REFERENSI PENDIDIKAN

Konsep Kamus sebagai Media Pembelajaran

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/konsep-kamus-sebagai-media-pembelajaran.html

a. Definisi Kamus

Kamus biasanya digunakan untuk mencari arti kata, istilah atau ungkapan. Kamus umumnya dalam bentuk buku (cetak). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI: 614) definisi kamus adalah:
Kamus adalah buku acuan yang memuat kata dan ungkapan, biasanya disusun menurut abjad berikut keterangan tentang makna, pemakaian, atau terjemahannya. Buku yang memuat kumpulan istilah atau nama yang disusun menurut abjad beserta penjelasan tentang makna dan pemakaiannya.
Pada dasarnya kamus merupakan buku acuan untuk mencari istilah-istilah. Di dalam pembelajaran, kamus digunakan untuk mencari sebuah keterangan mengenai istilah-istiah atau makna. Buku acuan ini sangat bermanfaat untuk mencari penjelasan makna yang kurang jelas. Sedangkan menurut Wikipedia, definisi kamus adalah sebagai berikut:

Kamus adalah sejenis buku rujukan yang menerangkan makna kata-kata. Ia berfungsi untuk membantu seseorang mengenal perkataan baru. Selain menerangkan maksud kata, kamus juga mungkin mempunyai pedoman sebutan, asal-usul (etimologi) sesuatu perkataan dan juga contoh penggunaan bagi sesuatu perkataan. (http://id.wikipedia.org/wiki/Kamus).

Berdasarkan penjelasan di atas, pada proses pembelajaran kamus akan memudahkan siswa dalam mencari istilah atau makna-makna. Kamus dapat dijadikan rujukan untuk menerangkan kata-kata baru.

b. Jenis-jenis Kamus

Kamus dibagi kedalam dua jenis.

1) Berdasarkan Penggunaan Bahasa

Penulisan kamus dapat ditulis dalam satu atau lebih dari satu bahasa, karena itulah kamus bisa dibagi menjadi tiga jenis menurut penggunaan bahasanya yaitu:
  1. kamus Ekabahasa; Kamus ekabahasa merupakan kamus yang hanya menggunakan satu bahasa. Contoh kamus ekabahasa adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia di Indonesia dan Kamus Dewan di Malaysia
  2. kamus Dwibahasa; Kamus dwibahasa merupakan kamus yang menggunakan dua bahasa. Kata-kata yang dijelaskan dalam kamus ini menggunakan dua bahasa yang berbeda. Contohnya Kamus Inggris-Indonesia , Kamus Dwibahasa Oxford Fajar (Inggris-Melayu; Melayu-Inggris).
  3. kamus Aneka Bahasa. Kamus aneka bahasa sekurang-kurangnya menggunakan tiga bahasa atau lebih. Misalnya, kata Bahasa Melayu Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin secara serentak. Contoh kamus aneka bahasa adalah Kamus Melayu-Cina-Inggris Pelangi susunan Yuen Boon Chan pada tahun 2004.
2) Berdasarkan Isi

Berdasarkan isi, kamus diterbitkan dengan tujuan memenuhi keperluan gologan tertentu. Contohnya, golongan pelajar sekolah memerlukan kamus berukuran kecil untuk memudahkan mereka membawa kamus ke sekolah. Secara umum kamus isi dapat dibagi kepada 3 jenis ukuran.
  1. Kamus Mini, Kamus mini dikenal sebagai kamus saku karena dapat disimpan di dalam saku. Tebalnya kurang daripada 2 cm.
  2. Kamus Kecil, Kamus berukuran kecil yang biasa dijumpai. Kamus kecil merupakan kamus yang mudah dibawa. Contohnya Kamus Dwibahasa Oxford Fajar (Inggris-Melayu; Melayu-Inggris).
  3. Kamus Besar, Kamus ini memuat semua makna kata yang terdapat dalam satu bahasa. Setiap perkataannya dijelaskan secara lengkap. Biasanya ukurannya besar dan tidak sesuai untuk dibawa kemana-mana. Contohnya Kamus Besar Bahasa Indonesia.
c. Kamus Istimewa

Kamus istimewa merupakan kamus yang mempunyai fungsi khusus. Contohnya Kamus Istilah (berisi istilah-istilah khusus dalam bidang tertentu), Kamus Etimologi (menerangkan asal usul sesuatu perkataan dan maksud asalnya), Kamus Tesaurus (perkataan searti/sinonim), Kamus Peribahasa/Simpulan Bahasa, Kamus Kata Nama Khas (menyimpan kata nama khas seperti nama tempat, nama tokoh, dan juga nama bagi institusi), Kamus Terjemahan (menyediakan kata searti bahasa asing untuk satu kata bahasa), Kamus Kolokasi (padanan kata).

Dari hasil uraian di atas, dapat diketahui bahwa jenis-jenis kamus dibuat dalam bentuk cetak. Seiring dengan berjalanya teknologi dengan munculnya era digital, maka tidak menutup kemungkinan bahwa kamus-kamus tersebut akan tersedia dalam bentuk elektronik/digital.

d. Media Elektronik/Digital

Dalam era digital saat ini, hampir semua peralatan elektronik berkembang pesat, tidak terkecuali dengan media. Sedikit demi sedikit media tradisional sudah mulai tergantikan dengan media elektronik/digital.

Media elektronik adalah media yang menggunakan elektronik atau energi elektromekanis bagi pengguna akhir untuk mengakses kontennya. Istilah ini merupakan kontras dari media statis (terutama media cetak), yang meskipun sering dihasilkan secara elektronis tapi tidak membutuhkan elektronik untuk diakses oleh pengguna akhir. Sumber media elektronik yang familier bagi pengguna umum antara lain adalah rekaman video, rekaman audio, presentasi multimedia, dan konten daring. Media elektronik dapat berbentuk analog maupun digital, walaupun media baru pada umumnya berbentuk digital (http://id.wikipedia.org/wiki/Media_elektronik)

Media digital merupakan media dalam bentuk elektronik dimana penyimpanan data dalam bentuk digital (kebalikan dari bentuk analog). Hal tersebut dapat merujuk pada aspek teknis penyimpanan dan penyampaian informasi transmisinya (misalnya perangkat keras atau jaringan komputer) atau pada “hasil akhir produk”, seperti video digital atau seni digital.

Media digital sebagaimana dijelaskan oleh Green dan Brown dalam Ramdani (2007: 20) adalah:
Any media that have been translated into a format that can be interpreted, stored, an displayed by a computer. Computers process information in a binary format (at the most elemental level, all computing activity can be reduced to a series of ones and zeroes). Therefore, any medium processed through a computer must be translated to a binary format.
[Digital media merupakan suatu media yang telah diterjemahkan kedalam format yang dapat dibaca, disimpan, dan ditampilkan oleh sebuah komputer. Komputer memperoses informasi dalam suatu format biner (pada berbagai tingkatan, semua aktivitas komputasi dapat dirubah menjadi serangkaian angka satu dan nol). Oleh karena itu, suatu media yang diproses dengan menggunakan komputer harus diterjemahkan ke dalam bentuk biner].

Refrensi:

Ramdani, Dani. (2007). Efektifitas Media Komik Digital Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Mata Pelajaran Sains di Kelas 5 SD. Bandung; Tidak Diterbitkan.
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved