan pendidikan, orang tua atau wali peserta didik;
  4. Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku; dan
  5. Menerapkan prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan.
d. Kompetensi profesional 

Merupakan kemampuan guru dalam menguasai pengetahuan bidang ilmu pengetahuan teknologi, dan/atau seni budaya yang diampunya yang sekurang-kurangnya meliputi penguasaan :
  1. Materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/ atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu; dan
  2. Konsep dan metode disiplin keilmuan, teknologi atau seni yang relevan, yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/ atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu.
Kompetensi guru tersebut dipandang perlu untuk dimiliki sebagai bagian atau komponen yang tidak terpisahkan dari eksistensi guru dalam menjalankan profesinya, sebab pekerjaan guru tidak gampang dan tidak sembarangan dilaksanakan melainkan harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai  pendukung dan penunjang pelaksanaan profesi. Jika guru tidak mempunyai kompetensi yang dipersyaratkan sangat mustahil akan terwujud pelaksanaan kegiatan proses pendidikan di sekolah akan menjadi lebih baik dan terarah. Kompetensi tersebut merupakan modal dasar bagi guru dalam membina dan mendidik peserta didik sehingga tercapai mutu pendidikan yang akan menghasilkan peserta didik yang memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan yang paripurna.

Refrensi:

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 74 Tahun 2008 Tentang Guru.