REFERENSI PENDIDIKAN

Model Pembelajaran Tuntas di Sekolah Dasar

http://ewintribengkulu.blogspot.com/2013/04/model-pembelajaran-tuntas-di-sekolah.html

Model pembelajaran tuntas ini sudah dijadikan sebagai salah satu pembaharuan dalam pendidikan di Indonesia sejak diberlakukannya kurikulum tahun 1975 dan pada saat perintisan pembelajaran dengan menggunakan sistem modul. Pembelajaran tuntas pada dasarnya merupakan suatu model pembelajaran yang difokuskan pada penguasaan siswa terhadap bahan pembelajaran yang dipelajari. Melalui model pembelajaran tuntas ini, siswa diberi peluang untuk maju sesuai dengan kemampuan dan kecepatan mereka sendiri serta dapat meningkatkan tahap penguasaan pembelajarannya. Konsep pembelajaran tuntas dilandasi oleh pandangan bahwa semua atau hampir semua siswa akan mampu mempelajari pengetahuan atau keterampilan dengan baik asal diberikan waktu yang sesuai dengan kebutuhannya. Setiap siswa mempunyai kemampuan dan upaya untuk menguasai sesuatu yang dipelajari. Tahap penguasaan bergantung kepada kualitas pembelajaran yang dialaminya.

Pembelajaran tuntas merupakan suatu model pembelajaran untuk memastikan bahwa semua siswa menguasai hasil pembelajaran yang diharapkan dalam suatu unit pembelajaran sebelum berpindah ke unit pembelajaran berikutnya. Model ini membutuhkan waktu yang cukup dan proses pembelajaran yang berkualitas. Coba Anda perhatikan juga pendapat beberapa orang pakar pendidikan berikut ini. Menurut Bloom (1968) pembelajaran tuntas merupakan satu model pembelajaran yang difokuskan pada penguasaan siswa dalam sesuatu hal yang dipelajari. Kemudian, Anderson & Block (1975) berpendapat bahwa pembelajaran tuntas adalah seperangkat gagasan dan tindakan pembelajaran secara individu yang dapat membantu siswa untuk belajar secara konsisten. Gagasan dan tindakan ini menghasilkan proses pembelajaran yang sistematik, membantu siswa yang menghadapi masalah pembelajaran, serta membutuhkan waktu yang cukup bagi siswa untuk mencapai ketuntasan berdasarkan kriteria ketuntasan yang jelas.

Terdapat tiga hal yang menjadi alasan mengapa model pembelajaran tuntas ini perlu dilaksanakan dalam pembelajaran di sekolah dasar.
  1. Siswa memiliki kemampuan dan kebutuhan yang berbeda-beda, sehingga membutuhkan layanan pembelajaran dan waktu yang berbeda pula.
  2. Siswa membutuhkan model pembelajaran yang sesuai dan berkesan, sehingga mereka dapat belajar dengan senang tanpa adanya paksaan.
  3. Siswa pada dasarnya harus menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap yang ditawarkan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan.

Refrensi Rujukan :
  1. Anderson L.W.; Block J.H. (1987). Mastery Learning Models. in Michael J. Dunkin (Ed). The International Encyclopedia of Teaching and Teacher Education, Oxford: Pergamon Press.
  2. Bloom, B.S. (1976). Human Characteristics and Social Learning. New York. McGraw- Hill.
  3. Brown, B.W and Daniel H. (1980). Saks Production Technologies and Resource Alloccation Within Classrooms and Schools: Theory and Measurement dalam The Analysis of Educational Productivity, Vol I: Issues In Microanalysis, diedit oleh Robert Dreeben and J. Alan Thomas; Cambridge, Mass: Bafiinger Publishing Company.
  4. Guskey T.R. (1985). Implementing Mastery Learning, California: Wadsworth, Inc.
  5. Julia Peterson. (2002). Introduction to Education. http://www.dana.edu/edu/ portfolio/Peterson_Julia/ PhilosophyofEducation.doc.
  6. Mukminan. (2003). Pembelajaran Tuntas (Mastery Learning). Departemen Pendidikan Nasional, Ditjen Dikdasmen, Direktoral PLP, Jakarta.
  7. Perry. (tanpa tahun). Mastery Learning. Where Curriculum, Assessment, and Instruction Meet. http:// www.perry-lake.k12.oh.us/ pplc/Mastery%20 Learning%20Packet.doc -
Copyright © 2014-2015 REFERENSI PENDIDIKAN Powered by Blogger - All Rights Reserved