REFERENSI PENDIDIKAN

Penilaian Kinerja Pegawai

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/04/evaluasi-kinerja-pegawai.html

Penilaian kinerja atau evaluasi kinerja yang dikemukakan Leon C. Mengginson (1981 : 310) dalam A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2000 : 69) adalah sebagai berikut : Penilaian prestasi kerja (performance appraisal) adalah suatu proses yang digunakan pimpinan untuk menentukan apakah seorang karyawan melakukan pekerjaannya sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Selanjutnya Andrew E. Sikula (1981: 205) yang dikutif A.A Anwar Prabu Mangkunegara (2011 : 69) mengemukakan bahwa : Penilaian pegawai merupakan evaluasi yang sistematis dari pekerjaan pegawai dan potensi yang dapat dikembangkan. Penilaian dalam proses penafsiran atau penetuan nilai, kualitas atau status dari beberapa objek orang ataupun sesuatu (barang).

Suatu proses kinerja, apabila telah selesai dilaksanakan, akan memberikan, hasil kinerja atau prestasi kerja. Suatu proses kinerja dapat dikatakan selesai apabila telah mencapai suatu target tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Atau dapat pula dinyatakan selesai berdasarkan pada suatu batasan waktu tertentu, misalnya pada akhir tahun.

Evaluasi kinerja dilakukan untuk memberikan penilaian terhadap hasil kerja atau prestasi kerja yang diperoleh organisasi, team atau individu. Evaluasi kinerja akan memberikan umpan balik terhadap tujuan dan sasaran kinerja, perencanaan dan proses penilaian, review dan pengukuran kinerja. Atas dasar evaluasi kinerja dapat dilakukan langkah-langkah untuk melakukan perbaikan kinerja di waktu yang akang datang.

Pendapat lain mengemukakan sebagai proses mengevaluasi pekerja pada berbagai dimensi yang berkaitan dengan pekerjaan (Greenberg dan Baron, 2003: 50) dalam Wibowo (2007:376), evaluasi kinerja dapat dipergunakan untuk sejumlah kepentingan organisasi. Manajemen menggunakan evaluasi untuk mengambil keputusan tentang sumber daya manusia. Evaluasi memberikan masukan untuk keputusan penting seperti promosi, mutasi, dan pemberhentian. 

Evaluasi mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan. Evaluasi menunjukan keterampilan dan kompetensi pekerja yang ada sekarang ini kurang cukup sehingga dikembangkan program. Efektivitas pelatihan dan pengembangan dipertimbangan dengan mengukur seberapa baik pekerja yang berpatisipasi mengerjakan evaluasi kinerja. Evaluasi juga memenuhi kebutuhan umpan balik bagi pekerja tentang bagaimana pandangan organisasi terhadap kinerjanya. Selanjutnya, evaluasi kinerja dipergunakan sebagai dasar untuk mengalokasi reward. Keputusan tentang siapa yang mendapatkan kenaikan upah dan reward lain sering dipertimbagkan melalui evaluasi kinerja.

Dari beberapa pendapat ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa evaluasi kinerja adalah penilaian yang dilakukan secara sistematis untuk mengetahui hasil pekerjaan karyawan dan kinerja organisasi. Di samping itu juga untuk menentukan kebutuhan pelatihan kerja secara tepat, memberikan tanggung jawab yang sesuai kepada karyawan sehingga dapat melaksanakan pekrjaan yang lebih baik lagi di masa mendatang dan sebagai dasar untuk menentukan kebijakan dalam hal promosi jabatan atau penentuan imbalan.

Refrensi Rujukan :
  1. Prabu Mangkunegara, A.A. Anwar. 2010. Evaluasi Kinerja SDM. Bandung : PT. Refika Aditama
  2. Wibowo. 2007. Manajemen Kinerja : Jakarta : Raja Grafindo Persada
  3. Warsidi. 2004. Pengaruh Kompensasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Guru. Tesis PPS UPI Bandung : Tidak diterbitkan
  4. Pora, de, Antonio. 2011. Remunerasi : Kompensasi dan Benefit. Tanggerang : Parninta Offset
  5. Mustari, Lomri. 2000. Pengaruh Kompensasi Terhadap Produktivitas Kerja Guru. Tesis PPS UPI Bandung : Tidak diterbitkan
  6. Moekijat. 1999. Manajemen Sumber Daya Manusia (Manajemen Kepegawaian). Bandung : Mandar Maju
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved