Konsep Kamus Elektronik

a. Kamus Elektronik

Dewasa ini, kamus elektronik mulai banyak digunakan. Tentu saja karena lebih efisien dan fleksibel dibandingkan dengan kamus pada umumnya (cetak). Kamus elektronik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2008: 614) adalah “Kamus yang dikemas dalam bentuk cakram, disket, atau seperti kalkulator, dapat didistribusikan secara daring (online) melalui jaringan komputer atau internet.”

Kamus elektronik lebih efektif digunakan dalam pembelajaran karena efesien untuk dibawa kemanapun. Seiring perkembangan teknologi kamus elektronik lebih efektif digunakan dalam pembelajaran karena bentuknya efisien dan mudah digunakan.

Pendapat yang dikemukakan Winkler (2001: 192) menyatakan bahwa:
Dictionaries in computerised form are one of the latest developments in the field of lexicography. They offer many of the advantages of modern technology, contain much more information than the printed versions on which they are based, can make use of multimedia, such as sound and animation, and perform complex searches much faster than we can turn pages.
[Kamus dalam bentuk komputerisasi merupakan salah satu perkembangan terakhir dalam bidang leksikografi. Kamus ini banyak menawarkan keuntungan teknologi modern, terdiri dari informasi yang lebih banyak daripada kamus versi cetak, kamus ini dapat pula menggunakan multimedia, seperti suara atau animasi, dan pencarian kata yang lebih rumit dan cepat daripada apabila kita mencari kata lembar demi lembar dalam kamus versi cetak].

Nesi (2009: 458-478) menyebutkan bahwa kamus elektronik adalah: “an electronic dictionary is a dictionary whose data exists in digital form and can be accessed through a number of different media”. [Kamus elektronik merupakan kamus yang datanya dalam bentuk digital dan dapat diakses melalui sejumlah media yang berbeda].

Kamus elektronik dapat ditemukan dalam beberapa bentuk, yaitu:
  1. didedikasikan sebagai perangkat genggam yang mudah dibawa kemana-mana;
  2. digunakan sebagai aplikasi pada smartphone atau komputer tablet;
  3. digunakan sebagai fungsi dalam membantu pembaca elektronik;
  4. dalam bentuk CD-ROMs dan DVD-ROMs, yang biasanya dikemas dengan kamus cetak yang dapat diinstal pada komputer masing-masing pengguna;
  5. sebagai produk online yang gratis atau dikenakan biaya.
Sedangkan, Al-Rabi‟i et.al (2001: 146) mengatakan bahwa kamus elektronik yaitu:
Electronic Dictionary – refers to a dictionary used in electronic background whether in a compact disc or online. The difference between printed and electronic dictionary is that the latter can handle a larger 
amount of data and operate translation. This efficiency found in the electronic dictionary has made it more practical and feasible to combine sound, visual and text.
[Kamus elektronik – mengacu pada kamus yang digunakan dengan latar belakang elektronik, baik dalam bentuk compact disc atau pun online. Perbedaan antara kamus cetak dan kamus elektronik adalah bahwa kamus elektronik dapat menangani jumlah data yang lebih besar dalam pengoperasian terjemahan. Efisiensi yang ditemukan dalam kamus elektronik telah membuat kamus ini lebih praktis dan layak dalam menggabungkan suara, visual dan teks].

Hua dan woods (2008: 2) menyatakan bahwa ada tiga tingkatan fitur kamus elektronik. Yaitu:
  1. macrostructural features;
  2. microstructural features;
  3. interstructural or mediostructural features.
Dalam kamus cetak, fitur makrostruktur biasanya mengacu pada daftar struktur kata secara keseluruhan yang memungkinkan pengguna dalam menemukan informasi kata. Format yang paling umum dalam kamus cetak adalah kata-kata yang disusun secara alpabetis sehingga memudahkan pengguna dalam melakukan pencarian kata. makrostruktur dalam kamus elektronik mengacu pada struktur prosedural bagaimana pengguna dapat mengakses kata yang diinginkan. Akses pencarian kata tersebut tidak lagi ditentukan oleh pengorganisasian kata secara alpabetis, namun informasi dapat dicari dengan memasukkan kata yang diinginkan melalui kolom pencarian.

Mikrostruktur mengacu pada struktur kata masukkan. Setiap kata yang dimasukkan dalam data base didesain secara internal untuk memberikan informasi secara rinci mengenai kata yang dicari/dimaksud. Fitur mikrostruktur dapat dilihat dari dua hal, yang satu terkait dengan kemampuan kamus elektronik dalam menyajikan kata, sedangkan yang lain terkait dengan pendeskripsian kata-kata yang dicari. Fitur mikrostruktur ini memeriksa apakah pendeskripsian kata yang ditampilkan sesuai dengan kata yang dimaksud/dicari.

Intersruktural merujuk pada pengintegrasian kamus ke dalam sumber eksternal. Misalnya dalam kamus pembelajaran Cambridge dalam bentuk CD ROM menyediakan link berupa gambar dan halaman situs di luar kamus itu sendiri yaitu melalui internet. Tingkatan ini dapat disebut pula mediostruktur yang mana merupakan sistem referensi silang antara keterkaitan komponen data pada kamus elektronik dengan sumber eksternal misalnya internet. Sedangkan Tribble (2003: 194) menyatakan bahwa:
While all of e-dictionaries offer definitions and examples based on the editorial policy of their paper parents, they also offer features that conventional books are not able to provide. Electronic features that were common to all included: pronunciations and hyperlinks-the ability to jump from one word to another within the dictionary to clarify the meaning of definition, or go to associated information.
[Sementara itu semua kamus elektronik menawarkan definisi dan contoh berdasarkan buku sumber rujukan cetak, kamus elektronik juga menawarkan fitur-fitur yang tidak tersedia dalam buku konvensional. Fitur elektronik yang biasanya ada yaitu:pengucapan dan hyperlink-merupakan kemampuan perpindahan dari suatu kata ke dalam kamus untuk memperjelas makna definisi atau ke informasi yang terkait].

Adanya kamus elektronik untuk memudahkan pembelajaran tentu tidak lepas dari kekurangan dan kelebihan. Nesi (1996: 537) menyebutkan kelebihan-kelebihan dari kamus elektronik apabila dibandingkan dengan kamus versi cetak, yaitu:
  1. they can cross-reference within and between sources published separately in book for;
  2. they can provide direct links to other computer applications;
  3. they can enable „fuzzy‟ and complex searches;
  4. they can interact with users to develop vocabulary and dictionary skills.
[Kamus elektronik dapat menjadi referensi silang antara sumber yang diterbitkan secara terpisah dalam bentuk buku. Kamus elektronik dapat menyediakan link yang langsung terhubung ke aplikasi komputer lain. Kamus elektronik dapat mengaktifkan pencarian yang „kabur‟ dan kompleks. Kamus elektronik juga dapat berinteraksi dengan pengguna untuk lebih mengembangkan kosa kata dan kemampuan kamus itu sendiri].

Sedangkan kekurangan dari kamus elektronik menurut Nesi dalam Winkler (2001: 193) yaitu:
However, none of the electronic dictionaries available at present is „ideal‟ in design and presentation of information. This is also true for the dictionaries on CD-ROM, whose integrated are not always compatible and exploit neither the storage capacity of the CD-ROM nor multimedia. Their games and exercises also seem to lack pedagogical reasoning. The major disadvantage of dictionaries on CD-ROM is, however, their site- dependency. A dictionary that can only be accessed via a desk-top computer is not really suitable for receptive purposes such as reading print and listening to lectures. Nevertheless, such a dictionary may be convenient for the learner who wants to look up words while writing a text with a word-processor. However, CD-ROMs and CD-ROM drives are still fairly expensive and relatively fragile, which is something that not only the individual learner but also teachers and language teaching institutions will need to consider when purchasing a dictionary on CD-ROM.
[Bagaimanapun juga, tidak ada kamus elektronik yang tersedia saat ini yang „ideal‟ sesuai desain dan tampilan informasinya. Hal ini termasuk juga kamus dalam bentuk CD-ROM, yang tidak selalu terintegrasi dengan kapasitas penyimpanan CD-ROM dan multimedia yang sesuai dan bermanfaat. Baik itu permainan dan latihan-latihan yang terdapat dalam kamus elektronik juga rupanya kurang penalaran pedagogis. Kekurangan yang utama dari kamus dalam bentuk CD-ROM yaitu ketergantungan situs. Kamus hanya dapat diakses melalui desktop komputer yang benar-benar tidak sesuai untuk tujuan reseptif seperti membaca dan mendengarkan kuliah. Naumun, kamus elektronik juga mungkin nyaman untuk pembelajar yang ingin melihat kata daripada menulis teks. Bagaimanapun juga CD-ROMs dan CD-ROM masih cukup mahal dan relatif mudah patah. Pertimbangan hal tersebut tidak hanya untuk pembelajar individu saja tetapi juga guru dan lembaga pembelajaran bahasa yang sekiranya harus menimbang-nimbang terlebih dahulu ketika membeli kamus dalam bentuk CD- ROM].

b. Jenis-Jenis Kamus Elektronik

Komputerisasi kamus adalah salah satu cara dalam mengembangkan alat pengajaran menggunakan teknologi modern. Secara umum, diketahui bahwa penggunaan teknologi modern telah memberikan dampak positif dalam proses belajar-mengajar.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong teknologi pendidikan. Menurut Omar dan Mansor (2005: 81), “perkembangan ini telah mengilhami penemuan beberapa komunikasi dan alat teknologi untuk lebih meningkatkan perkembangan informasi secara masal dan cepat.” Informasi ini telah diproduksi dalam format media yang berbeda dan membantu dalam pengembangan kamus elektronik yang juga dikenal sebagai E-Kamus.

Menurut Al-Rabi‟i et.al. (2001: 146) kamus elektronik dapat dibagi ke dalam dua tipe yang berbeda, yaitu:
  1. kamus Elektronik Online;
  2. kamus Elektronik Offline.
Kamus elektronik online disediakan di World Wide Web (WWW) yang juga dikenal sebagai kamus internet. Kamus dapat langsung digunakan dari internet. Beberapa situs yang ditawarkan adalah gratis dan beberapa situs dikenakan biaya tahunan. Keuntungan menggunakan kamus ini adalah dapat digunakan di setiap tempat asalkan terdapat koneksi internet. Namun, terkadang memakan banyak waktu dikarenakan jaringan koneksi internet yang sibuk. Sedangkan kamus elektronik offline merupakan kamus dalam bentuk compact disc. Jenis kamus ini dapat digunakan dengan komputer atau Personal Data Assistant (PDA). Keuntungan menggunakan jenis kamus ini adalah bahwa pengguna bebas dari gangguan koneksi internet dan kerugiannya adalah bahwa kamus dalam bentuk offline ini memerlukan biaya yang mahal.

Refrensi:
  1. Winkler, Birgit. (2001). English learners’ dictionaries on CD-ROM as reference and language learning tools. Journal Cambridge 13 (2): 191–205.
  2. Nesi, H (2009) 'Dictionaries in electronic form', in Cowie, A.P. (Ed.), The Oxford History of English Lexicography, Oxford University Press.
  3. Al-Rabi’i, S. M. et. al. (2001). A complete dictionary for terminologies in computers and internet. Riyadh: Maktabah al Abikan.
  4. Hua, Tan Kim dan Peter Charles Woods, (2008). Media-Related Or Generic-Related Features In Electronic Dictionaries: Learners’ Perception And Preferences. GEMA Online Journal of Language Studies. Volume 8 (2).
  5. Nesi, H (1996) For future reference? A review of current electronic learners’ dictionaries. System, 24 (4): 537–57.
  6. Tribble, Christopher. (2003). Five Electronic Learners’ Dictionaries. ELT Journal Volume 57, Oxford University Press.