REFERENSI PENDIDIKAN

Konsep Belajar dan Pembelajaran

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/04/konsep-belajar-dan-pembelajaran.html

A. Konsep Belajar

Belajar adalah satu kata yang sudah akrab dengan semua lapisan masyarakat. lingkungan akademik seperti di lingkungan sekolah, pelajar, siswa dan siswi serta mahasiswa yang mempunyai tugas untuk belajar. Kegiatan belajar ini adalah suatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas mereka setiap hari.


Konsep tentang belajar sendiri telah banyak dikemukakan oleh para ahli. Menurut Gagne (1984), Belajar adalah suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman. Definisi Belajar dijelaskan oleh Driscroll (2000) yaitu perubahan yang terus menerus dalam kinerja atau potensi kinerja manusia. Oemar Hamalik (1995) berpendapat, Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Sedangkan menurut Nana Syaodih (1970), Belajar adalah segala perubahan tingkah laku baik yang berbentuk kognitif, afektif maupun psikomotor dan terjadi melalui proses pengalaman.

Pengertian belajar juga dijelaskan oleh James LM (2000), Belajar adalah upaya yang dilakukan dengan mengalami sendiri, menjelajahi, menelusuri, dan memperoleh sendiri. Sementara itu Garry dan Kingsley berpendapat bahwa Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang orisinil melalui pengalaman dan latihanlatihan. Konsep belajar juga dikemukakan oleh Robert dan Davies (1995) bahwa Belajar adalah perubahan perilaku yang relatif permanen sebagai suatu fungsi praktis atau pengalaman.

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Belajar adalah suatu proses atau kegiatan yang dilakukan sehingga membuat suatu perubahan perilaku yang berbentuk kognitif, afektif, maupun psikomotor. Dari pemahaman tentang pengertian belajar tadi, terdapat tiga atribut pokok (ciri utama) belajar, yaitu proses, perubahan perilaku, dan pengalaman.

B. Konsep Pembelajaran

Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Oemar Hamalik, Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Mohammad Surya menjelaskan bahwa Pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU SPN No. 20. 2003). Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu. Pembelajaran merupakan subyek khusus dari pendidikan. (Corey, 1986).

Mencermati beberapa konsep pembelajaran sebagaimana yang dikemukakan di atas, dapat dimaknai bahwa didalam pembelajaran terdapat interaksi antara peserta didik dan pendidik, melibatkan unsur-unsur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan atau kompetensi yang diharapkan. Pembelajaran menggambarkan kegiatan guru mengajar dan siswa sebagai pebelajar dan unsurunsur lain yang saling mempengaruhi.

Pembelajaran dipandang sebagai suatu sistem, karena didalamnya terdapat beberapa komponen pembelajaran yang saling terkait antara komponen yang satu dengan komponen yang lain dan saling ketergantungan. Menurut Banathy “A system is integrated set of element that interact wich each other”.

Komponen-kompenen pembelajaran adalah sebagai berikut: (1) tujuan, (2) bahan, (3) metoda, (4) media, (5) evaluasi. Setelah mencermati konsep belajar dan pembelajaran, selanjutnya yang menjadi persoalan kita ialah hal-hal apa yang harus diperhatikan dan diupayakan supaya belajar tejadi secara baik. Untuk menjawab persoalan tersebut, mari kita bicarakan prinsip-prinsip belajardan pembelajaran.

Refrensi Rujukan :
  1. Banathy, Bela H. (1968), Instructional System. California: Feoron Publ.
  2. Diaz. Carlos F. (2006), Touch the Future Teach. Boston bacon, permission Departement, 75 Arlingston street.
  3. Hamalik, Oemar (1995), Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
  4. Hermawan, Asep Herry, Rusman & Deni Darmawan, (2003), Pengembangan Model Pembelajaran, Bandung: Publikasi Jurusan Kurtek FIP UPI
  5. Gagne, Robert M. (1987), Instructional Technology : Foundation. New Jersey. Prentice-Hall Inc
  6. Jacobsen, Dvid, and Mardsha Weil, (1980), Methodes of Teaching, A skill Approch. Columbus: Merril Publishing Company
  7. Moedjiono, (1993), Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Depdikbub Dirjen Dikti, Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.
  8. Sudjana, Nana (1989), Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Sinar Baru Kerja sama dengan Lemlit IKIP Bandung
  9. Tim Pengembangan MKDK Kurpem, (2002), Kurikulum dan Pembelajaran, Bandung. Publ. Jurusan Kurtek FIP UPI.
  10. Sanjaya W.(2006) Strategi Pembelajaran berorientasi Standar Pendididkan, Jakarta Kencana Prenada Media.
  11. Winataputra, Udin, S. (1997), Materi Pokok; Strategi Belajar Mengajar, Jakarta Depdikbud. UT
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved