REFERENSI PENDIDIKAN

Pelatihan Sebagai Satuan Pendidikan Luar Sekolah

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/pelatihan-sebagai-satuan-pendidikan-luar-sekolah.html

Pendidikan Luar Sekolah merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Secara garis besar Pendidikan Luar Sekolah dapat diartikan sebagai suatu kegiatan pendidikan yang diselenggarakan Secara terorganisir dan sistematis serta tidak dibatasi oleh waktu dan tempat, hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Philips H. Combs (S. Joesoef, 1999:50) mengungkapkan bahwa pendidikan luar sekolah adalah :

Setiap kegiatan pendidikan yang terorganisir yang diselenggarakan diluar system formal, baik tersendiri maupun bagian dari suatu kegiatan yang luas, yang dimaksudkan untuk memberikan layanan kepada sasaran didik tertentu dalam rangka mencapai tujuan-tujuan belajar.

Djudju Sudjana (2000 : 20) sebagai berikut :
Setiap kegiatan pendidikan yang terorganisir dan sistematis diluar sistem formal, baik tersendiri maupun persekolahan mapan, dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian penting dari kegiatan yang lebih luas, yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik tertentu untuk mencapai tujuan belajarnya.
Jadi dengan pendidikan luar sekolah telah terkandung semua unsur yang disyaratkan oleh sesuatu system anak didik, pendidik, waktu, materi dan tujuan. Dari pengertian tersebut, dapat dikatakan pendidikan luar sekolah merupakan kegiatan yang diselenggarakan diluar sistem persekolahan yang mana didalamnya dapat menciptakan kondisi bagi peserta untuk mengembangkan diri, baik yang menyangkut pengetahuan sikap maupun keterampilan. jelas sudah bahwa pendidikan luar sekolah merupakan suatu kegiatan yang ditujukan untuk pengembamangan pengetahuan dan keterampilan serta pengembangan diri peserta pelatihannya. Salah satu bentuk satuannya dari pendidikan luar sekolah adalah pelatihan. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 tahun 2003 tentang pendidikan nonformal adalah :

Satuan pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok bermain, pusat kegiatan belajar masyarakat dan majelis ta’lim serta satuan pendidikan yang sejenis. Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bakal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan / atau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Lebih lanjut dijelaskan dalam garis-garis besar haluan Negara dalam Ratna Komalasari (2003:35) yaitu : 
Pendidikan nasional berdasarkan pancasila, bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia, yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani.
Berdasarkan pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendidikan luar sekolah lebih mengerahkan pada pengembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan serta nilai-nilai yang bersifat praktis, relevan dengan kebutuhan hidup, berharap agar sasaran dari pendidikan luar sekolah dapat meningkatkan taraf hidup melalui proses aktualisasi potensi yang ada pada dirinya serta pada akhirnya sasaran peserta didik dapat mengembangkan dirinya dalam berperan serta dalam kegiatan pembangunan bangsanya. Secara lebih jelasnya tujuan dari pendidikan luar sekolah adalah : (1) melayani warga belajar supaya dapat tumbuh dan berkembang sedini mungkin dan sepanjang hayatnya guna meningkatkan martabat dan mutu kehidupannya. (2) membina warga belajar agar memiliki pengetahuan keterampilan dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri, bekerja mencari nafkah atau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. (3) memenuhi kebutuhan belajar masyarakat yang tidak dapat dipenuhi dalam jalur pendidikan sekolah.

Refrensi:
  1. Komalasari, R. (2003). Studi Deskriptif tentang Pembinaan Ekstrakurikuler Bidang Agri Bisnis dalam Upaya Meningkatkan Motivasi Usaha Siswa di SMU Negeri 1 Lembang Pemerintahan Kabupaten Bandung. Skripsi Program Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Bandung : tidak diterbitkan.
  2. Sudjana, D. (2000). Pendidikan Luar Sekolah Wawasan Sejarah Perkembangan Falsafah dan Teori Pendukung Asas. Bandung : PT. Falah Production.
  3. Joesoef, S. (1999). Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah. Jakarta : Sinar Grafika Offset
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved