Faktor-faktor yang mempengaruhi Motivasi Belajar

Yusuf (2009:23) menyatakan terdapat dua faktor yang mempengaruhi motivasi belajar, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Diuraikan sebagai berikut :

a) Faktor Internal (yang berasal dari diri siswa sendiri)

1) Faktor Fisik

Faktor fisik yang dimaksud meliputi : nutrisi (gizi), kesehatan, dan fungsi- fungsi fisik (terutama panca indera). Kekurangan gizi atau kadar makanan akan mengakibatkan kelesuan, cepat mengantuk, cepat lelah, dan sebagainya. Kondisi fisik yang seperti itu sangat berpengaruh terhadap proses belajar siswa di sekolah. Dengan kekurangan gizi, siswa akan rentan terhadap penyakit, yang menyebabkan menurunnya kemampuan belajar, berfikir atau berkonsentrasi. Keadaan fungsi- fungsi jasmani seperti panca indera (mata dan telinga) dipandang sebagai faktor yang mempengaruhi proses belajar. Panca indera yang baik akan mempermudah siswa dalam mengiti proses belajar di sekolah.

2) Faktor Psikologis

Faktor psikologis berhubungan dengan aspek-aspek yang mendorong atau menghambat aktivitas belajar pada siswa. Faktor yang mendorong aktivitas belajar menurut Arden N. Frandsen (Farozin, 2011 :48) adalah sebagai berikut :
  1. Rasa ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia (lingkungan) yang lebih luas,
  2. Sifat kreatif dan keinginan untuk selalu maju,
  3. Keinginan untuk mendapat simpati dari orang tua, guru, dan teman- teman,
  4. Keinginan untuk memperbaiki kegagalan dengan usaha yang baru,
  5. Keinginan untuk mendapat rasa aman apabila menguasai pelajaran,
  6. Adanya ganjaran atau hukuman sebagai akhir dari proses belajar.
Sedangkan faktor psikis yang menghambat adalah sebgai berikut :
  1. Tingkat kecerdasan yang lemah
  2. Gangguan emosional, seperti : merasa tidak aman, tercekam rasa takut, cemas, dan gelisah.
  3. Sikap dan kebiasaan belajar yang buruk, seperti : tidak menyenangi mata pelajaran tertentu, malas belajar, tidak memiliki waktu belajar yang teratur, dan kurang terbiasa membaca buku mata pelajaran. Kedua faktor yang telah dipaparkan merupakan faktor dari dalam diri siswa yang dapat mempengaruhi motivasi belajar.
b) Faktor Eksternal (yang berasal dari lingkungan)

1) Faktor Non-Sosial

Faktor non-sosial yang dimaksud, seperti : keadaan udara (cuaca panas atau dingin), waktu (pagi, siang, malam), tempat (sepi, bising, atau kualitas sekolah tempat belajar), sarana dan prasarana atau fasilitas belajar. Ketika semua faktor dapat saling mendukung maka proses belajar akan berjalan dengan baik.

2) Faktor Sosial

Faktor sosial adalah faktor manusia (guru, konselor, dan orang tua), baik yang hadir secara langsung maupun tidak langsung (foto atau suara). Proses belajar akan berlangsung dengan baik, apabila guru mengajar dengan cara yang menyenangkan, seperti bersikap ramah, memberi perhatian pada semua siswa, serta selalu membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar. Pada saat dirumah siswa tetap mendapat perhatian dari orang tua, baik perhatian material dengan menyediakan sarana dan prasarana belajar guna membantu dan mempermudah siswa belajar di rumah.

Motivasi belajar memiliki peranan yang penting dalam mendorong kesuksesan belajar pada siswa. Pendidik dan konselor perlu melakukan upaya untuk mendorong semangat siswa dalam belajar. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Tidak semua siswa memiliki motivasi belajar tinggi.

Beberapa rumusan tentang faktor penyebab motivasi belajar dapat ditemukan dalam berbagai data jurnal penelitian. Menurut Grolnick dan Ryan, 1989: Rigby et al., 1992 (Farozin, 2011 :48) dukungan pribadi dari orang tua merupakan aspek praktis, dimana orang tua membantu anak untuk belajar menyelesaikan masalah (problem solving), membicarakan tentang kepercayaan diri yang mereka miliki tentang kemampuannya, serta mendorong anak untuk mengembangkan ide dan opini mereka.

Pada proses pendidikan, motivasi belajar siswa dapat ditumbuhkan dengan adanya : guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling/konselor, pimpinan sekolah, dan semua komponen sekolah yang akomodatif, orang tua dan anggota keluarga yang mendukung kegiatan belajar siswa, metode pembelajaran yang sesuai, materi pelajaran yang diberikan sesuai dengan seharusnya dipelajari dan dikuasai siswa, dan penggunaan media pembelajaran.

Konselor atau Guru BK memiliki tanggung jawab yang sama seperti guru mata pelajaran dan semua personil sekolah yang terkait dengan peningkatan motivasi belajar siswa. Konselor dapat dengan rutin mengadakan pertemuan dengan orang tua, guna sharing mengenai perkembangan anak pada saat di rumah, mengingat motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh dua faktor yaitu internal dan ekternal, maka orang tua/keluarga menjadi bagian terkait yang tidak dapat dipisahkan dalam motivasi belajar siswa di sekolah. Sehingga orang tua memiliki andil yang sama seperti semua personel sekolah dalam peningkatan motivasi belajar.

Refrensi Rujukan :
  1. Mc. Clelland, Atkinson, Clark & Lowell. (1953). The Achievment Motive. New York: Halsted Press.
  2. Mc.Clelland, D. C .(1985). Human Motivation. Illinois : Scott, Foresman & Company.
  3. Nasution. (2004). Sosiologi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara
  4. Natawidjaja, Rochman. (2009). Konseling Kelompok,konsep Dasar dan Pendekatan . Bandung : Rizqi Press
  5. Nisriyana, Ela. (2007). Hubungan interaksi sosial dalam kelompok Teman sebaya dengan motivasi belajar siswa. Skripsi Sarjana pada Fip UNNES Semarang : tidak diterbitkan.
  6. Surya, Mohamad. (2003). Psikologi Konseling. Bandung : Pustaka Bani Quraisy
  7. Syamsudin, Makmun Abin. (2003). Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosda Karya
  8. Uno, Hamzah B. (2011). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta : Bumi Aksara.
  9. Widiastuty, Isti Larasati. (2011). Indeks Pembangunan Manusia. BPS Kota Bandung
  10. Winkel, W.S. (2009). Bimbingan di Institusi Pendidikan. Jakarta : Grafindo
  11. Yusuf, Syamsu. (2009). Program Bimbingan dan Konseling di sekolah. Bandung : Rizqi Press
  12. Yusuf, Syamsu dan Nurikhsan, Juntika. (2006). Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung : PT Remaja Rosdakarya