Sistem Pembinaan Profesional Guru SD

Pembinaan profesional guru adalah upaya memberi bantuan, layanan, bimbingan kepada guru yang berkaitan dengan kebutuhan pengembangan dan kesulitan yang ditemukan dalam melaksanakan peran dan tugasnya dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuannya agar dapat mewujudkan kegiatan  pembelajaran yang bermakna dan produktif. Pembinaan profesional guru di SD dapat diupayakan melalui satu sistem yang disebut dengan sistem pembinaan profesional (SPP). Menurut Ibrahim Bafadal (2006:58), menjelaskan bahwa :

Sistem pembinaan profesional adalah suatu sistem pembinaan yang diberikan kepada guru dengan menekankan bantuan pelayanan profesi berdasarkan kebutuhan guru di lapangan melalui berbagai wadah profesional dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.

Sebagai suatu sistem, pembinaan profesional di dalamnya terdapat beberapa komponen yang satu sama lainnya punya peran dan jalinan erat, sehingga apabila ada satu atau beberapa komponen yang tidak berperan sesuai fungsinya maka sistem itu sendiri tidak akan berjalan dengan baik. Komponen- komponen yang terkait dalam sistem pembinaan profesional menurut Depdikbud (1994:5-6) adalah :
  1. Ketenagaan : Pembina, Penilik, Kepala SD, Guru, Tutor inti, Guru pemandu mata pelajaran yang melakukan fungsinya masing-masing, disertai dedikasi dan komitmen terhadap tugasnya.
  2. Perangkat Gugus Sekolah : SD Inti, SD Imbas, PKG, dengan KKG, KKKS, dan KKPS.
  3. Program : Penataran, diskusi, seminar, tutorial, issu/pokok-pokok masalah, kebutuhan-kebutuhan riil dan praktis dalam proses belajar mengajar, jadwal dan pelaksanaan program. 
  4. Manajemen : organisasi, struktur kepengurusan, mekanisme kerja, disiplin, komunikasi, motivasi, pencatatan dan pelaporan.
  5. Dana : Sumber-sumber penggunaan dan pertanggungjawaban.
  6. Pemantauan dan evaluasi : Pemantauan rutin, penampungan masalah dan keluhan, tes hasil belajar.
SPP berlandaskan kepada pemikiran bahwa mutu pendidikan yang berkualitas harus ditangani oleh para pengelola pendidikan yang berkualitas. Siswa yang berkualitas sebagai output juga merupakan hasil dari guru-guru yang berkualitas pula. Dalam hal ini SPP sebagai suatu sistem diperlukan untuk melakukan pengembangan staf serta meningkatkan mutu profesional guru. SPP pada dasarnya menerapkan prinsip pembinaan antara teman sejawat dalam peningkatan kemampuan profesional guru yang dilakukan secara terus menerus yang dilandasi oleh tujuan dan semangat untuk maju bersama. Dalam pelaksanaannya, pembinaan profesional dilakukan melalui suatu jaringan dan sistem pembinaan kreatif dengan melibatkan secara aktif seluruh unsur pembina guru dalam suatu kegiatan pembinaan profesional terpadu. Untuk mempermudah pelaksanaannya di lapangan, dibentuklah gugus sekolah dasar. 

Menurut Ibrahim Bafadal (2006:58) menjelaskan gugus sekolah dasar bahwa :
Dalam arti statis, gugus sekolah dasar merupakan sekelompok atau gabungan dari 3-8 sekolah dasar yang memiliki tujuan dan semangat untuk maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan melalui persiapan sistem pembinaan profesional. Dalam arti dinamis, gugus sekolah dasar dapat didefinisikan sebagai satu pendekatan pengembangan dan pembinaan sekolah dasar yang dimulai dengan pembentukan gugus sekolah yang terdiri atas sebuah sekolah dasar inti (SD inti) sebagai pusat pengembangan sekolah dasar sekitarnya, yang disebut dengan sekolah dasar imbas (SD Imbas).

Gugus sekolah sebagai lembaga/organisasi dimana SPP dilaksanakan perlu dikelola dengan baik dan dikembangkan terus pertumbuhannya, sehingga berfungsi secara efektif. Hal tersebut perlu ditempuh karena kondisi tenaga pendidikan di sekolah dasar saat ini masih memerlukan upaya pembinaan dan peningkatan melalui pemberian bantuan profesional seiring dengan lajunya perkembangan dan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Gugus sekolah dasar yang ada di wilayah kecamatan memiliki tujuan serta semangat untuk maju bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan. 

Menurut Depdikbud (1997:4), dalam pedoman pengelolaan gugus sekolah bahwa :
Pembentukkan gugus dimaksudkan untuk dapat memperlancar upaya peningkatan mutu pengetahuan, wawasan, kemampuan dan keterampilan profesional para tenaga kependidikan, dalam hal ini lebih dikhususkan bagi guru SD, dalam meningkatkan mutu kegiatan/proses belajar mengajar dengan mendayagunakan segala sumber daya dan potensi yang dimiliki oleh sekolah, yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu hasil belajar.

Refrensi:

Bafadal, I. (2006). Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar. Jakarta: PT Bumi Aksara.