Pengertian Masyarakat

Salah satu kesatuan sosial, sistem sosial atau kesatuan hidup manusia yang paling lumrah ditulis atau dilisankan, baik dalam konteks ilmiah maupun bahasa keseharian adalah masyarakat. Dalam bahasa Inggris istilah masyarakat disebut Society, sedangkan dalam bahasa Arab disebut syaraka yang berarti ikut serta atau berpartisipasi. Konsep masyarakat dalam bahasa Arab berarti saling bergaul atau saling berinteraksi. Soemardjan (Soekanto, 2004:24) merumuskan suatu definisi mengenai masyarakat yaitu “orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan”. Sedangkan menurut Koentjaraningrat (1994) menyebutkan bahwa “Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh rasa identitas yang sama.”

Dari kedua pendapat di atas dapat dikatakan bahwa masyarakat terdiri dari beberapa orang yang hidup bersama, mempunyai kesamaan tujuan sehingga mendorong mereka untuk berinteraksi serta menghasilkan suatu kebudayaan yang membedakannya dengan kelompok lain.

Lebih lanjut Ralph Linton (Harsoyo, 1984:126) mengemukakan bahwa “Masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama sehingga mereka dapat mengorganisasikan diri dan berfikir tentang dirinya sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu”. Dengan kata lain, masyarakat merupakan kelompok manusia yang berdiam diri bersama dalam waktu yang relatif lama sehingga satu sama lainnya dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai kesatuan sosial dengan norma-norma yang mengatur kehidupan mereka.

Mac Iver (Soekanto, 2004:24) merumuskan pengertian masyarakat sebagai berikut:
“Masyarakat adalah suatu sistem kebiasaan dan tata cara dari wewenang dan kerjasama antara berbagai kelompok dan golongan dari pengawasan tingkah laku serta kebiasaan-kebiasaan manusia. Keseluruhan yang selalu berubah ini kita namakan masyarakat. Masyarakat merupakan jalinan hubungan sosial dan selalu berubah.”
Berdasarkan pendapat di atas dapat dikatakan bahwa masyarakat merupakan jalinan hubungan sosial yang selalu berubah, masyarakat akan selalu mengalami perubahan di berbagai kehidupannya dan perubahan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor. Proses perubahan masyarakat terjadi karena manusia ialah makhluk yang berfikir dan bekerja, karena manusia merupakan bagian dari masyarakat maka mereka akan saling mempengaruhi satu sama lain. Dari pengertian-pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa suatu masyarakat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Manusia yang hidup bersama, dua atau lebih dari dua orang
  2. Bergaul dalam jangka waktu yang relatif lama
  3. Setiap anggotanya menyadari sebagai suatu kesatuan
  4. Bersama membangun sebuah kebudayaan yang membuat keteraturan dalam kehidupan bersama
Refrensi:
  1. Soekanto,S (1999). Sosiologi suatu Pengantar, Jakarta: Universitas Indonesia
  2. Harsoyo, (1984). Kebudayaan Sunda dalam Koentjoroningrat. Manusiadan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Penerbit Djambatan.