REFERENSI PENDIDIKAN

Konsep Pendidikan Anak Usia Dini

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/konsep-pendidikan-anak-usia-dini.html

a. Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi salah satu proses penting dalam upaya mendukung perkembangan anak-anak. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 14, dijelaskan bahwa:
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak usia 0 tahun sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
PAUD merupakan bagian integral dalam Sistem Pendidikan Nasional yang saat ini mendapat perhatian cukup besar dari pemerintah. Bentuk penyelenggaraan PAUD menitikberatkan ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.

Berdasarkan penelitian para ahli terbukti bahwa perkembangan kapasitas intelektual telah mencapai 50% ketika anak berusia 4 tahun, 80% setelah anak berusia 8 tahun, dan genap 100% setelah anak berusia 18 tahun, dan setelah melewati masa perkembangan tersebut, maka berapa pun kapabilitas kecerdasan yang dicapai oleh masing-masing individu, tidak akan meningkat lagi (Osborn, White, dan Bloom). Studi tersebut makin menguatkan keyakinan kita untuk memanfaatkan sebaik-baiknya usia perkembangan anak.

Menurut Pasal 28 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bentuk satuan pendidikan anak usia dini dikelompokkan menjadi tiga, yaitu jalur pendidikan formal terdiri atas Taman Kanak-kanak dan Raudlatul Athfal (RA), termasuk Bustanul Athfal (BA). Pada jalur pendidikan nonformal terdiri dari Taman Penitipan Anak, Kelompok Bermain dan Satuan PAUD Sejenis. Sedangkan jalur pendidikan informal terdiri atas pendidikan yang diselenggarakan di lingkungan keluarga     .

b. Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini sebagaimana di kemukakan oleh Ace Suryadi (2009:65) yaitu:
  1. Tujuan utama yaitu untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yakni anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
  2. Tujuan penyerta yaitu untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
c. Prinsip-prinsip PAUD

PAUD merupakan pendidikan yang sangat fundamental, perlu melibatkan semua pihak untuk ikut berperan dalam penyelenggaraan PAUD, terutama PAUD nonformal. Prinsip pembelajaran PAUD adalah bermain sambil belajar sesuai dengan tingkat usia, perkembangan psikologis dan kebutuhan spesifik anak, serta yang mendekatkan anak dengan lingkungannnya. Untuk itu, fleksibilitas penyelenggaraan PAUD harus diutamakan, dengan tetap menggunakan prinsip- prinsip PAUD, diantaranya:
  1. Pelaksanaan berdasarkan pada tahap-tahap tumbuh kembang anak
  2. Memperhatikan seluruh aspek kecerdasan anak
  3. Memahami karakteristik anak dan mengimplementasikannya dalam proses pendidikan, antara lain setiap anak unik, dunia anak adalah dunia bermain, setiap karya anak berharga, setiap anak berhak mengekspresikan keinginannya secara bebas, setiap anak berhak memilih media ekspresi yang diinginkannya, setiap anak berhak mencoba, dan melakukan kesalahan.
  4. Memperhatikan kebutuhan anak secara holistik dan kebutuhan spesifik anak.
  5. Memperhatikan budaya dan lingkungan dimana anak hidup/dibesarkan.
  6. Mengupayakan penyelenggaraan PAUD yang murah, mudah tetapi bermutu.
Refrensi:

Suryadi, A. (2005). “Arah Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini (Jalur Pendidikan Nonformal) Tahun 2005-2009”. Buletin Padu Jurnal Ilmiah Anak Dini Usia. Edisi Khusus 2005. 68 – 79.

Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved