REFERENSI PENDIDIKAN

Landasan Pendidikan

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/landasan-pendidikan.html

Landasan. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:633), istilah landasan diartikan sebagai alas, dasar atau tumpuan. Adapun istilah landasan sebagai dasar dikenal pula sebagai fondasi. Mengacu kepada pengertian tersebut, kita dapat memahami bahwa landasan adalah suatu alas atau dasar pijakan dari sesuatu hal; suatu titik tumpu atau titik tolak dari sesuatu hal; atau suatu fundasi tempat berdirinya sesuatu hal.

Berdasarkan sifat wujudnya terdapat dua jenis landasan, yaitu: (1) landasan yang bersifat material, dan (2) landasan yang bersifat konseptual. Contoh landasan yang bersifat material antara lain berupa landasan pacu pesawat terbang dan fondasi bangunan gedung. Adapun contoh landasan yang bersifat konseptual antara lain berupa dasar Negara Indonesia yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945; landasan pendidikan, dsb.

Dari contoh di atas telah Anda ketahui bahwa landasan pendidikan tergolong ke dalam jenis landasan yang bersifat konseptual. Selanjutnya, mari kita kaji lebih lanjut pengertian landasan yang bersifat konseptual tersebut. Landasan yang bersifat konseptual pada dasarnya identik dengan asumsi, yaitu suatu gagasan, kepercayaan, prinsip, pendapat atau pernyataan yang sudah dianggap benar, yang dijadikan titik tolak dalam rangka berpikir (melakukan suatu studi) dan/atau dalam rangka bertindak (melakukan suatu praktik).

Pendidikan. Sebagaimana telah Anda maklumi melalui uraian pendahuluan, pendidikan hakikatnya adalah upaya memanusiakan manusia (humanisasi). Sejalan dengan makna pendidikan itu, maka pendidikan bertujuan untuk mewujudkan manusia ideal atau manusia yang dicita-citakan sesuai nilai-nilai yang dianut. Manusia ideal yang menjadi tujuan pendidikan bagi bangsa Indonesia adalah: “manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Menyimak isi dan makna tujuan pendidikan tersebut dapat difahami bahwa pendidikan bersifat normatif, artinya pendidikan harus diarahkan kepada tujuan-tujuan yang baik dan harus dilaksanakan dengan cara-cara yang dapat dipertanggungjawabkan. Pendidikan tidak boleh dilaksanakan secara sembarang, melainkan harus dilaksanakan secara bijaksana. Maksudnya, pendidikan harus dilaksanakan secara disadari dengan mengacu kepada suatu landasan yang kokoh, sehingga jelas tujuannya, tepat isi kurikulumnya, serta efisien dan efektif cara-cara pelaksanaannya. Implikasinya, maka dalam rangka pendidikan mesti terdapat momen studi pendidikan dan momen praktik pendidikan.

Studi pendidikan dan Praktik Pendidikan. Studi pendidikan adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan untuk memahami sistem konsep pendidikan. Contoh: mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan sedang membaca buku Sejarah Pendidikan Indonesia. Para guru sedang melakukan konferensi kasus untuk mencari pemecahan masalah bagi murid B yang sering membolos, dsb. Sedangkan praktik pendidikan adalah kegiatan bersama yang dilakukan pendidik dan peserta didik dengan tujuan agar peserta didik mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Contoh: Berdasarkan hasil konferensi kasus, Pak Agus membimbing siswa B agar menyadari kesalahannya dan memperbaiki diri sehingga tidak membolos lagi. Ibu Ani sedang membelajarkan para siswanya mengenai sifat-sifat zat dengan menggunakan metode demonstrasi, dsb. Coba Anda berikan contoh-contoh lainnya yang tergolong studi pendidikan dan contoh-contoh lainnya yang tergolong praktik pendidikan.

Hubungan Komplementer Studi dan Praktik Pendidikan. Sebagaimana dikemukakan Redja Mudyahardjo (Odang Muchtar, 1991:12), terdapat hubungan komplementer antara studi pendidikan dan praktik pendidikan. Hasil studi pendidikan dapat dijadikan dasar bagi praktik pendidikan. Selain itu, hasil studi pendidikan dapat dijadikan kriteria keberhasilan praktik pendidikan. Sebaliknya, Praktik Pendidikan dapat menjadi sumber pelaksanaan studi pendidikan; dan selain itu, praktik pendidikan dapat dijadikan sarana pengujian hasil studi pendidikan.

Landasan Pendidikan. Telah diuraikan di muka, bahwa dalam pendidikan mesti terdapat momen studi pendidikan dan momen praktik pendidikan. Melalui studi pendidikan antara lain kita akan memperoleh pemahaman tentang landasan-landasan pendidikan yang akan dijadikan titik tolak praktik pendidikan. Namun demikian, bahwa landasan pendidikan sebagai hasil studi pendidikan tersebut juga dapat dijadikan titik tolak dalam rangka studi pendidikan lebih lanjut. Berdasarkan uraian di atas dapat Anda simpulkan, bahwa landasan pendidikan adalah seperangkat asumsi yang dijadikan titik tolak dalam rangka praktik pendidikan dan/atau studi pendidikan lebih lanjut. Adapun secara ringkas dapat pula didefinisikan, bahwa landasan pendidikan adalah seperangkat asumsi yang dijadikan titik tolak dalam rangka pendidikan.

Refrensi Rujukan:
  1. Muchtar, O., (1976), Pendidikan Nasional Indonesia, Pengertia dan Sejarah Perkembangan, Balai penelitian, IKIP Bandung.
  2. Muchtar, O, (Penyunting), (1991), Dasar-Dasar Kependidikan, IKIP Bandung.
  3. Mudyahardjo, R. (1995), Filsafat Pendidikan (Sebuah Studi Akademik) Bagian I Orientasi Umum: Landasan Filosofis Pendidikan dan Filsafat Pendidikan sebagai Suatu teori Pendidikan, Jurusan Filsafat Dan sosiologi Pendidikan, FIP, IKIP Bandung.
  4. Mudyahardjo, R., (2001), Filsafat Ilmu Pendidikan: Suatu Pengantar, PT. Remadja Rosdakarya, Bandung.
Landasan Pendidikan, Pada: 7:47 PM
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved