Tahap dan Tugas Perkembangan Individu


Pada zaman yang telah lalu, sebelum filsuf J.J. Rousseau menghasilkan pemikiran tentang hakikat anak, pada umumnya orang berasumsi bahwa anak merupakan miniatur orang dewasa. Sesuai dengan asumsi tersebut, para orang tua atau guru memperlakukan anak seperti orang dewasa, dan anak dituntut berperilaku seperti orang dewasa. Tetapi selanjutnya, asumsi tersebut telah ditinggalkan orang. Sebagaimana Anda maklumi, masa kanak-kanak adalah suatu tahap yang berbeda dengan orang dewasa. Anak menjadi dewasa melalui suatu proses pertumbuhan dan perkembangan secara bertahap mengenai keadaan fisik, sosial, emosional, moral, dan mentalnya. Seraya mereka berkembang, mereka mempunyai cara-cara memahami, bereaksi, dan mempersepsi yang sesuai dengan usianya. Konsep inilah yang oleh para ahli psikologi disebut tahap perkembangan.

Robert Havighurst (1953) membagi perkembangan individu menjadi empat tahap, yaitu:
  1. Masa bayi dan kanak-kanak kecil (0-6 tahun);
  2. Masa kanak-kanak (6-12 tahun);
  3. Masa remaja atau adolesen (12-18 tahun);
  4. Masa dewasa (18 tahun - ....).
Berdasarkan hasil studinya, selain mendeskripsikan tahap-tahap perkembangan sebagaimana disajikan di atas, Havighurst juga mendeskripsikan tugas-tugas perkembangan (developmental task). Adapun yang dimaksud tugas perkembangan yaitu sejumlah tugas yang harus diselesaikan oleh individu yang terdapat pada suatu tahap perkembangannya. Apabila individu berhasil menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya, keberhasilan tersebut akan membawa kebahagiaan dan keberhasilan dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangan pada tahapan berikutnya. Sebaliknya, apabila individu gagal menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya, kegagalan tersebut akan mengakibatkan kekecewaan dan mengakibatkan kesulitan-kesulitan dalam rangka menyelesaikan tugas-tugas perkembangan pada tahapan berikutnya.

Havighurst mengemukakan bahwa tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikan setiap individu pada setiap tahap perkembangannya adalah sebagai berikut:

a. Tugas Perkembangan Masa Bayi dan Kanak-kanak Kecil (0-6 Tahun):
  1. Belajar berjalan.
  2. Belajar makan makanan yang padat.
  3. Belajar berbicara/berkata-kata.
  4. Belajar mengontrol pembuangan kotoran tubuh.
  5. Belajar tentang perbedaan kelamin dan kesopanan/kelakuakuan yang sesuai dengan jenis kelaminnya.
  6. Mencapai stabilitas fisiologis/jasmaniah.
  7. Pembentukan konsep sederhana tentang kenyataan sosial dan kenyataan fisik.
  8. Belajar menghubungkan diri secara emosional dengan orang tua, saudarasaudaranya, dan orang lain.
  9. Belajar membedakan yang benar dan yang salah, dan pengembangan kesadaran diri/kata hati.
b. Tugas Perkembangan Masa masa kanak-kanak (6-12 tahun):
  1. Belajar keterampilan fisik yang perlu untuk permainan sehari-hari.
  2. Pembentukan kesatuan sikap terhadap dirinya sebagai suatu organisme yang tumbuh.
  3. Belajar bermain dengan teman-teman mainnya.
  4. Belajar memahami peranan-peranan kepriaan atau kewanitaan.
  5. Pengembangan kemahiran dasar dalam membaca, menulis, dan berhitung.
  6. Pengembangan konsep-konsep yang perlu untuk kehidupan sehari-hari.
  7. Pengembangan kesadaran diri, moralitas, dan suatu skala nilai-nilai.
  8. Pengembangan kebebasan pribadi.
  9. Pengembangan sikap-sikap terhadap kelompok sosial dan lembaga.
c. Tugas Perkembangan Masa Remaja atau Adolesen (12-18 Tahun):
  1. Mencapai hubungan yang baru dan lebih matang dengan teman sebaya dari kedua jenis kelamin.
  2. Mencapai peranan sosial sebagai laki-laki atau perempuan.
  3. Menerima/menghargai tubuh sendiri dan menggunakannya secara efektif.
  4. Mencapai kebebasan emosional dari orang tua atau orang dewasa lainnya.
  5. Memperoleh jaminan kebebasan ekonomi.
  6. Memilih dan mempersiapkandiri untuk suatu pekerjaan.
  7. Mempersiapkan diri untuk pernikahan dan kehidupan berkeluarga.
  8. Mengembangkan kecakapan intelektual dan konsep-konsep yang perlu untuk menjadi warga negara yang cakap.
  9. Menginginkan dan mencapai tingkah laku yang bertangung jawab dalam masyarakat.
  10. Menguasai seperangkat nilai dan sistem etik sebagai pedoman bertingkah laku.
d. Tugas Perkembangan pada Masa Dewasa (18- …).

1) Tugas Perkembangan pada Masa Dewasa Awal:
  1. Memilih jodoh/pasangan hidup.
  2. Belajar hidup bersama dengan pasangan hidup (suami/isteri).
  3. Memulai suatu keluarga.
  4. Mengasuh anak.
  5. Menyelenggarakan/mengelola rumah tangga.
  6. Memulai meduduki suatu jabatan/pekerjaan.
  7. Menerima tanggung jawab sebagai warga negara.
  8. Mencari suatu perkumpulan sosial yang sesuai.
2) Tugas Perkembangan pada Masa Dewasa Tengah Umur:
  1. Mencapai tanggung jawab sosial dan warga negara yang dewasa.
  2. Mencapai dan mempertahankan suatu tingkat kehidupan ekonomi yang layak/mapan.
  3. Membantu nak-anak belasan tahun menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan bahagia.
  4. Mengembangkan penggunaan waktu luang orang dewasa.
  5. Menghubungkan diri sendiri kepada suami atau isteri sebagai suatu pribadi.
  6. Menerima dan menyesuaikan diri pada perubahan-perubahan fisiologis karena usia.Menyesuaikan diri pada
  7. Menyesuaikan diri terhadap orang tua yang sangat tua.
3) Tugas Perkembangan pada Masa Usia Lanjut:
  1. Menyesuaikan diri pada kekuatan dan kesehatan jasmani yang makin menurun.
  2. Menyesuaikan diri pada saat pensiun dan pendapatan yang berkurang.
  3. Menyesuaikan diri terhadap kematian suami/isteri (menjanda/menduda).
  4. Membentuk suatu ikatan dengan kelompok seusia.
  5. Memenuhi kewajiban-kewajiban sosial dan kewarganegaraan.
  6. Menyusun penyelenggaraan kehidupan jasmaniah yang memuaskan.
Sebagaimana Havighurst, Yelon dan Weinstein (1977) juga sepakat bahwa perkembangan individu berlangsung secara bertahap. Dengan bersumber kepada karya Suterly dan Donnely (1973), Krogman (1972), serta Papalia dan Olds (1975), Yelon dan Weinstein mengemukakan perkembangan jenis-jenis tingkah laku dalam kebudayaan Barat pada umur yang bervariasi. Jenis-jenis perkembangan tingkah laku individu tersebut adalah sebagai berikut:

1) Perkembangan Jenis-jenis Tingkah Laku masa anak kecil (toddler).

a) Perkembangan Fisik:
  1. Perkembangan fisik sangat aktif.
  2. Belajar merangkak, berjalan, berlari, mendaki, makan sendiri, membentu dengan balok-balok, dan menulis cakar ayam.
  3. Belajar kebiasaan membuang kotoran (learns toilet habits).
b) Perkembangan Mental:
  1. Perkembangan bahasa dari menangis kepada pengucapan kalimat lengkap.
  2. Bermain secara konstan.
  3. Belajar konsep-konsep, seperti warna, “satu”, “banyak”, dsb.
  4. Objek dilihatnya sebagai benda-benda yang bergerak (hidup).
c) Perkembangan Sosial:
  1. Menggunakan bahasa untuk menyatakan kontrol dengan menggunakan kata “tidak”.
  2. Menyukai anak-anak lain, tetapi tidak bermain dengan mereka.
  3. Menyukai berjalan-jalan dekat rumah.
d) Perkembangan Emosional:
  1. Memberikan respon/menanggapi terhadap afeksi dan persetujuan.
  2. Tergantung kepada orang tua.
  3. Berkembang dari mennagis yang tidak beraturan kepada berbagai cara menunjukan emosi yang berbeda-beda.
2). Perkembanagn Jenis Tingkah Laku Masa Pra Sekolah (Presholler).

a) Fisik:
  1. Perkembangan fisik sangat aktif.
  2. Koordinasi pegangan tangan sangat baik, dapat melempar, menangkap, meloncat, menggambar bentuk, dan menulis halus/pelahan.
  3. Dapat belajar keterampilan manual.
  4. Perkembangan otot-otot yang mantap.
b) Mental:
  1. Egosentrik; pemahaman terhadap pandangan dan perasaan orang lain kecil.
  2. Bahasa berkembang dengan baik, mengucapkan kalimat, perbendaharaan kata yang banyak, tertarik kepada ceritera.
  3. Masih sulit berpikir tentang ide-ide abstrak.
c) Sosial:
  1. Menghormati kekuasaan.
  2. Mentaati aturan-aturan.
  3. Pertemanan bersifat sementara.
  4. Bermain dekat rumah, tetapi tidak dengan anak-anak lain.
d) Emosional:
  1. Memberikan respon terhadap afeksi dan persetujuan.
  2. Mulai memusatkan diri kepada tipe-tipe pribadi laki-laki atau perempuan, peranan-peranan berdasarkan gender, dan kecakapan.
  3. Memberikan tanggapan yang baik terhadap kebiasaan.
  4. Berpusat pada diri sendiri.
  5. Mengekspresikan semua perasaan.
3) Perkembangan Jenis Tingkah laku Masa Kanak-Kanak (Childhood).

a) Fisik:
  1. Keterampilan-keterampilan badan cukup baik, otot-otot kuat, dan terkoordinasi.
  2. Turut serta dalam permainan-permainan kelompok.
  3. Perkembangan keseimbangan lebih lanjut, kegesitan, daya tahan, kekuatan tenaga dan keterampilan khusus.
b) Mental:
  1. Egosentris berkurang.
  2. Menggunakan simbol-simbol dan bahasa untuk memecahkan masalahmasalah dan komunikasi.
  3. Rasa ingin tahu, berhasrat untuk belajar.
  4. tertarik kepada arti kata dan lelucon.
  5. Membaca digunakan sebagai alat dan untuk kesenangan.
c) Sosial
  1. Berorientasi kepada kelompok tetapi kehidupan di rumah masih berpengaruh.
  2. Ingin bebas
  3. Memuja pahlawan.
  4. Pemisahan dari jenis kelamin lain.
  5. Kelompok mempengaruhi konsep dirinya.
d) Emosional
  1. Banyak menggunakan waktu untuk membebaskan diri dari rumah.
  2. Menyamakan diri dengan teman sebayanya.
  3. Masih tetap menyenangi persetujuan orang dewasa.
  4. Mudah terharu, sedih.
  5. Pemberani dan sangat percaya pada diri sendiri.
4) Perkembangan Jenis Tingkah Laku Masa Remaja Awal (Early Adolescence)

a) Fisik:
  1. Pertumbuhan dan kesadaran akan tubuhnya cepat.
  2. Kematangan seksual.
  3. Pengembangan kekuatan, keperkasaan, kelenturan, kecepatan, dan ketangkasan.
  4. Pengembangan berbagai keterampilan.
  5. Proporsi tubuh tumbuh dengan kecepatan yang berbeda.
b) Mental:
  1. Telah dapat mulai berpikir abstrak.
  2. Melakukan pengujian-pengujian kebenaran hipotesa dan melakukan pemikiran hipotesis.
  3. Egosentrik, dalam hal ini mereka berpikir bahwa perhatian setiap orang terfokus kepada mereka.
c) Sosial:
  1. Menyesuaikan diri kepada norma-norma kelompok, mencari persetujuan kelompok.
  2. Berteman dekat dengan sebaya dan sejenis.
  3. Membicarakan sek dan percintaan romantic dengan teman karib sejenis.
  4. Menuntut pripacy.
d) Emosional:
  1. Mengusahakan untuk lebih bebas.
  2. Mempertanyakan siapa saya, pribadi macam apakah saya ini.
  3. Terombang-ambing antara kekanak-kanakan dan kedewasaan.
  4. Emosional tidak stabil.
5) Perkembangan Jenis Tingkah Laku Remaja Akhir (Late Adoloscence).

a) Fisik:
  1. Kematangan fisik.
  2. Keterampilan-keterampilan gerak prima.
b) Mental:
  1. Sebagian besar dapat berpikir abstrak.
  2. Egosentrisme hilang.
c) Sosial:
  1. Bebas dari kehidupan rumah.
  2. Menyesuaikan diri dengan norma-norma kelompok.
  3. Berminat kepada lawan jenis kelamin dan mengadakan hubungan antar pribadi.
d) Emosional:
  1. Mapannya identitas diri dalam kedudukannya dalam masyarakat.
  2. Kadang-kadang menolak untuk menyesuaikan diri.
Apabila Yelon dan Weinstein mengemukakan berbagai jenis perilaku pada setiap tahap individu, Jean Piaget secara khusus mengemukakan tahap-tahap perkembangan mental/kognitif individu. Piaget mendeskripsikan tahap-tahap perkembangan mental/kognitif individu menjadi empat tahapan sebagai berikut:

(1) Tahap Sensorimotor (0 – kurang lebih 2 tahun).

Pada tahap ini tingkah laku anak ditentukan oleh perasaan (senses) dan aktivitas motorik; Kesan (impression) anak tentang dunia dibentuk oleh persepsi mengenai perasaannya dan oleh manipulasi dari lingkungannya. Pembentukan konsep/ide pada tahapan ini terbatas kepada objek yang bersifat permanen atau objek yang tampak dalam batas pengamatan anak. Perkembangan skema verbal dan kognitif masih sangat sedikit dan tidak terkoordinaikan.

(2) Tahap Operasi Awal/Preoperational (2 – 6 tahun).

Pada tahapan ini anak mulai menggambarkan kejadian-kejadian dan objekobjek melalui simbol-simbol, termasuk simbol-simbol verbal bahasa. Artinya, mereka sudah mulai berpikir tentang benda-benda dengan tidak terikat pada kehadiran benda konkrit. Anak sudah menghubungkan tentang kejadian atau objek yang dihadapinya dengan skema yang sudah ada dalam ingatannya. Tetapi anak relatif masih belum dapat menerima perbedaan persepsi dengan orang lain, kemampuan yang berkembang pada saat ini masih bersifat egosentrik, sehingga cara-cara dan pengetahuan yang ia miliki itulah yang dianggapnya benar,
sepertinya tidak ada alternatif cara dan pengetahuan benar yang lainnya. Anakanak pada tahapan ini juga sudah mulai memecahkan jenis-jenis masalah, tetapi hanya mengenai masalah-masalah mengenai barang-barang yang tampak/kelihatan.

(3) Tahap Operasi Konkrit (7 – 11 tahun).

Pada tahap ini, skema kognitif anak berkembang, terutama berkenaan  dengan keterampilan berpikir dan memecahkan masalah. Perkembangan keterampilan berpikirnya yaitu berkenaan dengan keterampilan menggolonggolongkan (mengklasifikasi) berdasarkan ciri dan fungsi sesuatu; mengurutkan sesuatu misalnya dari yang terkecil ke yang terbesar; membandingkan bendabenda; memahami konsep konservasi, yaitu kemampuan memahami bahwa sesuatu itu tidak berubah walaupun misalnya sesuatu itu dipindahkan tempatnya, tali yang dilingkarkan panjangnya tidak berubah walaupun ditarik menjadi memanjang, dsb.; memahami identitas, yaitu kemampuan mengenal bahwa suatu objek yang bersifat fisik akan mengambil ruang dan memiliki volume tertentu; dan kemampuan membandingkan pendapat orang.

(4) Tahap Operasi Formal (12 tahun ke atas).

Pada tahap ini anak memiliki kecakapan berpikir simbolik, tidak tergantung kepada keberadaan objek secara fisik. Anak pada tahapan operasi formal mampu berpikir logis, matematis, dan abstrak. Anak bahkan mungkin dapat memahami hal-hal yang secara teortis mungkin terjadi sekalipun ia belum pernah melihat kejadiannya secara nyata.