Faktor-Faktor yang mempengaruhi kebijakan kompensasi

Dalam Penyusunan atau penetapan kompensasi banyak hal yang menjadi pertimbangan. Hadari Nawawi (1997:321) mengemukakan empat factor yang mempengaruhi kompensasi yaitu :
  1. Tingkat kecukupan sebagai ganjaran dalam memenuhi kebutuhan dasar.
  2. Bersifat wajar/adil dilihat dari sudut pasar tenaga kerja.
  3. Bersifat wajar/adil dilihatan dari sudut kemampuan organisasi.
  4. Memperhatikan perbedaan untuk setiap pekerja/ anggota organisasi berdasarkan kebutuhan individual, yang terkait dengan perbedaan kewajiban dan tanggung jawab dalam keikutsertaan mewujudkan tujuan bisnis organisasi.
Sementara Leon C. Megginson (Anwar Prabu Mangkunegara, 2011:84) mengemukakan bahwa The major factors that effect an organizations compensation policies and practices are : (1). Government factors, (2). Collective bargaining, (3). Standard and cost living, (4). Compartable wages, (5). Supply and demand, and (6).Ability to pay.

Untuk lebih jelas berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan kompensasi tersebut akan dijelaskan dalam uraian berikut:

1) Faktor Pemerintah

Peraturan Pemerintahan yang berhubungan dengan peraturan standar gaji minimal, pajak penghasilan, penetapan harga bahan baku, biaya transportasi / angkutan, inflasi maupun devalusi sangat mepengaruhi perusahaan dalam menentukan kebijakan kompensasi tersebut.

2) Penawaran Bersama antara Perusahaan dan Pegawai

Kebijakan dalam menentukan kompensasi dapat dipengaruhi pula pada saat terjadinya tawar menawar mengenai besarnya upah yang harus diberikan oleh perusahaan dalam merekrut pegawai yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan.

3) Standar dan Biaya Hidup Pegawai

Kebijakan kompensasi perlu mempertimbangkan standard an biaya hidup minimal pegawai. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar pegawai dan keluarganya, maka pegawai akan merasa aman. Terpenuhinya kebutuhan dasar dan rasa aman memungkinkan pegawai dapat bekerja dengan penuh motivasi untuk mencapai tujuan perusahaan.

4) Ukuran Perbandingan Upah

Kebijakan dalam menentukan kompensasi dipengaruhi pula oleh ukuran besar kecilnya perusahaan, tingkat pendidikan pegawai, masa kerja pegawai.

5) Permintaan dan Persediaan

Dalam menentukan kebijakan kompensasi perlu mempertimbangkan tingkat persediaan atau permintaan pasar. Artinya kondisi pasar pada saat itu dijadikan bahan pertimbangan dalam mementukan tingkat upah pegawai.

6) Kemampuan Membayar

Dalam menentukan kebijakan kompensasi perlu didasarkan pada kemapuan perusahaan dalam membayar upah pegawai. Artinya jangan sampai menentukan kebijakan kompensasi diluar batas kemampuan yang ada pada perusahaan.

Refrensi Rujukan :
  1. Alma, Buchari. 2001. Pengantar Bisnis. Bandung : Alfabeta
  2. Budiawan, Herdi, Angga. 2011. Kontribusi Pemberian Kompensasi Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai di LPMP Jawa Barat. Skripsi Sarjana pada FIP UPI Bandung : tidak diterbitkan
  3. Gibson. et al. 1996. Organisasi : Perilaku, Struktur, Proses. Jakarta : Binapura Aksara
  4. Handoko. Hani T. 2001. Manajemen Personalia dan Manajemen SDM. Yogyakarta : BPFE
  5. Hasibuan, Malayu S.P. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara Komarudin. 1994. Ensiklopedia Manajemen. Jakarta : Bumi Aksara
  6. Moekijat. 1999. Manajemen Sumber Daya Manusia (Manajemen Kepegawaian). Bandung : Mandar Maju
  7. Mustari, Lomri. 2000. Pengaruh Kompensasi Terhadap Produktivitas Kerja Guru. Tesis PPS UPI Bandung : Tidak diterbitkan
  8. Nawawi, Handari. 1997. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Bisnis Yang Kompetitif. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
  9. Prabu Mangkunegara, A.A. Anwar. 2010. Evaluasi Kinerja SDM. Bandung : PT. Refika Aditama
  10. Pora, de, Antonio. 2011. Remunerasi : Kompensasi dan Benefit. Tanggerang : Parninta Offset
  11. Suwatno dan Donni Juni Priansa. 2011. Manajemen SDM dalam Organisasi Publik dan Bisnis, Bandung: Alfabeta
  12. Warsidi. 2004. Pengaruh Kompensasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Guru. Tesis PPS UPI Bandung : Tidak diterbitkan