Konsep Organisasi

a. Pengertian Organisasi

Menurut Brantas (2009:75) kata organisasi berasal dari bahasa Latin “organum” yang berarti alat, bagian dari anggota badan. Terdapat beberapa ahli yang menyatakan gagasannya mengenai pengertian organisasi. James D. Mooney (Sutarto, 2006:23) mengemukakan bahwa organization is the form of every human association for the attainment of common purpose, artinya organisasi merupakan bentuk dari setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

Sementara itu, menurut Marshal E. Dimock yang dikutip oleh Ibrahim Indrawijaya (2010:9) organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut.
Oganisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan atau berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Pada dasarnya pengertian organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi dalam arti statis dan organisasi dalam arti dinamis. Organisasi dalam arti statis artinya melihat organisasi sebagai sesuatu yang tidak bergerak atau diam seperti yang tergambar dalam bagan (organogram). Wursanto (2005:41-42) mengemukakan berbagai macam pandangan tentang organisasi statis, yaitu:
  1. Organisasi dipandang sebagai wadah atau sebagai alat (tool) yang berarti: a. Organisasi sebagai alat pencapaian tujuan yang ditetapkan sebelumnya, b. Organisasi merupakan wadah daripada sekelompok orang (group of people) yang mengadakan kerjasama untuk mencapai tujuan bersama;dan c. Organisasi sebagai wadah atau tempat di mana administrasi dan manajemen dijalankan yang memungkinkan administrasi dan manajemen itu bergerak sehingga memberi bentuk pada administrasi dan manajemen.
  2. Organisasi dipandang sebagai jaringan dari hubungan kerja yang bersifat formal seperti yang tergambar dalam suatu bagan dengan mempergunakan kotak-kotak yang beraneka ragam. Kotak-kotak tersebut memberkan gambaran-gambaran tentang kedudukan atau jabatan yang harus diisi oleh orang-orang yang memenuhi persyaratan sesuai dengan fungsi masing-masing.
  3. Organisasi dipandang sebagai saluran hirarki kedudukan atau jabatan yang ada yang mengambarkan secara jelas tentang garis wewenang, garis komando, dan garis tanggung jawab.
Sedangkan organisasi dalam arti dinamis merupakan organisasi yang dilihat dari aktivitas atau tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam upaya pencapaian tujuan. Pandangan tentang organisasi dalam arti dinamis sebagaimana dikemukakan Wursanto (2005:42) adalah sebagai berikut.
  1. Organisasi dalam arti dinamis berarti organisasi itu selalu bergerak mengadakan pembagian tugas/pekerjaan sesuai dengan sistem yang telah ditentukan serta sesuai pula dengan lingkup daripada organisasi itu
  2. Organisasi dalam arti dinamis berarti memandang organisasi itu dari segi isinya, yaitu sekelompok orang yang melakukan kerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Jadi, organisasi dalam arti dinamis menyoroti unsur manusia yang ada didalamnya. Manusia merupakan unsur terpenting dari seluruh unsur organisasi karena hanya manusialah yang memiliki sifat kedinamisan.
Dydiet Hardjito (2001:6) juga menyebutkan bahwa organisasi sebagai alat untuk mencapai tujuan mempunyai dua buah pengertian yang tidak terpisahkan sebagai suatu keutuhan atau bagaikan dua sisi mata uang yaitu :
  1. Organisasi sebagai wadah Organisasi sebagai wadah statis, karena merupakan bagan organisasi yang mewadahi seluruh anggotanya dengan status posisinya. Jadi merupakan piranti manajemen atau Tools of Management.
  2. Organisasi sebagai proses Organisasi sebagai proses dinamis, artinya organisasi selalu bergerak menuju tercapainya tujuan organisasi maka harus mengadakan pembagian tugas kepada para anggotanya. Selain itu, harus memberikan tanggung jawab, wewenang, dan mengadakan hubungan baik ke dalam maupun ke luar dalam rangka mencari keberhasilan organisasi.
Dari beberapa definisi tersebut di atas tentang pengertian organisasi maka dapat disimpulkan bahwa organisasi memiliki pengertian sebagai wadah dan sebagai proses. Sebagai suatu wadah organisasi memiliki sifat statis sedangkan sebagai suatu proses organisasi memiliki sifat yang dinamis. Selain itu, organisasi merupakan suatu bentuk kerjasama yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan bersama.

b. Unsur-unsur Organisasi

Secara sederhana, organisasi menurut pandangan Siswanto (2010:73) mempunyai tiga unsur atau elemen yaitu ada sekelompok orang, ada interaksi dan kerjasama, serta ada tujuan bersama yang ingin direalisasikan. Ketiga unsur organisasi tersebut otomatis tidak berdiri sendiri-sendiri, tetapi saling berkaitan atau berhubungan sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh. Supaya orang- orang yang ada di dalam organisasi dapat melakukan kerjasama dalam usaha mencapai tujuan bersama maka diperlukan daya kerja. Wursanto (2005:53-54) membagi daya kerja menjadi dua macam, yaitu daya manusia dan daya bukan manusia.
  1. Daya manusia, Daya manusia terdiri atas kemauan dan kemampuan yang meliputi:, a. Kemauan dan kemampuan untuk bekerja atau untuk berbuat; b. Kemauan dan kemampuan untuk mempengaruhi orang lain; dan c. Kemauan dan kemampuan untuk melaksanakan prinsip-prinsip organisasi.
  2. Daya bukan manusia, Daya bukan manusia adalah daya yang diperoleh dari sumber materi, barang, benda, misalnya mesin-mesin, uang, waktu, metode, dan dari sumber kekayaan alam lainnya (iklim, cuaca, air, dan sebagainya).
Berdasarkan penjelasan mengenai beberapa unsur organisasi yang telah dikemukakan di atas maka penulis menyimpulkan bahwa unsur manusia atau orang-orang yang paling penting dalam organisasi karena manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna yang memiliki kemampuan baik dalam cara berpikir, cara hidup maupun cara berkelompok atau bermasyarakat sehingga memiliki kesadaran untuk berorganisasi.

Refrensi:
  1. Brantas. (2009). Dasar-dasar Manajemen. Bandung: Alfabeta.
  2. Sutarto. (2006). Dasar-dasar Organisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  3. Indrawijaya, Adam I. (2010). Teori, Perilaku, dan Budaya Organisasi. Bandung: PT Refika Aditama.
  4. Wursanto, Ig. (2005). Dasar-dasar Ilmu Organisasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.
  5. Hardjito, Dydiet. (2001). Teori Organisasi dan Teknik Pengorganisasian. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
  6. Siswanto, H.B. (2010). Pengantar Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.