REFERENSI PENDIDIKAN

Model Pembelajaran Tematik

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/04/model-pembelajaran-tematik.html

Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik sebagai pemadu bahan dan kegiatan pembelajaran. Pendekan ini dimulai dengan menentukan tema, yang kemudian dikembangkan menjadi subtema dengan memperhatikan keterkaitannya dengan mata pelajaran yang terkait. Dalam hubungan ini, tema dapat mengikat kegiatan pembelajaran, baik dalam matapelajaran tertentu maupun lintas mata pelajaran. Menurut Robin Fogarty (1991) model ini disebut model webbed yang merupakan model yang paling populer dalam pembelajaran terpadu.

Fokus perhatian pembelajaran tematik terletak pada proses yang ditempuh siswa saat berusaha memahami isi pembelajaran sejalan dengan bentuk-bentuk kompetensi yang harus dikembangkannya. Berdasarkan hal tersebut, maka pengertian pembelajaran tematik dapat dilihat sebagai:
  1. Pembelajaran yang beranjak dari suatu tema tertentu sebagai pusat perhatian (center of interest) yang digunakan untuk memahami gejala-gejala dan konsep lain, baik yang berasal dari mata pelajaran yang bersangkutan maupun dari mata pelajaran lainnya;
  2. Suatu pendekatan pembelajaran yang menghubungkan berbagai mata pelajaran yang mencerminkan dunia nyata di sekeliling dan dalam rentang kemampuan dan perkembangan anak;
  3. Suatu cara untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan anak secara serempak (simultan);
  4. Merakit atau menggabungkan sejumlah konsep dalam beberapa mata pelajaran yang berbeda, dengan harapan siswa akan belajar dengan lebih baik dan bermakna.
Pelaksanaan pembelajaran tematik ini bertolak dari suatu topik atau tema yang dipilih dan dikembangkan oleh guru bersama-sama dengan siswa. Tujuan dari tema ini bukan hanya untuk menguasai konsep-konsep mata pelajaran, akan tetapi konsep-konsep dari mata pelajaran terkait dijadikan sebagai alat dan wahana untuk mempelajari dan menjelajahi topik atau tema tersebut. Jika dibandingkan dengan pendekatan konvensional, maka pembelajaran tematik tampaknya lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar atau mengarahkan siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan pembuatan keputusan. Pendekatan pembelajaran tematik ini lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing).

Refrensi Rujukan :
  1. Gunter, Marry Alice., Thomas, Jan Schwab, (1999) Instruction; A Models Approach, 3th Ed, Allyn And Bacon: USA
  2. Joyce Bruce. Et al. (2000). Models of Teaching. 6th Ed. Allyn & Bacon : London
  3. Nasution. (1993). Pengembangan Kurikulum. Bandung : Citra Aditya Bakti.
  4. Reiser A. Robert & Dikc Walter, (1996) Instructional Planning, Asimon & Schuster Company. Needham Heights. Masaschussetts.
  5. Schubert, W.H. (1986). Curriculum : Perspective, Paradigm, and Possibility. New York : Macmillan Pub.
  6. Sukmadinata, Nana S. (2000). Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek. Remaja Rosdakarya : Bandung.
  7. Susilana, Rudi (Koord), (2006), Kurikulum dan Pembelajaran, Jurusan Kurtek FIP
  8. Universitas Pendidikan Indonesia.
  9. Sanjaya, Wina., (2006) Strategi Pembelajaran, Kencana Prenada Media: Jakarta
  10. Sukandi, Ujang, (dkk) (2001), Belajar Aktif dan Terpadu: Apa, mengapa dan Bagaimana? The British Council: Jakarta.
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved