REFERENSI PENDIDIKAN

Neraca Air

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/neraca-air.html

Soedarsono (1987:2) mengatakan bahwa. “Neraca air adalah hubungan antara aliran ke dalam (inflow) dan aliran ke luar (outflow) di suatu daerah untuk suatu periode tertentu”. Penafsiran kuantitatif dari daur hidrologi dapat dicapai dengan suatu persamaan umum yang disebut persamaan neraca air.

Persamaan yang menggambarkan prinsip bahwa selang waktu tertentu, masukan air total suatu ruang tertentu harus sama dengan keluaran total ditambah perubahan bersih dalam cadangan. Unsur-unsur yang termasuk dalam neraca air yaitu, sebagai berikut.

1. Presipitasi
Presipitasi adalah segala materi yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi dalam bentuk cair (hujan) maupun padat (salju) akibat adanya proses kondensasi (uap air menjadi titik-titik air) dalam rangkaian proses siklus atau daur hidrologi.

2. Evapotranspirasi

Penguapan yang berasal dari tanah, massa air daratan dan samudera disebut evaporasi. Penguapan yang berasal dari tumbuhan disebut transpirasi. Sedangkan penguapan yang berasal dari gabungan keduannya disebut evapotranspirasi adalah jumlah total penguapan air yang terjadi dari permukaan bumi (evaporasi) dan penguapan air dari tumbuhan (transpirasi) setiap satu meter kuadrat.

3. Aliran permukaan (run off)

Aliran permukaan adalah air yang mengalir di atas permukaan tanah, jumlahnya banyak, dan merupakan sisa dari air yang tidak teresap oleh tanah.

4. Infiltrasi

Infiltrasi adalah proses peresapan air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah dan arahnya secara vertikal. Infiltrasi ini sangat berpengaruh terhadap besarnya potensi air tanah, semakin tinggi infiltrasinya, maka semakin besar potensi air tanahnya. Dalam proses infiltraasi ini, biasanya diikuti oleh proses-proses perkolasi (air yang masuk ke dalam tanah diteruskan ke lapisan tanah yang lebih dalam lagi/profil tanah), dan groundwater (peresapan air ke dalam tanah, diteruskan oleh proses perkolasi, dan masuk lagi sampai ke lapisan tanah yang kedap air).

5. Cadangan air (water storage)

Aliran sungai dapat dijadikan aliran dasar bagi cadangan air. Begitu juga dengan air tanah yang terdapat jauh di bawah permukaan tanah dapat dijadikan cadangan air dalam waktu yang relatif lama.

Refrensi:

Sosrodarsono, S. Dan Takeda, K (1987). Hidrologi Untuk Pengairan. Jakarta: PT. Pradnya Paramita
Neraca Air, Pada: 7:04 PM
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved