REFERENSI PENDIDIKAN

Konsep Bimbingan Kelompok

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/konsep-bimbingan-kelompok.html

a. Definisi Bimbingan Kelompok

Bimbingan kelompok merupakan bagian dari bimbingan secara keseluruhan. Dalam pelaksanaannya kegiatan bimbingan dapat secara individual dan kelompok. Dalam kondisi tertentu, ada masalah yang tidak dapat ditangani secara individual, kelompoksituasi kelompok dapat dimanfaatkan untuk menyelenggarakan layanan bagi peserta didik. Sasaran dalam bimbingan kelompok pada hakikatnya sama dengan sasaran dalam bimbingan pada umumnya yakni individu. Individu yang dimaksud yaitu individu sebagai bagian dari kelompok, atau semua indivdu yang tergabung dalam kelompok.

Menurut Sukardi (1987) bimbingan kelompok adalah layanan bimbingan yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari narasumber tertentu (terutama dari pembimbing/konselor) yang berguna untuk menunjang kehidupannya sehari-hari baik individu maupun pelajar, anggota keluarga dan masyarakat serta untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Winkel (1997) menjelaskan bahwa bimbingan kelompok adalah kegiatan kelompok diskusi yang menunjang perkembangan pribadi dan perkembangan sosial masing-masing individu dalam kelompok, serta meningkatkan mutu kerja sama dalam kelompok guna aneka tujuan yang bermakna bagi para partisipan.

Menurut Tohirin (2007, dalam Dwi, 2012) bimbingan kelompok adalah suatu cara memberikan bantuan kepada individu (siswa) melalui kegiatan kelompok. Dalam bimbingan kelompok merupakan sarana untuk menunjang perkembangan optimal masing-masing siswa, yang diharapkan dapat mengambil manfaat dari pengalaman pendidikan ini bagi dirinya sendiri.

Rusmana (2009: 13) menyatakan suatu proses pemberian bantuan kepada individu melalui suasana kelompok yang memungkinkan setiap anggota untuk belajar berpartisipasi aktif dan berbagi pengalaman dalam upaya mencegah timbulnya masalah atau dalam upaya pengembangan pribadi.

Dari beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok adalah proses pemberian bantuan kepada individu untuk menunjang perkembangan diri yang optimal, yang diberikan dalam situasi kelompok, yang dalam prosesnya individu berpartisipasi aktif serta berbagi pengalaman dalam upaya mencegah timbulnya masalah atau dalam upaya pengembangan diri.

b. Tujuan Bimbingan Kelompok

Ada beberapa tujuan bimbingan kelompok yang dikemukakan oleh beberapa ahli, yaitu sebagai berikut. Menurut Amti (1992: 108 dalam Erwintri 2012) bahwa tujuan bimbingan kelompok terdiri dari tujuan umum dan tujuan khusus. Secara umum bimbingan kelompok betujuan untuk membantu peserta didik yang mengalami masalah melalui prosedur kelompok. Selain itu juga menembangkan pribadi masing- masing anggota kelompok melalui berbagai suasana yang muncul dalam kegiatan itu, baik suasana yang menyenangkan maupun yang menyedihkan. Secara khusus bimbingan kelompok bertujuan untuk:
  1. Melatih peserta didik untuk berani mengemukakan pendapat di hadapan teman-temannya.
  2. Melatih peserta didik dapat bersikap terbuka di dalam kelompok
  3. Melatih peserta didik untuk dapat membina keakraban bersama teman-teman dalam kelompok khususnya dan teman di luar kelompok pada umumnya.
  4. Melatih peserta didik untuk dapat mengendalikan diri dalam kegiatan kelompok.
  5. Melatih peserta didik untuk dapat bersikap tenggang rasa dengan oran lain.
  6. Melatih peserta didik memperoleh keterampilan sosial
  7. Membantu peserta didik mengenali dan memahami dirinya dalam hubungannya dengan orang lain.
Ahli lain, yaitu Prayitno (1995: 178 dalam Ewintri 2012). menyatakan tujuan bimbingan kelompok sebagai berikut.
  1. Mampu berbicara di depan orang banyak.
  2. Mampu mengeluarkan pendapat, ide, saran, tanggapan, perasaan dan lain sebagainya kepada orang banyak.
  3. Belajar menghargai pendapat orang lain.
  4. Bertanggung jawab atas pendapat yang dikemukakannya.
  5. Mampu mengendalikan diri dan menahan emosi (gejolak kejiwaan yang bersifat negatif).
  6. Dapat bertenggang rasa.
  7. Menjadi akrab satu sama lainnya.
  8. Membahas masalah atau topik-topik umum yang dirasakan atau menjadi kepentingan bersama.
Layanan bimbingan kelompok dimaksudkan untuk memungkinkan siswa secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari nara sumber (terutama guru pembimbing) yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari baik sebagai individu maupun sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat (Sukardi, 1987).

Layanan bimbingan kelompok merupakan media pengembangan diri untuk dapat berlatih berbicara, menanggapi, memberi menerima pendapat orang lain, membina sikap dan perilaku yang normatif serta aspek-aspek positif lainnya yang pada gilirannya individu dapat mengembangkan potensi diri serta dapat meningkatkan perilaku komunikasi antarpribadi yang dimiliki.

c. Fungsi Bimbingan Kelompok

Fungsi dari layanan bimbingan kelompok diantaranya adalah sebagai berikut (Ewintri, 2012).
  1. Memberi kesempatan yang luas untuk berpendapat dan memberikan tanggapan tentang berbagai hal yang terjadi di lingkungan sekitar.
  2. Mempunyai pemahaman yang efektif, objektif, tepat, dan cukup luas tentang berbagai hal tentang apa yang mereka bicarakan.
  3. Menimbulkan sikap yang positif terhadap keadaan sendiri dan lingkungan mereka yang berhubungan dengan hal-hal yang mereka bicarakan dalam kelompok.
  4. Menyusun program-program kegiatan untuk mewujudkan penolakan terhadap sesuatu hal yang buruk dan memberikan dukungan terhadap sesuatu hal yang baik.
  5. Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang nyata dan langsung untuk membuahkan hasil sebagaimana apa yang mereka programkan semula

d. Asas Bimbingan Kelompok


Azas-azas yang ada dalam layanan bimbingan kelompok diantaranya adalah sebagai berikut (Ewintri, 2012).
  1. Azas kerahasiaan; Para anggota harus menyimpan dan merahasiakan informasi apa yang dibahas dalam kelompok, terutama hal-hal yang tidak layak diketahui orang lain.
  2. Azas keterbukaan; Para anggota bebas dan terbuka mengemukakan pendapat, ide, saran, tentang apa saja yang yang dirasakan dan dipikirkannya tanpa adanya rasa malu dan ragu-ragu.
  3. Azas kesukarelaan; Semua anggota dapat menampilkan diri secara spontan tanpa malu atau dipaksa oleh teman lain atau pemimpin kelompok.
  4. Azas kenormatifan; Semua yang dibicarakan dalam kelompok tidak boleh bertentangan dengan norma-norma dan kebiasaan yang berlaku.
Refrensi:
  1. Sukardi, Dewa Ketut. (1987). Bimbingan Karier di Sekolah-Sekolah. Jakarta: Ghalia Indonesia.
  2. Winkel. (1997). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Grasindo.
  3. Rusmana, Nandang. (2009). Permainan (Game & Play) Bandung: RIZQI Press.
  4. Ewintri.   (2012). Bimbingan   Kelompok. [Online].   Tersedia   di http://ewintri.wordpress.com/2012/01/02/bimbingan-kelompok/#more-125.
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved