REFERENSI PENDIDIKAN

Konsep Pendekatan Pemasaran Secara Individual

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/pendekatan-pemasaran-secara-individual.html

Berdasarkan konsep customer relationship management, maka muncul konsep one to one marketing atau pendekatan pemasaran secara individual. Menurut Parvatiyar dan Shainesh dalam Vanessa (2007:44) menyebutkan bahwa, One to one marketing atau pendekatan secara individual merupakan suatu program yang ditujukan pada pemenuhan pemuasan kebutuhan yang dimiliki oleh pelanggan yang unik dan secara individual.

Ali Hasan (2010:109) mengungkapkan bahwa:
One to one marketing adalah memberitahukan atau menawarkan dan melayani proses transaksi individu secara langsung memberikan kesan, dan pengalaman pribadi yang berharga dan unik. Para pakar marketing menyebut One to one marketing merupakan filosofi pemahaman kebutuhan pelanggan (mulai dengan pertanyaan, dengarkan jawabannya, perhatikan respon terhadap produk)
Berdasarkan konsep di atas, maka dapat dikatakan bahwa One to one marketing adalah pendekatan pemasaran kepada pelanggan dengan cara mengidentifikasi kebutuhan pelanggan secara individual. Teknik pendekatan tersebut dibutuhkan untuk menciptakan produk atau jasa yang diinginkan oleh masing-masing pelanggan. Sedangkan menurut Sung-Shun Weng dan Mei-Ju Liu (2003:494) mengatakan bahwa:
Kegiatan One to one marketing merupakan interaksi secara individu dengan pelanggan perusahaan tersebut dengan cara menyesuaikan kebutuhan dan keinginan masing-masing pelanggan perusahaan. Dengan kegiatan One to one marketing yang dilakukan perusahaan maka tamu akan merasa dihargai dan merasa loyal.
Pesan yang digunakan dalam One to one marketing adalah pesan dua arah dimana perusahaan sangat memperhatikan pesan dari setiap pelanggan. Menurut Ali Hasan (2010:136) dijelaskan bahwa, One to one marketing jauh dari sekedar memasarkan dan melakukan penjualan, perusahaan harus mampu merubah bagaimana produknya diatur dan dikirim berdasarkan kebutuhan pelanggan secara individu. Sehingga dengan One to one marketing perusahaan mengedepankan hubungan antara perusahaan dengan kepuasan pelanggan. Menurut Don Peppers dan Martha Rogers dalam Kotler (2009:190) langkah-langkah dalam One to one marketing adalah sebagai berikut:

1. Identifikasi pelanggan

Identifikasi pelanggan adalah suatu cara mengenali serta mempertahankan pelanggan dengan informasi yang berasal dari semua saluran dan titik sentuh pelanggan, dalam hal ini lebih pendekatan terhadap pelanggan untuk lebih mengenali masing-masing pelanggan.

2. Perbedaan pelanggan

Merupakan suatu cara dengan membedakan pelanggan berdasarkan kebutuhan dan nilai mereka bagi perusahaan. Dengan cara membedakan pelanggan, perusahaan akan lebih mengetahui mana saja pelanggan yang lebih potensial.

3. Interaksi dengan pelanggan

Berinteraksi dengan pelanggan dimaksudkan untuk memperbaiki serta mempelajari kebutuhan pelanggan dan untuk membangun relasi yang lebih kuat.

4. Kesesuaian keinginan pelanggan

Kesesuaian keinginan pelanggan suatu cara menyesuaikan produk, layanan dan pesan dengan kebutuhan masing-masing pelanggan. masing-masing pelanggan memiliki kebutuhan individu yang unik untuk memuaskannya. Sehingga dengan menyesuaikan keinginan pelanggan, perusahaan dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi pelanggan tersebut. 

Menurut Shaffer dan Zhang dalam Ali Hasan (2010:101) mengungkapkan bahwa terdapat dua program One to one marketing yaitu:

1. Personalization

Personalization terjadi ketika perusahaan memutuskan bauran pemasaran itu pantas untuk individu yang umumnya didasarkan pada data pelanggan yang telah diketahui dan dikumpulkan sebelumnya. Efektif tidaknya personalisasi marketing terletak akurasi analisisdata pelanggan dalam memprediksi respon pelanggan terhadap harga dan promosi atau komunikasi online atau offline, kegiatan personalization dapat diaplikasikan kepada pemenuhan kebutuhan setiap tamunya secara individual melalui beberapa aspek diantaranya adalah penyapaan tamu oleh personel atau karyawan hotel secara individual, keramahan dan kesopanan dalam memberikan pelayanan, kecepatan dalam memberikan pelayanan secara individual, penanganan keluhan tamu secara individual serta pemberian undangan maupun kartu ucapan secara individual yang diberikan oleh hotel.

2. Customization

Customization terjadi ketika pelanggan secara proaktif menentukan satu atau lebih elemen dari bauran pemasaran. Potensi keuntungan kustomisasi yang nyata adalah kepuasan pelanggan akan lebih tinggi, profibilitas, dan dampak kustomisasi jangka panjang akan lebih baik. Pada customization, order dibuat sesuai keinginan pelanggan sehingga ketika pelanggan memperoleh hasil pesanan yang sesuai dengan keinginan dan ekspetasinya maka mereka akan puas.

Menurut Pappers dan Rogers dalam Vanessa (2007:111) menyebutkan bahwa one to one marketing atau pendekatan secara individual merupakan program yang ditujukan pada pemenuhan pemuasan kebutuhan yang dimiliki oleh pelanggan unik dan secara individual/perorangan. 

Refrensi:
  1. Vanessa Gaffar.2007. CRM dan MPR Hotel. Alfabeta: Bandung.
  2. Ali Hasan. 2010. Marketing. MedPress: Yogyakarta.
  3. Sung-Shun Weng & Mei-Ju Liu. 2003. Feature-Based Recommendation for One-To-One Marketing. Expert system with application 24: 493-508
  4. Kotler, Philip, & Kevin Lane Keller. 2009. Manajemen Pemasaran. Erlangga:Jakarta.
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved