Jenis-jenis Kenakalan Remaja

Jenis-jenis pelanggaran terbagi menjadi dua yaitu, pelanggaran indeks dan pelanggaran status. Pelanggaran Indeks (index offenses) adalah tindak kriminal, baik yang dilakukan oleh remaja seperti perampokan, tindak penyerangan pemerkosaan, pembunuhan dll.

Pelanggaran status (status offenses) adalah tindakan yang tidak seserius pelanggaran indeks, seperti melarikan diri, membolos, minum-minuman keras di bawah usia yang diperbolehkan, hubungan seks bebas, dll (Santrock, 2002:22). Macam-macam Pelanggaran yang masuk kedalam kedua pelanggaran tersebut adalah sebagai berikut:

a. Pelanggaran indeks:
  1. Perkelahian tanding, yaitu barang siapa menantang seseorang untuk perkelahian tanding atau menyuruh orang menerima tantangan dan dengan sengaja meneruskan tanding.
  2. Penghinaan, yaitu barang siapa yang sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum.
  3. Penganiayaan, menyakiti fisik orang lain dengan sengaja.
  4. Pencurian, yaitu barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki.
  5. Menghancurkan atau merusak barang, yaitu barang siapa dengan sengaja menghancurkan, membikin tak dapat dipakai fasilitas umum.
  6. Mengkonsumsi alcohol, adalah tingkatan penggunaan zat berbahaya oleh remaja di luar tujuan dari pengobatan, tanpa ada pengawasan dokter, digunakan secara berkala dan terus- menerus, digunakan tanpa mengikuti aturan serta dosis yang benar.
  7. Berjudi, Yaitu tiap-tiap permainan yang mendasarkan pengharapan buat menang pada umumnya bergantung kepada untung-untungan saja dan juga kalau pengharapan itu jadi bertambah besar karena kepintaran dan kebiasaan permainan.
b. Pelanggaran status
  1. Melarikan diri dari rumah, pergi dari rumah dan tidak kembali lebih dari 24 jam tanpa sepengatuhan keluarga.
  2. Melawan orangtua, adalah tindakan yang dilakukan remaja untuk membantah atau melanggar perkataan dari orangtua dengan kata-kata dan perilaku yang tidak sopan kepada orangtua.
  3. Merokok, adalah perilaku menghisap zat berbahaya yang penggunaannya tidak boleh dilakukan oleh usia remaja.
  4. Pelanggaran jam malam, adalah keluar atau pulang ke rumah lebih dari jam malam yang sudah ditentukan oleh orangtua.
  5. Melanggar tata tertib sekolah yang meliputi pelanggaran tata tertib mengikuti pelajaran, tata tertib perilaku, dan tata tertib berpakaian seragam sekolah.
  6. Selain itu, pemerintah juga telah mengumpulkan jenis-jenis kenakalan remaja melalui Bakolak Inpres (Badan Koordinasi Lapangan Instruksi Presiden) No. 6/1971 ialah sebagai berikut:
  7. Pencurian, yaitu suatu perilaku atau perbuatan mengambil hak orang lain.
  8. Penipuan,yaitu seseorang yang melakukan perbuatan atau perkataan yang tidak jujur, dusta atau bohong dengan maksud dan tujuan untuk menyesatkan.
  9. Perkelahian, Yaitu pertengkaran dengan tinju meninju dan sebagainya atau dengan mulut saja, memperebutkan dengan berkelahi, menyerang, melawan berkelahi.
  10. Perusakan, yaitu membuat sesuatu menjadi tidak utuh lagi, tidak teratur lagi.
  11. Penganiayaan, yaitu suatu perilaku bengis, penyiksaan dan penindasan yang dilakukan seseorang kepada orang lain.
  12. Perampokan, yaitu perilaku menggedor, mencuri dengan paksa
  13. Narkotika, yaitu menggunakan obat-obatan tidak dengan semestinya, mengkonsumsi obat terlarang.
  14. Pelanggaran susila, yaitu suatu perilaku yang melanggar aturan kesusilaan dan sopan santun.
  15. Pelanggaran, yaitu sesuatu perilaku yang melanggar aturan, etika dan norma yang berlaku.
  16. Pembunuhan, yaitu suatu perilaku mematikan, menghilangkan nyawa seseorang
Refrensi Rujukan :
  1. Kartini, Kartono. (1992). Patologi Sosial II: Kenakalan Remaja. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
  2. Santoso, Topo dan Eva Achajani. (2003). Kriminologi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
  3. Santrock, John W. (1995). Life-Span Development. Alih Bahasa (2002). Juda Damanik dan Achmad Chusairi. Perkembangan Masa Hidup Edisi Lima Jilid II. Jakarta: Erlangga.
  4. Santrock, John W. (1996). Adolescence. Alih Bahasa (2003). Shinto B.Adelar dan Sherly Saragih. Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.