Model Problem Posing dalam Pembelajaran TIK

a. Pengertian Model Problem Posing dalam Pembelajaran TIK

Problem Posing dalam TIK adalah suatu model pembelajaran yang menekankan pada perumusan soal, yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir dan kreatifitas. Problem Posing dapat sejalan dengan kurikulum TIK yang merupakan keterampilan dengan kemampuan intelektual dengan tema materinya yang esensial, actual dan global. Oleh karena itu, Problem Posing dapat menjadi alternatif untuk mengembangkan pola pikir dan kreatifitas siswa.

Brown dan Walter ( 1993:15) menyatakan pembuatan soal dalam pembelajaran melalui dua tahap kognitif, yaitu Accepting dan Challenging. Menerima terjadi ketika siswa  guru dan menantang terjadi ketika siswa berusaha untuk mengajukan soal berdasarkan situasi atau informasi yang diberikan. Sehubungan dengan hal tersebut, A’sari (2000: 9) menegaskan bahwa proses kognitif menerima memungkinkan siswa menempatkan suatu informasi pada suatu jaringan kognitif sehingga struktur kognitif tersebut makin kaya, sementara proses kognitif menantang memungkinkan jaringan struktur kognitif yang ada semakin kuat hubungannya. Dengan demikian pembelajaran TIK dengan Problem Posing akan menambah kemampuan dan penguatan konsep TIK pada siswa..

b. Langkah-langkah Problem Posing

Menurut Menon dalam Sukarno (2001 : 52) langkah-langkah pengajuan soal dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu :
  1. Berikan kepada siswa soal cerita tanpa pertanyaan, tetapi semua informasi yang diperlukan untuk memecahkan soal tersebut ada, tugas siswa adalah membuat pertanyaan-pertanyaan berdasarkan informasi yang ada pada soal,
  2. Guru menyeleksi sebuah topik dan meminta siswa membentuk kelompok dan diberi tugas untuk membuat soal cerita sekaligus jawabannya, sebelum tugas tersebut didiskusikan di masing-masing kelompok dan kelas,
  3. Siswa diberi soal dan diminta untuk mendaftar sejumlah pertanyaan yang berhubungan dengan masalah, sejumlah permasalahan di seleksi dari daftar untuk diselesaikan.
Adapun langkah-langkah Model Problem Posing yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 
  1. Tahap Menerima (Accepting), pada tahap ini adalah tahap dimana guru memberikan stimulus terhadap kemampuan siswa dalam memahami situasi yang diberikan.
  2. Tahap Menantang (Challenging), tahap ini siswa ditantang untuk memberikan respon terhadap situasi yang diberikan yaitu dengan mengajukan permasalahan.
  3. Tahap Penyelesaian, guru membimbing diskusi kelas antar kelompok. Setiap kelompok mempersentasikan permasalahan yang diajukan dan bagaimana penyelesaiannya, kelompok lain memberi tanggapan.
Hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran seperti yang Diungkapkan Herdian (tersedia online: http://herdy07.wordpress.com/2009/04/19/model-pembelajaran-problem-posing/)  Guru dalam rangka mengembangkan model pembelajaran problem posing (pengajuan soal) yang berkualitas dan terstruktur dalam pembelajaran, dapat menerapkan prinsip-prinsip dasar berikut:
  1. Pengajuan soal harus berhubungan dengan apa yang dimunculkan dari aktivitas siswa di dalam kelas.
  2. Pengajuan soal harus berhubungan dengan proses pemecahan masalah siswa
  3. Pengajuan soal dapat dihasilkan dari permasalahan yang ada dalam buku teks, dengan memodifikasikan dan membentuk ulang karakteristik bahasa dan tugas.