Konsep Model, Metode, dan Teknik Pembelajaran

a. Model Pembelajaran

Model pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar biasanya mengandung tujuan-tujuan dan tahapan-tahapan tertentu. Model pembelajaran menurut Lena (2008:4) merupakan:
Suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan untuk mendesain pola- pola mengajar secara tatap muka di dalam kelas atau mengatur tutorial dan untuk menentukan material/perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film-film, tipe-tipe program media computer. Setiap model mengarahkan pengajar untuk mendesain pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk mencapai berbagai tujuan.
Sementara Joyce dan Weill dalam Syaiful (2009:175) model mengajar adalah “suatu deskripsi dari lingkungan belajar yang menggambarkan perencanaan kurikulum, kursus- kursus, desain- desain unit- unit pelajaran dan pembelajaran, perlengkapan belajar, buku- buku pelajaran, program multi media dan bantuan belajar melalui program komputer”.

Model pembelajaran tentunya memiliki ciri-ciri tertentu. Menurut Kardi dan Nur dalam Trianto (2007:6), ciri-ciri tersebut yaitu:
  1. Rasional teoritik yang logis dan disusun oleh para pencipta atau pengembangnya.
  2. Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran yang akan dicapai).
  3. Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil.
  4. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai.
Berdasarkan ciri-ciri model pembelajaran tersebut, model pembelajaran bersifat penting dalam kegiatan pembelajaran. Dengan adanya model pembelajaran tersebut perencanaan pembelajaran memiliki landasan tetap untuk merancang suatu proses pembelajaran yang menarik dan inovatif yang sesuai dengan kondisi dan situasi siswa.

Model pembelajaran sangat beragam. Menurut Arends dalam Trianto (2007:9), ada enam model yang sering dan praktis digunakan guru dalam mengajar, yaitu:
  1. Model Presentasi
  2. Model Pengajaran Langsung
  3. Model Pengajaran Konsep
  4. Model Pembelajaran Kooperatif
  5. Model Pengajaran Berdasarkan Masalah
  6. Model Diskusi Kelas
b. Metode Pembelajaran

Menurut Neti Budiwati dan Leni Permana (2010: 71) metode merupakan cara yang digunakan guru untuk mengarahkan siswa kepada tujuan yang akan dicapai. Metode bersifat prosedural dan merupakan bagian dari strategi/ model. Metode pembelajaran berfungsi sebagai cara dalam menyajikan isi pembelajaran kepada siswa mencapai tujuan tertentu. Macam- macam metode pembelajaran ialah: metode ceramah, metode Tanya jawab, metode diskusi, kerja kelompok, demonstrasi eksperimen, bermain peran dan karya wisata. Metode pembelajaran merupakan salah satu faktor penting dalam kegiatan pembelajaran. Berkaitan dengan metode pembelajaran Nana 

Sudjana (2005: 76) bahwa, “Metode pembelajaran ialah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran”. Sedangkan Pupuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno (2009: 55) menyatakan, “Metode pembelajaran adalah cara-cara menyajikan materi pelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses pembelajaran pada diri siswa dalam upaya untuk mencapai tujuan”.Berdasarkan pengertian metode pembelajaran yang dikemukakan dua ahli tersebut dapat disimpulkan, metode pembelajaran merupakan suatu cara atau startegi yang dilakukan oleh seorang guru agar terjadi proses belajar pada diri siswa untuk mencapai tujuan.

Metode pembelajaran pada prinsipnya bertujuan agar agar terjadi proses pembelajaran pada diri siswa, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Oleh karenanya, metode pembelajaran hendaknya dapat menumbuhkan kegiatan belajar pada diri siswa. Menurut Sunardi (2002: 366) bahwa: Secara umum dapat dilihat bahwa metode mengajar dapat mengarahkan perhatian siswa terhahadap hakikat belajar yang spesifik, membangkitkan motivasi untuk belajar, memberikan umpan balik dengan segera, memberikan kesempatan bagi siswa untuk maju sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya sendiri, dapat mengembangkan dan membina sikap positif terhadap diri sendiri, guru, materi pelajaran serta proses pendidikan pada umumnya.

Pendapat tersebut menunjukkan, penerapan metode pembelajaran yang dilakukan seorang guru akan mempengaruhi pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Dengan metode pembelajaran yang tepat akan dapat membangkitkan motivasi belajar siswa, sehingga akan mendukung pencapaian hasil belajar lebih optimal. 

Untuk menyajikan seperangkat kegiatan pembelajaran dibutuhkan cara yang baik dan tepat. Dalam penyajian materi pelajaran dapat digunakan dengan metode pembelajaran yang tepat. Nana Sudjana (2005: 76) menyatakan, “Ketepatan penggunaan metode pembelajaran tersebut sangat bergantung pada tujuan, isi proses belajar mengajar dan kegiatan belajar mengajar”. Metode pembelajaran pada dasarnya merupakan suatu alat untuk menciptakan proses mengajar belajar. Dalam menerapkan metode pembelajaran harus memperhatijan tujuan yang hendak dicapai, isi dari materi pelajaran dan kegiatan yang akan diberikan kepada siswa dalam pembelajaran tersebut. Pemberian atau penerapan metode pembelajaran yang tepat, maka dapat menumbuhkan berbagai kegiatan belajar siswa yang berhubungan dengan kegiatan mengajar guru. Oleh karena itu, seorang guru harus memahami dan menguasai berbagai macam metode pembelajaran, agar dalam pelaksanaan pembelajaran diperoleh hasil yang maksimal.

Nana Sudjana (2005: 77-89) mengkalsifikasikan jenis-jenis metode pembelajaran terdiri 14 macam yaitu: “Metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, metode tugas belajar dan resistasi, metode kerja kelompok, metode demonstrasi dan eksperimen, metode sosio drama (role playing), metode problem solving, metode sistem regu (team teching), metode karyawisata (field trip), metode resource person (manusia sumber), metode survai masyarakat dan metode simulasi”. Dari keempat belas metode pembelajaran tersebut dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran menurut kebutuhan dan tujuan yang hendak dicapai. Untuk mencapai hasil belajar yang optimal, maka seorang guru harus cermat dan tepat dalam menerapkan metode pembelajaran.

Penerapan metode pembelajaran yang baik dan tepat sangat penting dalam kegiatan pembelajaran agar diperoleh hasil belajar yang optimal. Namun demikian setiap metode pembelajaran tentu memiliki kelebihan dan kelemahan, sehingga guru dalam menerapkan mtode pembelajaran harus diperhatikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Menurut Pupuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno (2009: 60) Pada prinsipnya tidak satu pun metode pembelajaran yang dapat dipandang sempurna dan cocok dengan semua pokok bahasan yang ada dalam setiap bidang studi. Karena setiap metode pembelajaran pasti memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Karena itu, guru tidak boleh sembarangan memilih serta menggunakan metode pembelajaran.

Pendapat tersebut menunjukkan, setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan. Oleh karena itu, dalam memilih dan menerapkan metode pembelajaran harus diperhatijan beberap afaktor. Lebih lanjut Pupuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno (2009: 60) menyatakan, beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode pembelajaran antara lain:

1) Tujuan yang hendak dicapai

Tujuan adalah sasaran yang dituju dari setiap kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, tujuan menjadi pedoman arah dan sekaligus sebagai suasana yang akan dicapai dalam kegiatan pembelajaran. Kepastian proses pembelajaran berpangkal tolak dari jelas tidaknya perumusan tujuan pembelajaran. Semakin jelas dan operasional tujuan yang akan dicapai, maka semakin mudah menentukan metode mencapainya, dan sebaliknya.

2) Materi pelajaran

Materi pelajaran ialah sejumlah materi yang hendak disampaikan oleh guru untuk bisa dipelajari dan dikuasai oleh siswa. Materi pelajaran dipilih seoptimal mungkin untuk membantu peserta didik dalam mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. sehingga metode pembelajaran tergantung pada materi pelajarannya.

3) Siswa

Siswa sebagai subyek belajar memiliki karakteristik yang berbeda-beda, baik minat, bakat, kebiasaan, motivasi, situasi sosial, lingkungan keluarga dan harapan terhadap masa depannya. Perbedaan anak dari aspek psikologis seperti sifat pendiam, super aktif, tertutup, terbuka, periang, pemurung bahkan ada yang menunjukkan prilaku-prilaku yang sulit untuk dikenal. Semua perbedaan tadi akan berpengaruh terhadap penentuan metode pembelajaran.

Perbedaan-perbedaan inilah yang wajib dikelola, diorganisir guru, untuk mencapai proses pembelajaran yang optimal. Apabila guru tidak memiliki kecermatan dan keterampilan dalam mengelola perbedaan-perbedaan potensi siswa, maka proses pembelajaran sulit mencapai tujuan. Guru harus menyadari bahwa perbedaan potensi bawaan siswa merupakan kekuatan maha hebat untuk mengorganisasi pembelajaran yang ideal. Keragaman merupakan keserasian yang harmonis dan dinamis.

4) Situasi

Situasi kegiatan belajar merupakan setting lingkungan pembelajaran yang dinamis. Guru harus teliti dalam melihat situasi. Pada waktu-waktu tertentu guru perlu melakukan proses pembelajaran di luar kelas atau di alam terbuka.

5) Fasilitas

Fasilitas dapat mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode pembelajaran. Oleh karena itu, ketiadaan fasilitas akan sangat mengganggu pemilihan metode yang tepat, seperti tidak adanya laboratorium untuk praktek, jelas kurang mendukung penggunaan metode demonstrasi atau eksperimen.

6) Guru

Setiap guru memiliki kepribadian, performance sytle, kebiasaan dan pengalaman membelajarkan yang berbeda-beda. Kompetensi pembelajaran biasanya dipengaruhi pula oleh latar belakang pendidikan. Guru yang berlatar belakang pendidikan keguruan biasanya lebih terampil dalam memilih metode yang tepat dalam menerapkannya. Sedangkan guru yang latar belakangnya pendidikannya kurang relevan, sekalipun tepat dalam menentukan metode pembelajaran, namun seringkali mengalami hambatan dalam penerapannya.

Jadi, untuk menjadi seorang guru pada intinya harus memiliki jiwa profesional agar dalam menyampaikan materui pelajaran bisa berhasil sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pendapat tersebut menunjukkan, dalam pemilihan dan penerapan metode pembelajaran ada enam aspek yang harus diperhatikan yaitu, tujuan yang hendak dicapai, materi pelajaran, siswa, situasi, fasilitas dan guru. Agar metode pembelajaran yang diterapkan memperoleh hasil yang optimal, maka aspek-aspek tersebut harus diperhatikan.

c. Teknik Pembelajaran

Menurut Neti Budiwati dan Leni Permana (2010:72) teknik pembelajaran merupakan bagian dari metode pembelajaran yang bersifat lebih teknis atau operasional. Contoh dari teknik pembelajaran adalah: examples non examples, picture and picture, members head together, cooperative script, dsb

Menurut Wina Sanjaya (2010:127) teknik atau taktik mengajar merupakan penjabaran dari metode pembelajaran. Teknik pembelajaran adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode. Misalnya, bagaimana cara yang harus dilakukan agar metode ceramah yang dilakukan berjalan efektif dan efisien.

Teknik pembelajaran adalah cara yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung. Guru dapat berganti- ganti teknik pembelajaran meskipun dalam koridor metode yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik pembelajaran.