REFERENSI PENDIDIKAN

Teori Belajar Humanisme dan Implikasinya terhadap Pendidikan

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/teori-belajar-humanisme-dan-implikasinya-terhadap-pendidikan.html

Carl Rogers adalah salah seorang tokoh teori belajar Humanaisme. Teorinya didasarkan pada asumsi bahwa: 
  1. individu adalah pribadi utuh, ia mempunyai kebebasan memilih untuk menentukan kehidupannya;
  2. individu mempunyai hasrat untuk mengetahui (curiosity), hasrat untuk bereksplorasi, dan mengasimilasi pengalaman-pengalamannya;
  3. belajar adalah fungsi seluruh kepribadian individu;
  4. belajar akan bermakna jika melibatkan seluruh kepribadian individu (jika relevan dengan kebutuhan individu, dan melibatkan aspek intelektual dan emosional individu).
Yelon dan Weinstein (1977) merangkumkan implikasi konsep-konsep teori belajar Humanisme terhadap pendidikan. Implikasi yang dimaksud adalah sebagai berikut:
  1. Individualisasi: perlakuan terhadap individua didasarkan atas kebutuhankebutuhan individual dan kepribadian peserta didik.
  2. Motivasi: bersifat intrinsik yaitu berdasarkan pemuasan kebutuhan-kebutuhan individual peserta didik.
  3. Metodologi: menggunakan metode/pendekatan proyek yang terapadu, menekankan pada studi-studi sosial atau mempelajari kehidupan sosial.
  4. Tujuan Kurikuler: mengutamakan pada pengembangan sosial, keterampilan berkomunikasi, kemampuan untuk tanggap terhadap kebutuhan kelompok dan individu.
  5. Bentuk pengelolaan kelas: berpusat pada peserta didik, peserta didik bebas memilih sedangkan guru/pendidik berperan untuk membantu dan bukan untuk mengarahkan.
  6. Usaha mengefektifkan mengajar : pengajaran disusun dalam bentuk topiktopik yang terpadu berdasarkan kebutuhan peserta didik secara perorangan.
  7. Partisipasi peserta didik: mengutamakan partisipasi aktif peserta didik.
  8. Kegiatan belajar peserta didik: Mengutamakan belajar melalui pemahaman dan
  9. pengertian, bukan hanya memperoleh pengetahuan.
  10. Tujuan umum: mencapai kesempurnaan diri dan pemahaman.
Untuk kepentingan praktik pendidikan, kita hendaknya tidak mengadopsi hanya salah satu aliran teori belajar di atas. Berbagai konsep dari ketiga teori belajar tersebut hendaknya dipandang sebagai alternatif yang dapat dipilih, dan dapat saling melengkapi. Sehubungan dengan itu, kita hendaknya bijaksana dalam memilih, mengadopsi dan mengaplikasikan konsep-konsep yang tepat. Adapun yang perlu kita jadikan titik tolak/acuan dalam memilih, menerima dan mengaplikasikannya antara lain pandangan kita tentang hakikat peserta didik, tujuan pendidikan yang hendak dicapai, karakteristik peserta didik, serta situasi dan kondisi atau konteks yang dihadapi.
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved