Prinsip-prinsip Pembelajaran

Belajar merupakan proses interaksi antara individu dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan tingkah laku. Dalam proses belajar mengajar ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan pengajar. Rudi Susilana, dkk (2006: 130-134) merumuskan prinsip-prinsip pembelajaran adalah sebagai berikut :

a. Prinsip perhatian dan motivasi

Perhatian adalah memusatkan pikiran dan perasaan emosional secara fisik dan psikis terhadap sesuatu yang menjadi pusat perhatiannya. Dalam proses pembelajaran perhatian akan muncul apabila pelajaran yang diberikan merupakan bahan pelajaran yang menarik dan dibutuhkan oleh siswa. Perhatian memiliki peranan yang sangat penting sebagai langkah awal dalam memicu aktivitas-aktivitas belajar. Motivasi berhubungan erat dengan minat. Siswa yang memiliki minat lebih tinggi pada suatu mata pelajaran cenderung lebih memiliki perhatian yang lebih terhadap mata pelajaran, hal tersebut akan menimbulkan motivasi yang lebih tinggi dalam belajar.

b. Prinsip keaktifan

Belajar pada hakekatnya adaah proses aktif dimana seseorang melakukan kegiatan secara sadar untuk mengubah suatu perilaku, hal tersebut terlihat dengan adanya kegiatan merespn terhadap setiap pembelajaran.

c. Prinsip Keterlibatan Langsung

Prinsip ini berhubungan dengan prinsip aktivitas. Berdasarkan prinsip ini maka setiap individu harus terlibat secara langsung untuk mengalami kegiatan belajar.

d. Prinsip Pengulangan

Teori yang bisa dijadikan sebagai petunjuk pentingnya prinsip pengulangan dalam belajar, antara lain bisa dicermati dari dalil-dalil belajar yang dikemukakan oleh Edward L. Thorndike (1974-1949) tentang Law of learning, yaitu “ Law of effect, law of exercise, and Law of readiness”.

e. Prinsip Tantangan

Implikasi lain dari adanya bahan belajar yang dikemas dalam suatu kondisi yang menantang, seperti yang mengandung masalah yang perlu dipecahkan, siswa akan tertantang untuk mempelajarinya. Dengan kata lain pembelajaran yang memberi kesempatan pada siswa untuk turut menemukan konsep-konsep, prinsip-prinsip dan generalisasi akan menyebabkan siswa berusaha mencari menemukan konsep-konsep, prinsip-prinsip dan generalisasi tersebut.

f. Prinsip Balikan dan Penguatan

Siswa akan belajar lebih semangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil yang baik. Apabila hasil yang baik, merupakan balikan yang menyenangkan dan berpengaruh baik bagi usaha belajar selanjutnya.

g. Prinsip Perbedaan Individual

Perbedaan individual dalam belajar, yaitu bahwa proses belajar yang terjadi pada setiap individu berbeda satu dengan yang lain baik secara fisik maupun psikis, untuk itu dalam proses pembelajaran mengandung implikasi bahwa setiap siswa harus dibantu untuk memahami kekuatan dan kelemahan dirinya dan selanjutnya mendapat perlakuan dan pelayanan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa itu sendiri.

Refrensi:

Susilana, Rudi dkk. (2006). Kurikulum & Pembelajaran. Bandung; Jurusan Kurtekpend UPI