REFERENSI PENDIDIKAN

Hubungan Prestasi Belajar dengan Interaksi Sosial dengan Teman Sebaya

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/04/hubungan-prestasi-belajar-dengan-interaksi-sosial.html


Interaksi sosial adalah suatu proses yang berhubungan dengan keseluruhan tingkah laku anggota-anggota kelompok kegiatan dalam hubungan dengan aspek-aspek keadaan lingkungan, selama kelompok dalam kegiataan (Grath dalam Santosa, 2010).

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhuk sosial seorang individu akan berinteraksi dengan individu lainnya, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok. Manusia dalam hidup bermasyarakat, akan saling berhubungan dan saling membutuhkan satu sama lain. Kebutuhan itu yang menimbulkan suatu proses interaksi sosial. Interaksi sosial individu kepada individu lainnya, baik anak ataupun orang dewasa dapat terjadi dimana saja dan kapan saja juga dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti berbicara, bertatap muka, bertatap muka, bertransaksi dagang, belajar kepada orang lain, dan lain sebagainya.

Dalam penelitian ini dibatasi hanya pada interaksi sosial siswa dengan teman sebaya dalam preoses pembelajaran di sekolah. Siswa SMP menurut Pikunas (dalam Yusuf, 2006:184), termasuk pada masa remaja. Salah satu karakteristik remaja adalah mulai memasuki hubungan teman sebaya, dalam arti mengembangkan interaksi sosial yang luas dengan teman sebaya. Dalam proses interaksi sosial siswa di lingkungan sekolah, kemampuan siswa dalam berinteraksi sosial berbda-beda. Kemampuan siswa dalam berinteraksi sosial dengan lingkungan sekolahnya dapat dikelompokan menjadi dua yaitu siswa yang bisa berinteraksi sosial dan siswa yang mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial di lingkungan sekolah.

Perbedaan kemampuan siswa dalam berinteraksi sosial dipengaruhi oleh banyak faktor. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian siswa di sekolah terdiri atas faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor kekuatan yang ada dalam diri individu yang meliputi kondisi jasmaniah, penetu psikologis seperti kematangan, perkembangan sosial, moral, emosional, IQ, minat, bakat, konsep diri dan sebagainya. Sedangkan faktor eksternal sebagai faktor kekuatan yang berada di luar din individu, diantaranya iklim kehidupan keluarga, iklim kehidupan sekolah dan masyarakat.
Salah satu faktor internal yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam berinteraksi sosial adalah IQ atau kecerdasan. Menurut Stern (dalam Ahmadi, 2004: 32), “intelegensi adalah suatu aya jiwa untuk dapat menyesuaikan diri dengan cepat dan tepat dalam situasi yang baru”. Siswa yang memiliki tingkat kecerdasan yang di atas rata-rata akan memiliki kecenderungan mendapatkan prestasi belajar yang lebih baik dibandingakan peserta didik yang memiliki taraf intelegensi yang lebih rendah.

Refrensi Rujukan :
  1. Yusuf, S. 2006. Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
  2. Grath dalam Santosa, S. 2010. Teori-teori Psikologi Sosial. Bandung: Refika Aditama.
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved