REFERENSI PENDIDIKAN

Konsep Kepemimpinan

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/konsep-kepemimpinan.html

a. Pengertian Kepemimpinan

Istilah kepemimpinan diartikan bermacam-macam, tergantung pada sudut pandang dan konteks pengertian para ahli yang membahasnya. Dalam hubungannya dengan pencapaian tujuan organisasi, Stephen P. Robbins (1991) yang dikutip Nawawi (2006:20) mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Berbeda dengan pendapat M. Josephson, R. Ijeng Wiraputra (1976) yang dikutip oleh Soetopo (2010:213) mengungkapkan pandangannya tentang kepemimpinan sebagai berikut.
  1. Kepemimpinan merupakan hasil interaksi antarindividu dalam kelompok, bukan sesuatu yang timbul di atas atau dari status atau kedudukan seseorang. Status dapat meningkatkan atau merusak efektivitas sikap kepemimpinan.
  2. Semua anggota mempunyai potensi untuk memimpin dan memperlihatkan sikap kepemimpinan.
  3. Seseorang yang berhasil menjadi pemimpin dalam suatu situasi, belum tentu demikian halnya dalam situasi-situasi yang lain. Dengan demikian kepemimpinan berari beralih dari situasi ke situasi.
  4. Efektivitas sikap kepemimpinan diukur dengan memperhatikan tujuan, produktivitas dalam mencapai tujuan itu dan solidaritas pembinaan kelompok.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan tidak terbatas pada organisasi tertentu, juga tidak hanya menjadi milik atau monopoli seseorang yang menyandang predikat sebagai ketua atau kepala dalam suatu organisasi. Kepemimpinan dapat dipergunakan oleh setiap orang dalam segala situasi dan dapat dipergunakan oleh setiap orang dalam segala tingkatan di dalam organisasi.

b. Sifat-sifat Kepemimpinan (Traits Theory of Leadership)

Teori kesifatan atau traits theory of leadership ini memandang bahwa para pemimpin memiliki ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang menyebabkan mereka dapat memimpin para pengikutnya. Griffin (2000) (Sule dan Saefullah, 2009:255) membagi pengertian kepemimpinan menjadi dua, yaitu sebagai proses dan atribut:

Sebagai proses, kepemimpinan difokuskan kepada apa yang dilakukan oleh para pemimpin, yaitu proses dimana para pemimpin menggunakan pengaruhnya untuk memperjelas tujuan organisasi bagi para pegawai, bawahan, atau yang dipimpinnya, memotivasi mereka untuk mencapai tujuan tersebut, serta membantu menciptakan suatu budaya produktif dalam organisasi. Adapun dari sisi atribut, kepemimpinan adalah kumpulan karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

Abu Ahmadi (2007:122-123) menyatakan bahwa kepemimpinan itu suatu kepribadian, merupakan watak yang membutuhkan bakat seseorang, maka sukar untuk menyebutkan satu persatu sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Akan tetapi dia menyebutkan beberapa sifat pemimpin yaitu:
  1. Cakap, yaitu tidak hanya memiliki keahlian (skill) atau kemahiran teknik (technical mastery) dalam suatu bidang tertentu, tetapi juga harus memiliki ketajaman berpikir yang kritis dan rasional.
  2. Kepercayaan, yaitu harus memiliki keyakinan yang kuat, percaya akan kebenaran tujuannya, percaya akan kemampuannya (pada diri sendiri). Sebaliknya ia harus mendapat kepercayaan dari pengikutnya.
  3. Rasa tanggung jawab, apabila seorang pemimpin tidak memiliki sifat ini maka ia akan mudah bertindak sewenang-wenang terhadap kelompoknya.
  4. Berani, yaitu berani dalam arti karena benar dan dengan perhitungan. Lebih-lebih dalam saat-saat yang kritis dan menentukan, pemimpin harus tegas, berani mengambil keputusan dengan konsekuen dan tidak boleh ragu-ragu.
  5. Tangkas dan ulet, yaitu dapat bertindak cepat dan tepat.Ia harus tangkas dalam bertindak lebih-lebih jka menghadapi masalah yang rumit. Kegagalan tidak boleh menjadikannya cepat bosan atau putus asa, tetapi sebaliknya ia harus gigih dan ulet.
  6. Berpandangan jauh, yaitu pemikiranya harus luas. Berpandangan jauh ke depan harus dapat membedakan mana das sein mana das sollen. Terutama dalam merumuskan strategi atau menggariskan sesuatu taktik.
Dari berbagai pendapat mengenai sifat-sifat atau karakteristik pemimpin, sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Keith Davis (1972) menyimpulkan empat sifat atau karakteristik utama (Hadari Nawawi, 2006:77-78) yaitu sebagai berikut.
  1. Kecerdasan, Para pemimpin yang efektif atau pemimpin yang mampu mengefektifkan organisasi untuk mencapai tujuannya, pada umumnya (secara relatif) lebih cerdas daripada pengikut atau anggota organisasi.
  2. Kematangan dan keluasan pandangan sosial Para pemimpin yang efektif atau yang mampu mengefektifkan organisasi untuk mencapai tujuannya, pada umumnya (secara relatif) lebih matang emosinya daripada pengikut atau anggota organisasinya sehingga selalu mampu mengendalikan situasi kritikal (sulit dan bermasalah). Di samping itu, memiliki kemampuan pula dalam melakukan sosialisasi dengan orang lain, khususnya anggota organisasi, serta memiliki keyakinan serta kepercayaan diri yang cukup tinggi.
  3. Memiliki motivasi dan keinginan berprestasi Para pemimpin yang efektif atau yang mampu mengefektifkan organisasi untuk mencapai tujuannya, pada umumnya (secara relatif) memiliki dorongan yang besardari dalam dirinya untuk dapat menyelesaikan sesuatu secara sukses.
  4. Memiliki kemampuan hubungan manusiawi Para pemimpin yang efektif atau yang mampu mengefektifkan organisasi untuk mencapai tujuannya, pada umumnya (secara relatif) mengetahui bahwa usahanya untuk mencapai sesuatu sangat tergantung pada orang lain, khususnya anggota organisasinya. Para pemimpin itu selalu mampu memahami orang lain dan berorientasi pada anggota organisasi.
Dari berbagai pendapat di atas mengenai sifat-sifat kepemimpinan maka dapat penulis simpulkan bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin apabila memiliki kualitas dengan berbagai sifat atau karakteristik yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin sehingga keberhasilan kepemimpinan ditentukan oleh sifat- sifat atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu.

Refrensi:
  1. Nawawi, H. Hadari. (2006). Kepemimpinan Mengefektifkan Organisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada university Press.
  2. Soetopo, Hendyat. (2010). Perilaku Organisasi Teori dan Praktik di Bidang Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
  3. Ahmadi, Abu. (2007). Psikologi Sosial. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Konsep Kepemimpinan, Pada: 5:31 PM
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved