REFERENSI PENDIDIKAN

Lingkungan Manusia

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/lingkungan-manusia.html

a. Lingkungan dan Kebudayaan

Lingkungan tidak sebatas apa yang disebut physical-setting, tetapi melintas batas-batas keragaman pengalaman dan penampilan manusia (different of human experience and performance). Sedangkan keseluruhan pengalaman dan penampilan manusia ftu dikemas ke dalam apa yang disebut kebudayaan, yaitu suatu keseluruhan pengalaman hasil belajar sebagai suatu atribut yang esensial bagi makhluk manusia. Kebudayaan sebagai karakteristik yang membuat manusia |mampu misalnya mengadaptasi panasnya gurun pasir dan dinginnya padang tundra; mampu mengolah bentangan-[bentangan Iahan untuk sejumlah kebutuhan, dan mampu pula membangun suatu sistem kehidupan di perkotaan, serta mampu pula mendorong manusia untuk melakukan perjalanan ke luar angkasa, dan memberikan juga kemampuan kepada manusia ituk melakukan eksplorasi di lautan yang dalam. Lebih jauh lagi, manusia dengan atribut kebudayaan itu, ia mampu juga berinteraksi dengan dunia di sekelilingnya.
Ekologi (ecology, oikos : rumah, logos : studi, ilmu) adaiah studi tentang relasi antara dunia hayati, terutama tumbuh-j tumbuhan dan dunia binatang, dengan lingkungan fisikalnyai (physical-setting). Suatu deskripsi mengenai situasi di manai jaringan-kerja (frame-work) yang kompleks dari bentuk-bentuk relasi tadi merupakan suatu keseluruhan fungsi yang ada di alam ini; keseluruhan situasi dan proses yang terjadi semacam ini, disebut suatu ecosystem. Istilah ini berasal dari seorang botani yang bernama A.G. Tansley, yang ia kemukakan sejak tahun yang lalu.

Ada konsep lain yang disebut ekologi-kebudayaan, atau cultural-ecology, kajian ini tertarik pada kerjasama antara dua kekuatan, yaitu di satu pibak pola-pola aktivitas manusia (paterns of human activity) dan di lain pihak lingkungan (environment) di mana keduanya berada dan menyelenggarakan interaksinya. Pada awalnya lingkungan atau environment diartikan sebatas kemasan atau konflgurasi fenomena fisikal semata-mata, namun kemudian diperluas menjadi suatu keseluruhan yang mencakup semua kekuatan yang ada di dunia ini yang berinteraksi dengan segenap unsur kehidupan. Lingkungan atau environment itu didefinisikan juga sebagai kumpulan dari semua kondisi eksternal beserta akibat-akibamya yang berpengaruh terhadap kehidupan dan perkembangan organisma.

b. Tipe-Tipe Lingkungan (Types of Environment)

Seperti telah dikemukakan pada bagian terdahulu, bahwa lingkungan tidak sebatas apa yang disebut physical-setting, tetapi melintas batas-batas keragaman pengalaman dan penampilan manusia (different of human experience and performance). Oleh karena itu, konsep lingkungan atau environment dipilah ke dalam tiga rumusan, yaitu (1) potential environment lingkungan potensial; (2) effective or operational environment. lingkungan operasiona! atau lingkungan di mana unsur-unsurnya siap dioperasikan atau di gunakan; (3) perceptual environment, lingkungan perseptual.

Lingkungan potensial mencakup semua komponen lingkungan baik fisikal maupun kultural; semua komponen ini adaiah nyata (real) bagi manusia meskipun hal itu tidak disadarinya, sebagai misal sejumlah warisan biologis yang berpengaruh terhadap keberadaan dan perilaku manusia. Kawasan hutan, daerah aliran sungai, danan, laut, gunung dan lembah; semuanya adaiah beberapa contoh dari komponen-komponen lingkungan potensial. Sedangkan lingkungan efektif atau operasional adalah lingkungan yang mencakup semua komponen yang menopang sejumlah situasi dan aktivitas manusia. Sebagai contoh kawasan pemukiman dan segenap fasilitas serta pelayanan baik yang membentuk suatu kawasan yang disebut perkotaan maupun yang disebut pedesaan. Selain manusia berhadapan dengan komponen-komponen lingkungan seperti tadi, ia juga berhadapan dengan komponen-komponen khusus, misalnya kemacetan lalu lintas, polusi udara, air dan lanah, serta masalah sosial, hukum, dan politik. Semua komponen ini hanya mempengaruhi bahkan mengarahkan pola-pola perilaku manusia itu sendiri. Tentu saja fenomena-fenomena lingkungan itu bervariasi dari tempat ke tempat, dari waktu ke waktu. Lain halnya dengan lingkungan perceptual, yang diartikan juga sebagai lingkungan perilaku yang didorongkan secara luas oleh pola-pola perilaku individual yang berpangkal pada fungsi pendidikan (belajar) dan fungsi pengalaman dari individu yang bersangkutaa Jika ada sejumlah orang melihat air-terjun (waterfall), yang pasti persepsinya tentang air-terjun dari mereka itu bakal berbeda-beda. Sebagian dari mereka mungkin berujar bahwa disekitar air-terjun itu pantas dan pasti menjadi tempat atau dihuni oleh bermacam-macam bantu, genderuwo, dan sejenisnya. Oleh karena itu agar hantu-hantu itu tidak mengganggu dan tempat itu bisa dijadikan tempat bersemedi secara khusuk, maka di sekitar air-terjun harus selalu disediakan sesajen. Tindakan ini dilakukan oleh orang yang gagasan atau idenya sebatas nilai-nilai yang'bernuansa mistis, magis, atau tahyul. Sementara individu lainnya berpersepsi tentang air-terjun ilu dikaitkan dengan fungsi ekonomi, ilmu pengeiahuan, dan teknologi; misalnya ia menghubungkannya dengan peluang industri pariwisata, atau dengan sumber daya alam dan kebutuhan akan energi. Ketiga variasi persepsi tadi tampak jelas kaitannya dengan fungsi proses pendidikan (belajar) dan pengalaman setiap individu, sebagai latar belakang dalam membangun persepsinya masing-masing.

Refrensi:

Kamsori, M. Hery. 2012. Masyarakat Urban. Tidak Diterbitkan.
Lingkungan Manusia, Pada: 9:31 PM
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved