REFERENSI PENDIDIKAN

Perbedaan Bullying antara Laki-Laki dan Perempuan

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/perbedaan-bullying-antara-laki-laki-dan-perempuan.html.html

Bjorkquist, lagerspetz & kaukiainen (Pidada, 2003: 30) Mengemukakan bahwa perbedaan gender dalam agresi tidak hanya terdapat dalam dongeng-dongeng atau cerita rakyat (folklore), yang selalu digambarkan bahwa laki-laki lebih agresif dari pada perempuan. Artinya secara signifikan laki-laki memang lebih sering terlibat agresi fisik. Sebaliknya, perempuan lebih sering terlibat dalam berbagai jenis agresi tak langsung yang bentuknya sulit diidentifikasi oleh korbannya. Atau, korban seringkali tidak menyadari bahwa ia menjadi sasaran dari suatu tindak agresi misalnya, pada anak-anak bentuk agresi seperti ini termasuk berbohong, atau menyebarkan rumor dibelakang orang yang menjadi sasaran sudah ditemukan mulai anak berusia delapan tahun dan terus meningkat hingga usia lima belas tahun, dan terus bertahan hingga dewasa.

Ada beberapa perbedaan nyata antara jenis kelamin dengan cara-cara agresi yang ditampilkan atau diterima. Anak laki-laki cenderung melakukan bentuk bullying secara fisik dengan menyakiti tubuh (misalnya; menendang, memukul, mendorong), atau melalui agresi verbal langsung, sementara anak perempuan paling sering, meskipun tidak secara eksklusif, menampilkan agresi secara tidak langsung. Perempuan biasanya terlibat dalam agresi relasional atau yang disebut ‘bullying rahasia’ yang melibatkan metode permusuhan tersembunyi berdasarkan serangan komunikasi dan isolasi sosial Stempel & Young (Oneil, 2009: 9).

Refrensi:
  1. Pidada, Utari S. (2003). Perbedaan Gender Dalam Agresi Relasional Pada Anak-Anak.Jurnal Psikologi. Bandung: Universitas Padjajaran.
  2. O’neil susan, (2009). Bullying by tween and teen girls: a literature, policy andresource review.[online]. Tersedia: http://www.sacsc.ca/Literature%20Review_ finalSON.pdf 
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved