Multimedia Pembelajaran Interaktif

a. Pengertian Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa Latin, yaitu Medòë. Medòë merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti pelantara atau pengantar. Jadi Medòë adalah pelantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Sadiman et al, 2007).

Banyak para ahli yang telah memberikan pengertian tentang media. Association of Education and Comunication Technology (AECT) di Amerika, mengartikan media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar, contohnya seperti buku, film dan kaset. Sementara itu National

Education Association (NEA) memiliki pengertian yang berbeda. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatanya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar dan dibaca.

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman et al, 2007).

Secara umum media dalam bidang pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut (Sadiman et al, 2007).
  1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis.
  2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, misalnya: Objek yang terlalu besar, bisa digantikan dengan realita gambar, film atau model, Objek yang kecil, bisa dibantu dengan proyektor mikro, film atau gambar, Gerak yang terlalu lambat atau cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography, 
  3. Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, foto maupun secara verbal, Objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram dan lain-lain, Konsep yang terlalu luas (misalnya gunung berapi, gempa bumi dan iklim) dapat divisualkan dalam bentuk film, gambar dan lain-lain.
  4. Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk:Menimbulkan kegairahan belajar, Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungannya dan Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.
  5. Mengatasi perbedaan antar siswa, karena media pendidikan mempunyai kemampuan dalam: Memberikan perangsang yang sama, Mempersamakan pengalaman, danMenimbulkan persepsi yang sama.
b. Multimedia Interaktif dalam Pembelajaran

Multimedia berasal dari kata “multi” dan “media”. Multi berarti banyak, sehingga multimedia dapat diartikan sebagai gabungan dari berbagai media yang terintegrasi. Kombinasi berbagai media dimanfaatkan secara harmonis dan terintegrasi sehingga menghasilkan satu program pembelajaran yang sinergi untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (pustekom, 2008). Itu adalah pengertian multimedia dalam sudut pandang pendidikan, sedangkan dalam pengertian secara umum multimedia adalah kombinasi dari teks, foto, seni grafis, suara, animasi dan elemen-elemen video yang dimanipulasi secara digital. Ketika pengguna dari multimedia tersebut dapat mengontrol elemen-elemen di dalamnya, maka multimedia tersebut disebut interaktif (vaughan, 2006). Sejalan dengan hal tersebut, Haffos (dalam Munir, 2003) mendefinisikan multimedia sebagai suatu sistem komputer yang terdiri dari hardware dan software yang memberikan kemudahan untuk menggabungkan gambar, video, fotografi, grafik dan animasi dengan suara, teks dan data yang dikendalikan dengan program komputer. Kemudian Thompson (dalam Munir 2003) mendefinisikan multimedia sebagai suatu sistem yang menggabungkan gambar, video, animasi dan suara secara interaktif.

Berdasarkan definisi-definisi tersebut, terdapat kesamaan bahwa multimedia merangkum berbagai macam media menjadi satu software pembelajaran yang interaktif. Jadi multimedia dapat diartikan sebagai teknologi yang mengoptimalkan peran komputer sebagai media yang menampilkan teks, suara, grafik, video dan animasi dalam sebuah tampilan yang terintegrasi dan interaktif.

Suatu media dalam sebuah pembelajaran tidaklah wajib ada. Seorang guru yang menyampaikan materi tanpa menggunakan media tidak dikatakan bahwa dia telah melaksanakan pembelajaran dengan gagal. Walaupun begitu media memegang peranan penting dalam mengarahkan proses pembelajaran dan hasil yang diinginkan dalam pembelajaran. Munir mengungkapkan kelebihan pengajaran yang berbantu media (Munir, 2008 : 113), termasuk didalamnya multimedia pembelajaran interaktif, memiliki kelebihan sebagai berikut :
  1. Dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam terhadap materi pembelajaran yang sedang dibahas, karena dapat menjelaskan konsep yang sulit atau rumit menjadi mudah atau lebih sederhana.
  2. Dapat menjelaskan materi pembelajaran atau obyek yang abstrak (tidak nyata, tidak dapat dilihat langsung) menjadi konkrit (nyata dapat dilihat, dirasakan, atau diraba).
  3. Membantu pengajar menyajikan materi pembelajaran menjadi lebih mudah dan cepat, sehingga peserta didik pun mudah dipahami, lama diingat dan mudah diungkapkan kembali
  4. Menarik dan membangkitkan perhatian, minat, motivasi, aktivitas, dan kreativitas belajar peserta didik, serta dapat menghibur peserta didik.
  5. Memancing partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran dan memberikan kesan yang mendalam dalam pikiran peserta didik.
  6. Materi pembelajaran yang sudah dipelajari dapat diulang kembali (playback). Misalnya menggunakan rekaman  video, compact disk (cakram padat), tape recorder atau televisi.
  7. Dapat membentuk persamaan pendapat dan persepsi yang benar terhadap suatu obyek, karena disampaikan tidak hanya secara verbal, namun dalam bentuk nyata menggunakan media pembelajaran.
  8. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sehingga peserta didik dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan tempat belajarnya, sehingga memberikan pengalaman nyata dan langsung.
  9. Membentuk sikap peserta didik (aspek afektif), meningkatkan keterampilan (psikomotor).
  10. Peserta didik belajar sesuai dengan karakteristiknya, kebutuhan, minat, dan bakatnya, baik belajar secara individual, kelompok, atau klasikal.
  11. Menghemat waktu, tenaga, dan biaya.
c. Kriteria Pengembangan Multimedia

Menurut Thorn (2006), pengembangan media interaktif harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu :
  1. Kemudahan navigasi. Sebuah multimedia interaktif harus dirancang sesederhana mungkin sehingga peserta didik dapat mempelajarinya tanpa harus dengan pengetahuan yang kompleks tentang media.
  2. Kandungan Materi (Kognisi), artinya adalah adanya kandungan pengetahuan yang jelas.
  3. Presentasi informasi yang digunakan untuk menilai isi dan multimedia interaktif itu sendiri.
  4. Integrasi media, dimana media harus mengintegrasikan aspek pengetahuan dan keterampilan.
  5. Artistik dan estetika. Untuk menarik minat belajar, maka program harus mempunyai tampilan yang menarik dan estetika yang baik.
  6. Fungsi secara keseluruhan, dengan kata lain program yang dikembangkan harus memberikan pembelajaran yang diinginkan oleh peserta belajar.