REFERENSI PENDIDIKAN

Zaman Kolonisasi Eropa di Amerika

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2012/11/zaman-kolonisasi-eropa-di-amerika.html

Penduduk asli benua Amerika berasal dari Asia yang menyeberang Selat Bering, selat yang memisahkan antara benua Asia dan Amerika Kelompok rnigran awal yang datang dalam waktu yang berbeda-beda tersebut mencari makanan, tempat hidup dan iklim yang lebih baik untuk menetap. Di tempat baru, mereka membangun pemukiman sambil mengembangkan kebudayaan baru sesuai dengan lingkungan hidupnya di berbagai belahan benua Amerika. Di Selatan, mereka menjadi bangsa Aztek di Meksiko, bangsa Maya di Amerika Tengah dan bangsa Inca di Peru serta mengembangkan pemerintahan imperium yang dikuasai oleh sekelompok aristokrat. Di Amerika Utara, mereka mengembangkan hidup nomaden, atau berpindah-pindah sambil berburu binatang, mengumpulkan makanan dan menggunakan alat-alat dari batu.

Pertemuan langsung antara bangsa Eropa dengan penduduk asli Amerika tersebut terjadi ketika sekelompok penjelajah Norwegia (Norsemen) yang telah mencapai Greenland mendarat di Vinland, Amerika Utara pada awal abad ke-11. Penjelajan yang dipimpin oleh Lcif Ericson (Eric's son, Leif, anak laki-laki Eric bernama Leif) tidak memiliki dampak bagi masyarakat Eropa terutama penjelajah untuk memanfaatkan pengalamannya dalam petualangan di Amerika. Demikian juga dengan penduduk Indian, tidak memperoleh pengaruh apapun dari penjelajahan tersebut. Namun demikian, setelah penjelajahan Eric tersebut penjelajah Eropa menyusulnya dengan menemukan beberapa kawasan baru di Amerika.
Pada tanggal 12 Oktober 1492 salah seorang anggota penjelajah dari Spanyol yang dipimpin oleh Christopher Columbus, navigator Italia, melihat sebuah pulau di kawasan Amerika yang kemudian dikenal dengan San Salvador. Setelah mendarat sebentar, Columbus bcrtemu dengan sekelompok penduduk asli yang kemudian dikenalnya dengan Indian. Sebutan tersebut didasarkan atas keyakinan bahwa San Salvador adalah East Indies (Indian Timur) sebagai daerah yang dijadikan tujuan penjelajahannya. Sebutan Indian terhadap semua penduduk Amerika tersebut menyebar ke seluruh Eropa Barat sehingga semua penjelajah Eropa menyebut semua penduduk asli Amerika itu sebagai orang-orang Indian. Setelah kedatangan Columbus tersebut, ribuan penjelajah Eropa menyusulnya dan mendarat serta bermukim di berbagai kawasan Amerika yang disebutnya sebagai New World atau dunia (daerah) baru, sebagai sebutan yang sangat Eropa-sentris. Bagi penduduk asli Amerika daerah tersebut tidak baru lagi sebab mereka sudah bermukim di kawasan tersebut selama ribuan tahun.

Timbulnya penjelajahan orang-orang Eropa ke Amerika tidak bisa dilepaskan dari perkembangan sejarah Eropa. Antara abad ke 11 sampai 13 penduduk Eropa yang beragama Kristen secara periodik mengunjungi daerah Laut Tengah untuk menemukan kembali kota suci dari penguasa Muslim. Penjelajahan yang terjadi dalam konteks Perang Salib tersebut berpengaruh terhadap diperkenalkannya rempah-rempah dari Timur yang didatangkan oleh para pedagang Islam ke Eropa. Pasca Perang salib, rempah-rempah merupakan komoditi yang sangat berharga dan dapat mendatangkan keuntungan finansial yang berlipat ganda bagi mereka yang memperdagangkannya. Oleh karena itu, orang-orang Eropa, terutama Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggeris berusaha mencari jalan alternatif ke daerah sumber penghasil rempah-rempah tersebut. Setelah adanya dominasi perdagangan oleh orang-orang Italia di laut Tengah dan setelah jatuhnya Konstantinopel, ibukota Romawi Timur ke tangan Turki Usmania yang beragama Islam tahun 1453, usaha mencari rempah-rempah dan penjelajahan dunia semakin intensif. Demikian juga dengan adanya renaissance di Italia abad ke-15 yang dipelopori oleh para intelektual berusaha mempertanyakan kembali hakekat penjelajahan dalam aspek invention, discovery dan dunia baru bagi keunggulan individu dan keunggulan umat manusia.

Refrensi:

Supriana, Nana. 2012. Bangsa Amerika. Tidak Diterbitkan.
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved