REFERENSI PENDIDIKAN

Model Pembelajaran Kontekstual

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/model-pembelajaran-kontekstual.html

Model diartikan sebagai suatu kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan. Sedangkan model pembelajaran menurut Joyce dan Weil dalam Rusman (2011: 133) adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum, merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbing pembelajaran di kelas.

Brady (Aunurrahman, 2010: 146) mengemukakan bahwa model pembelajaran dapat diartikan sebagai blueprint yang dapat dipergunakan untuk membimbing guru dalam mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran. Ada sejumlah pendapat mengenai model pembelajaran yang dikemukakan oleh beberapa para ahli diantaranya :

Jenis model pembelajaran menurut Ellenwood dan John (1975) berpendapat bahwa aktivitas belajar mengajar dijabarkan dalam empat model utama yaitu:
  1. The Classical Model, dimana guru lebih menitikberatkan peranannya dalam pemberian informasi melalui mata pelajaran dan materi pelajaran yang disajikan
  2. The Technological Model, yang lebih menitikberatkan peranan peendidikan sebagai transmisi informasi, lebih dititikberatkan untuk mencapai kompetensi individual siswa
  3. The Personalised Model, dimana proses pembelajaran dikembangkan dengan memperhatikan minat, pengalaman, dan perkembangan siswa untuk mengaktualisasikan potensi-potensi individualitasnya.
  4. The Interaction Model, dengan menitikberatkan pola interaksi antara guru dan siswa sehingga tercipta komunikasi dialogis di dalam proses pembelajaran
Stalling (1997) mengemukakan lima model dalam pembelajaran yaitu :
  1. The Exploratory Model
  2. The Group Process Model
  3. The Developmental Cognitif Model
  4. The Programmed Model
  5. The Fundamental Model
Joice dan Weil dalam Aunurrahman (2010: 148) mengemukakan ada empat kategori yang penting diperhatikan dalam model pembelajaran yaitu:
  1. Model pemrosesan informasi (information prosesing models). Menjelaskan bagaimana cara individu memberi respon yang datang dari lingkungan dengan cara mengorganisasikan data, memformulasikan masalah, membangun konsep dan rencana pemecahan masalah serta pengguna simbol-simbol verbal dan nonverbal. Model ini memberikan kepada pelajar sejumlah konsep, pengetesan hipotesis, dan memusatkan perhatian pada pengembangan kemampuan kreatif.
  2. Model personal (personal family). Merupakan rumpun model pembelajaran yang menekankan pada proses pengembangan kepribadian individu siswa dengan memperhatikan kehidupan emosional. Model ini memusatkan perhatian.
  3. Model sosial (social family) menekankan pada usaha mengembangkan kemampuan siswa agar memiliki kecakapan untuk berhubungan dengan orang lain sebagai usaha membangun sikap siswa yang demokratis dengan menghargai setiap perbedaan dalam realitas sosial. Dengan menerapkan model sosial pembelajaran diarahkan pada upaya melibatkan peserta didik dalam menghayati, mengkaji, menerapkan dan menerima fungsi dan peran sosial
  4. Model sistem perilaku dalam pembelajaran (behavioral model of teaching) dibangun atas dasar kerangka teori perubahan perilaku, melalui teori ini siswa dibimbing untuk dapat memecahkan masalah belajar melalui penguraian perilaku kedalam jumlah yang kecil dan beurutan.
Pembelajaran kontekstual menurut Nurhadi (contextual teaching and learning) merupakan konsep belajar yang dapat membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan medorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya
dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (Rusman, 2010:189).

Sementara itu Howey et al dalam Rusman (2010:190) menyatakan bahwa “Contextual teaching is teaching that enables learning in which student employ their academic understanding and abilities in a variety of in-and out of school contex to solve simulated or real world problems, both alone and with others”. Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang memungkinkan terjadinya proses belajar dimana siswa menggunakan pemahaman dan kemampuan akademisnya dalam bernagai konteks dalam dan luar sekolah untuk memcahkan masalah yang bersifat simultif atau nyata, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama.

Oleh sebab itu, melalui model pembelajaran kontekstual, belajar bukan transformasi pengetahuan dengan menghapal konsep-konsep akan tetapi lebih ditekankan pada uapaya memfasilitasi siswwa untuk mencari kemampuan dari apa yang dipelajarinya. Menurut Johnson B. Elaine (Rusman, 2010:192) pembelajaran kontrekstual memiliki beberapa komponen, diantaranya :
  1. menjalin hubungan-hubungan yang bermakna (making meaningful connections)
  2. mengerjakan pekerjaan yang berarti (doing significant work)
  3. melakukan proses belajar yang diatur sendiri (self-regulated learning)
  4. mengadakan kolaborasi (collaborating)
  5. berpikir kritis dan kreatif (critical anf creative thinking).
Refrensi:
  1. Aunurrahman. (2009). Belajar dan pembelajaran. Bandung : Alfabeta
  2. Rusman. (2010). Model-Model Pembelajaran. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved