REFERENSI PENDIDIKAN

Bentuk-bentuk Kompensasi

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/04/bentuk-bentuk-kompensasi.html

Sebagaimana telah disebutkan bahwa kompensasi merupakan balas jasa yang diberikan oleh organisasi/lembaga terhadap para pegawainya atas jasa yang telah diberikan pegawai terhadap prganisasi/lembaga. Kompensasi yang diberikan dapat dibedakan dalam bentuk financial dan non financial. 

Anwar Prabu Mangkunegara (2011:85) mengemukakan : “Ada dua bentuk kompensasi pegawai, yaitu bentuk kompensasi langsung yang merupakan upah dan gaji, bentuk kompensasi yang tak langsung yang merupakan pelayanan dan keuntungan”.

Adapun beberapa jenis/bentuk kompensasi secara umum seperti yang dikemukakan Antonio de Pora (2011:12), antara lain:

a) Gaji

Gaji merupakan salah satu contoh bentuk kompensasi financial langsung. Pemberian gaji sifatnya tetap dan jumlahnya pasti sepanjang hubungan kerja berlangsung. Gaji merupakan balas jasa dalm bentuk uang yang diberikan pengusaha kepada karyawan atas tenaga, pikiran yang telah disumbangkan dalm rangka memajukan atau mewujudkan tujuan perusahaan. Gaji bersifat tetap dan diberikan dalm jumlah yang  pasti selama masih ada hubungan kerha, maka gaji dapat diterima oleh pegawai yang berstatus pegawai tetap berdasarkan perhitungan secara bulanan.

b) Insentif

Insentif merupakan bentuk kompensasi yang berorientasi pada hasil kerja dan merupakan salah satu faktor penting untuk memotivasi pekerja agar lebih bersemangat demi tercapainya tujuan organisasi. Insentif merupakan imbalan langsung yang dibayarkan kepada pegawai atas prestasi kerjanya yang mencapai atau melebihi target yang telah ditentukan. Insentif hanya dapat diberikan kepada pekerja apabila ia bisa menghasilkan produk melebihi standar yang telah ditetapkan.

Pada sisi lain insentif bisa juga disebut sebagai kompensasi yang diberikan berdasarkan kinerja (pay for performance plan). Program insentif sangat penting diterapkan karena merupakan salah satu daya tarik bagi pegawai-pegawai berkualitas. Kebijakan insentif yang memadai yang dilakukan oleh perusahaan tertentu akan membuat para pegawai yang berbobot terus mencari perusahaan tersebut untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan keahliannya.

Tujuan diberikannya insentif adalh untuk memacu pegawai agar Lebih berprestasi sehingga memperoleh output yang dapat menguntungkan perusahaan/lembaga. Ukurannya adalah produktivitas, jika hasil perkajaan melampaui target maka pegawai tersebut diberikan  insentif. Pegawai diharapkan untuk memberikan kontribusi lebih daripada hanya bekerja berdasarkan standar minimal.

c) Tunjangan

Salah satu pertimbangan penting seorang pegawai untuk mengajukan lamaran kerja ke suatu perusahaan adalah selain karena gaji yang menggiurkan, tapi juga karena benefit. Hal itu terjadi karena benefit yang menarik dapat membuat seorang pegawai bekerja lebih tenang dan nyaman. Hal-hal yang termasuk dalam kategori benefit adalah service (pelayanan) dan ketersediaan fasilitas-fasilitas.

Berbeda dengan insentif, benefit lebih merupakan kompensasi tidak langsung atau kompensasi tambahan, baik dalam bentuk uang maupun non financial yang diberikan oleh organisasi kepada pegawai.
Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai dan keluarganya. Contoh-contoh benefit antara lain uang makan, uang transport, uang bonus, uang duka, uang THR, uang pakaian seragam, uang pengobatan, uang pension, dan uang hadiah pernikahan. Sementara contoh-contoh service (pelayanan) antara lain poliklinik, dokter spesialis, bantuan hokum, asuransi kredit rumah, titipan bayi, dan antar jemput.
Pemberian benefit juga terkait dengan ketersediaan beberapa fasilitas yang dapat menunjang kegiatan pegawai, baik untuk kegiatan fisik maupun spiritual. Contoh-contoh fasilitas tersebut adalah fasilitas olahraga, kantin/ kafetaria, Kendaraan operasional, kesenian, Masjid/Gereja/Kelenteng, koperasi, took, dan perumahan

d) Bonus

Peraturan ketenagakerjaan di Indonesia tidak mengatur tentang sistem pemberian Bonus dan Komisi, namun dalam praktiknya hampir semua perusahaan/lembaga menerapkan pemberian bonus dan komisi kepada pegawainya dengan cara dan dalm jumlah yang berbeda-beda.

Bonus adalah imbalan yang diterima pegawai atas pencapaian kinerja yang melampaui hasil atau waktu yang ditetapkan. Ketentuan pemberian bonus sebenarnya gampang dan tidak rumit karena dapat diukur dengan jelas yaitu berdasarkan hasil yang melebihi target dalam satuan waktu yaitu harian, mingguan, bulanan atau tahunan. Secara prinsip pemberian bonus berdasarkan kriteria jabatan/posisi, masa kerja, dan target hasil kerja. Bentuk bonus bermacam-macam dan diberikan sesuai kebijakan yang berlaku. Dalam praktiknya pemberian bonus dapat berupa uang cash, tour rekreasi, gaji bulan ke 13 atau ke 14, tunjangan Hari Raya diberikan lebih dari ketentuan, kredit atau pinjaman lunak.

Refrensi Rujukan :
  1. Alma, Buchari. 2001. Pengantar Bisnis. Bandung : Alfabeta
  2. Budiawan, Herdi, Angga. 2011. Kontribusi Pemberian Kompensasi Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai di LPMP Jawa Barat. Skripsi Sarjana pada FIP UPI Bandung : tidak diterbitkan
  3. Gibson. et al. 1996. Organisasi : Perilaku, Struktur, Proses. Jakarta : Binapura Aksara
  4. Handoko. Hani T. 2001. Manajemen Personalia dan Manajemen SDM. Yogyakarta : BPFE
  5. Hasibuan, Malayu S.P. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara Komarudin. 1994. Ensiklopedia Manajemen. Jakarta : Bumi Aksara
  6. Moekijat. 1999. Manajemen Sumber Daya Manusia (Manajemen Kepegawaian). Bandung : Mandar Maju
  7. Mustari, Lomri. 2000. Pengaruh Kompensasi Terhadap Produktivitas Kerja Guru. Tesis PPS UPI Bandung : Tidak diterbitkan
  8. Nawawi, Handari. 1997. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Bisnis Yang Kompetitif. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
  9. Prabu Mangkunegara, A.A. Anwar. 2010. Evaluasi Kinerja SDM. Bandung : PT. Refika Aditama
  10. Pora, de, Antonio. 2011. Remunerasi : Kompensasi dan Benefit. Tanggerang : Parninta Offset
  11. Suwatno dan Donni Juni Priansa. 2011. Manajemen SDM dalam Organisasi Publik dan Bisnis, Bandung: Alfabeta
  12. Warsidi. 2004. Pengaruh Kompensasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Guru. Tesis PPS UPI Bandung : Tidak diterbitkan 
Bentuk-bentuk Kompensasi, Pada: 4:06 PM
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved