REFERENSI PENDIDIKAN

Peperangan Imperium Inggeris di Amerika

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/peperangan-imperium-inggeris-di-amerika.html

Walaupun daerah-daerah koloni Amerika tidak menyukai kebijaksanaan Inggeris dalam urusan Amerika, mereka mengakui bahwa urusan luar negeri dan perjanjian internasional merupakan urusan negeri induk, Inggeris. Antara tahun 1689-1763 sejumlah perang antara Inggeris dengan Perancis dan Spanyol melibatkan daerah-daerah koloni di Amerika. Adanya permusuhan orang-orang Indian serta dan ancaman militer orang-orang Perancis di Amerika menimbulkan rasa tidak aman di kalangan kaum kolonis dan oleh karena itu mereka sangat tergantung pada kekuatan militer Inggeris.

Beberapa perang yang melihatkan daerah koloni di antaranya adalah: Pertama, perang Inggeris-Perancis di daratan Eropa dan daerah koloni di West Indies, New England, New France, dan New England. Perselisihan perbatasan juga terjadi antara daerah koloni Amerika dengan daerah Icoloni Perancis di Quebec. Perang yang berlangsung antara tahun 1689-1697 (dikenal di Amerika sebagai Perang Raja William) tersebut terjadi setelah pengangkatan William of Orange, seorang pangeran dari Belanda, ke dalam tahta Inggeris setelah terjadinya Revolusi Gregorius (1688-1689). Raja baru Inggeris itu sangat menentang sikap ekspansif raja Perancis, Louis XIV. Perang terjadi di daratan Eropa dan di Amerika setelah kepentingan daerah koloni Amerika terancam oleh pasukan Perancis.
Perang kedua antra kedua negara dan yang melibatkan Spanyol terjadi setelah Louis XIV menempatkan cucunya ke dalam tahta Spanyol yang dianggap oleh Inggeris sebagai upaya untuk mengancam ballance of power atau perimbangan kekuatan Eropa. Perang yang dikenal di Amerika sebagai Perang Ratu Anne (1701-1713) tersebut melibatkan daerah-daerah koloni di Amerika setelah Perancis menyerang New England dan Spanyol menyerang Carolina Selatan dari Florida. Perjanjian Utrecht (1713) mengakhiri perang tersebut dengan pengakuan Perancis atas kemenangan Inggeris di Eropa serta penyerahan Newfoundland Perancis, Nova Scotia dan Hudson Bay di Amerika terhadap Inggeris.

Perang Ketiga terjadi pada tahun 1739 melibatkan Spanyol dengan Inggeris dan daerah koloni dalam persaingan memperebutkan hak dagang West Indies dan klaim wilayah antara Georgia dan Florida Barat yang dimiliki Spanyol. Perang lebih besar terjadi antara tahun 1744-1748, yang dikenal di Amerika sebagai Perang Raja George memperebutkan daerah Sungai Lawrence antara Inggeris dan Perancis. Perang tersebut diakhiri dalam Perjanjian Aix-la-Chapelle (1748).

Perang lain antara Perancis dan Inggeris terjadi antara tahun 1754-1763 yang dikenal sebagai perang tujuh tahun. Perang tersebut sebenarnya dimulai tahun 1748 di lembah Sungai Ohio setelah Perancis berusaha mendirikan jaringan koloni dari Quebec di Utara dan Carolina di Selatan. Politik tersebut tentu saja ditentang oleh kaum kolonis Amerika. Perang yang kemudian melibatkan Inggeris tersebut dimenangkan oleh pasukan Perancis. Kaum kolonis menyadari bahwa bantuan militer Inggeris tidak bisa diharapkan lagi. Oleh karena itu beberapa koloni Amerika seperti New England, New York, Pennsylvania dan Maryland dalam Kongres di Albany tahun 1754 sepakat untuk membentuk Grand Union yang anggota-angotanya terdiri dari delegasi majelis provinsi. Rencana yang diajukan oleh Benjamin Franklin dengan tujuan untuk membentuk persatuan di antara daerah koloni agar mampu mengurus masalah-masalah mereka tanpa bantuan Inggeris itu tidak bisa direalisasikan. Majelis provinsi menolak rencana tersebut. Ketika kaum kolonis sibuk mempersoalkan masalah politik, pasukan Inggeris mengalami kekalahan di berbagai tempat antara tahun 1754-1757. Daerah Niagara, Crown Point, Oswego, Ticonderoga, Pelabuhan William Henry dan Louisbourg jatuh ke tangan Perancis. Namun demikian, pada tahun 1757, setelah pemerintah Inggeris di Amerika dipegang oleh William Pitt, pasukan Inggeris mulai memperoleh kemenangan. Di bawah pimpinan Jenderal John Forbes dan Lord Amherst, pasukan Inggeris merebut kembaii daerah-daerah yang diduduki Perancis. Perang kedua negara diakhiri dalam Perjanjian Paris (1763) dimana Perancis menyerahkan semua daerah koloninya di Amerika Utara, kecuali dua pulau di West Indies.

Perang Tujuh Tahun memberi dampak positif bagi koloni-koloni Amerika dan berpengaruh terhadap meletusnya perang kemerdekaan. Kaum kolonis menyadari bahwa mereka memiliki sumberdaya alam dan manusia yang besar serta mampu mensuplai kebutuhan militer terhadap pasukan Inggeris. Kemenangan atas Francis, walaupun atas dukungan Inggeris, memberi mereka rasa percaya diri yang besar untuk berdiri sebagai koloni yang berdaulat.

Refrensi:

Supriana, Nana. 2012. Bangsa Amerika. Tidak Diterbitkan.
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved