REFERENSI PENDIDIKAN

Proses dan Teknik Pembinaan Guru

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/proses-dan-teknik-pembinaan-guru.html

Pembinaan guru merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan, karena pembinaan guru mengarah kepada peningkatan unjuk kerja yang merupakan fungsi dari karakteristik individual guru yaitu yang meliputi sikap, keinginan, kemampuan dan motivasi. Pembinaan guru dimulai dengan mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar, menemukan kelamahan atau masalah-masalah yang dihadapi guru, mendiskusikan potensi dan kelemahan yang ada serta cara pemecahannya, mengembangkan program kegiatan untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatan belajar mengajar. Program yang telah disepakati, kemudian dilaksanakan oleh guru disertai bantuan, bimbingan dan pelayanan pihak pembina. 

Evaluasi efektivitas pelaksanaan program juga dilakukan. Dengan demikian, demi terbentuknya guru yang lebih berkualitas dan proses belajar mengajar yang lebih baik, pihak pembina dalam hal ini kepala sekolah dan pengawas sekolah selain memberikan bantuan dan pelayanan, juga selalu mendorong guru supaya kegiatan pembinaan yang dilakukan mewujudkan hasil yang diharapkan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Ngalim Purwanto (1987:75) ada beberapa hal yang hendaknya dicapai oleh guru melalui kegiatan pembinaan yaitu :
  1. Guru memahami tujuan-tujuan pendidikan dan hubungan antara aktivitas pengajaran dengan tujuan pendidikan tersebut.
  2. Guru memahami persoalan dan kebutuhan murid dan usaha-usaha yang perlu ditempuh.
  3. Guru memahami masalah-masalah dan kesukaran-kesukaran belajar murid dan usaha-usaha yang perlu ditempuh.
  4. Guru mendapatkan kecakapan mengajar lebih baik, dengan berbagai metode mengajar dan membuat alat-alat bantu pengajaran sesuai dengan kurikulum.
  5. Guru mendapatkan tugas sesuai dengan dan terdorong kemampuan, minat dan bakatnya.
  6. Guru mengenal dan memahami sumber-sumber pengalaman belajar murid di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat yang sesuai dan mendukung proses belajar mengajar di sekolah.
  7. Guru dapat melaksanakan evaluasi kegiatan sekolah dan hasil belajar untuk mengetahui kemajuan sekolah dan perkembangan murid.
  8. Guru terpupuk sikap kebersamaan, kekompakkan dan moral kerja yang tinggi, baik diantara sesama guru dengan personel sekolah lainnya, dengan orang tua serta masyarakat.
Menurut Prihatin (2005:43) mengungkapkan bahwa : “Pembinaan guru dapat menerapkan teknik perseorangan atau secara individual dan teknik berkelompok.” Teknik individual atau perseorangan dapat dilakukan oleh pihak pembina baik di lingkungan sekolah seperti melalui pertemuan pribadi, dan supervisi sehari-hari oleh kepala sekolah. Sedangkan teknik berkelompok melalui suatu wadah atau media pembinaan yaitu melalui wadah KKG, KKKS, KKPS,  maupun forum/kesempatan yang ada sebagai wahana atau media upaya peningkatan kualitas guru.

Refrensi:
  1. Purwanto, N. (1987). Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya
  2. Prihatin, T. (2005). “Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Implementasi Pembinaan Guru di Era Otonomi Daerah.” Jurnal Pendidikan. 14, (1), 37-47.
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved